Arab Saudi Usulkan Gencatan Senjata di Yaman, Houthi Ragu

Selasa, 23 Maret 2021 - 06:06 WIB
loading...
Arab Saudi Usulkan Gencatan...
Warga berjalan di kota tua Sanaa, Yaman, 22 Maret 2021. Foto/REUTERS
A A A
RIYADH - Arab Saudi mengungkap inisiatif perdamaian baru untuk mengakhiri perang di Yaman , termasuk gencatan senjata nasional dan pembukaan kembali hubungan udara dan laut.

Meski demikian, Houthi mengatakan tawaran itu tampaknya tidak cukup untuk mencabut blokade di Yaman.

Inisiatif yang diumumkan Menteri Luar Negeri (Menlu) Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud itu akan mencakup pembukaan kembali bandara Sanaa, dan memungkinkan impor bahan bakar dan makanan melalui pelabuhan Hodeidah.

Baca juga: Pejabat Israel Ungkap Mega Proyek Kereta Api di Uni Emirat Arab

Kedua kota itu dikendalikan Houthi yang diperangi pasukan koalisi pimpinan Saudi.

Baca juga: Taiwan Kehilangan Dua Jet Tempur dalam Tabrakan di Atas Laut

“Negosiasi politik antara pemerintah yang didukung Saudi dan Houthi akan dimulai kembali. Ini akan berlaku ketika pihak Yaman menerima,” papar Pangeran Faisal.

Lihat infografis: China Curiga Mobil Buatan Tesla Jadi Mata-mata

Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional mengeluarkan pernyataan menyambut tawaran Saudi tersebut.

Tapi Houthi mengatakan inisiatif itu tidak memberikan "sesuatu yang baru" karena masih belum memenuhi tuntutan mereka agar Saudi mencabut sepenuhnya blokade di bandara Sanaa dan pelabuhan Hodeidah.

"Kami berharap Arab Saudi akan mengumumkan diakhirinya blokade pelabuhan dan bandara serta inisiatif untuk mengizinkan 14 kapal yang ditahan koalisi," papar ketua negosiator Houthi, Mohammed Abdulsalam pada Reuters.

"Hak asasi kemanusiaan tidak boleh digunakan sebagai alat tekanan,” ungkap Abdulsalam.

“Houthi akan terus berunding dengan Saudi, Amerika Serikat dan mediator Oman untuk kesepakatan damai,” papar dia.

Perang telah menewaskan lebih dari 100.000 orang, banyak dari para korban itu warga sipil, menurut The Armed Conflict Location & Event Data Project (ACLED), database yang melacak kekerasan di Yaman.

Konflik tersebut secara luas dipandang sebagai perang proksi antara Arab Saudi dan Iran.

Perang di Yaman telah menemui jalan buntu selama bertahun-tahun dan menyebabkan 80% populasi Yaman bergantung pada bantuan. Houthi mengatakan mereka memerangi sistem yang korup dan agresi asing.

Arab Saudi memimpin koalisi militer yang memerangi gerakan Houthi.

Saudi berada di bawah tekanan yang meningkat untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama enam tahun sejak Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengisyaratkan Washington tidak akan lagi mendukung intervensi tersebut.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga memperingatkan kelaparan meningkat di Yaman.

“PBB menyambut baik niat Saudi melakukan sejumlah tindakan membantu mengakhiri konflik di Yaman," papar juru bicara PBB Farhan Haq.

Haq mengatakan proposal tersebut sejalan dengan inisiatif PBB dan utusan khusus Martin Griffiths akan menindaklanjuti dengan pihak-pihak yang bertikai.

Pangeran Faisal mengatakan, “Saudi akan bekerja dengan komunitas internasional untuk menekan Houthi untuk menerima dan datang ke meja perundingan dan koalisi yang dipimpin Saudi akan terus menghadapi serangan Houthi dengan tanggapan yang diperlukan."

Houthi meningkatkan serangan drone dan rudal di Arab Saudi, termasuk di fasilitas minyak. Houthi juga melancarkan serangan darat untuk merebut wilayah Marib yang kaya gas di Yaman.

Koalisi Saudi menanggapi dengan serangan udara di fasilitas militer Houthi.

Houthi menuntut pencabutan blokade. Koalisi pimpinan Saudi dan badan bantuan menuduh Houthi itu menghalangi upaya bantuan.

Koalisi Saudi mengatakan pelabuhan dan bandara harus diblokade untuk mencegah senjata mencapai Houthi yang menguasai ibu kota dan daerah terpadat itu.

Pengumuman Riyadh tidak merinci rute udara mana yang akan diizinkan ke Sanaa, atau apakah impor melalui pelabuhan Hodeidah akan dikenakan pra-otorisasi tambahan.

Perserikatan Bangsa-Bangsa telah menyiapkan mekanisme di Djibouti untuk memeriksa kapal sebelum mereka berlabuh di pelabuhan Hodeidah, tetapi kapal perang koalisi menahan sebagian besar kapal bantuan itu meskipun ada izin PBB.

Pangeran Faisal mengatakan pendapatan pajak dari pelabuhan akan masuk ke rekening bank bersama di cabang bank sentral Yaman di Hodeidah.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
130 Orang Ditangkap...
130 Orang Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Para Pejabat Berbagai Kementerian
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
AS Pertimbangkan Tarik...
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Diperiksa 4 Jam, Mantan...
Diperiksa 4 Jam, Mantan Menpora Dito Ariotedjo Dicecar 10 Pertanyaan KPK soal Kunjungan ke Arab Saudi
Bawa Pikap Ayahnya,...
Bawa Pikap Ayahnya, Bocah 11 Tahun Tabrak Iringan Peziarah dan Tewaskan 8 Orang
Horor! Demonstran Bakar...
Horor! Demonstran Bakar Diri hingga Tewas di Depan Markas Besar PBB New York
Rekomendasi
Bukan Sekadar Rumah...
Bukan Sekadar Rumah Sudut, Ini Alasan Rumah Hoek Selalu Diburu
Pertamina NRE Akselerasi...
Pertamina NRE Akselerasi Pembangunan PLTS di Lahan Pascatambang PTBA
Substitute Wife of the...
Substitute Wife of the Tycoon Tayang di V+Short, Microdrama China yang Penuh Intrik Keluarga
Berita Terkini
IAEA Yakin Persediaan...
IAEA Yakin Persediaan Uranium yang Diperkaya Masih Tersimpan di Fasilitas Nuklir Iran
1.022 Bayi Termasuk...
1.022 Bayi Termasuk dari 21.500 Anak yang Tewas Selama Genosida 1.000 Hari di Gaza
Gelombang Panas Terus...
Gelombang Panas Terus Terjadi, Warga Prancis Serbu Supermarket, Berebut Beli AC
Jenazah Anggota Keluarga...
Jenazah Anggota Keluarga Khamenei akan Dimakamkan, Termasuk Cucunya Umur 3 Tahun
Uni Eropa Sembunyikan...
Uni Eropa Sembunyikan 17 File Rahasia Gaza, PBB Sebut Israel Lakukan Genosida
Diplomat AS Ingin Ubah...
Diplomat AS Ingin Ubah Taiwan Jadi Sarang Lebah Drone
Infografis
4 Kesepakatan Bersejarah...
4 Kesepakatan Bersejarah Amerika Serikat-Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved