Tidak Gratis, Gedung Putih Kutip Rp2,4 Juta dari Wartawan untuk Tes COVID

loading...
Tidak Gratis, Gedung Putih Kutip Rp2,4 Juta dari Wartawan untuk Tes COVID
Gedung Putih akan mengenakan biaya tes COVID-19 harian kepada wartawan. Foto/Washington Post
WASHINGTON - Pemerintahan Joe Biden dilaporkan akan memungut biaya sebesar USD170 atau sekitar Rp2,4 juta untuk tes COVID-19 harian dari para wartawan . Kebijakan ini pun memicu kemarahan di antara wartawan, beberapa mencatat bahwa langkah itu dapat menambah biaya redaksi.

Washington Post melaporkan bahwa kantor pers Gedung Putih akan mulai menjalankan kebijakan itu pada minggu depan, mengamati bahwa biaya itu secara efektif adalah jumlah "biaya masuk" bagi jurnalis yang meliput pemerintah.

"Sementara Gedung Putih telah menyerap biaya pengujian hingga saat ini, setelah hampir satu tahun pengujian harian telah menjadi beban keuangan bagi pemerintah," tulis Washington Post, mendorong outlet berita untuk membayar tagihan tersebut.



Asosiasi Koresponden Gedung Putih (WHCA), badan yang mewakili wartawan dan mengatur kredensial, dan sejumlah jurnalis telah membunyikan peringatan atas proposal tersebut. Beberapa menyarankan langkah tersebut akan mengganggu warga AS untuk tetap mendapat informasi, dan bahkan mungkin melanggar hak kebebasan berbicara.



"WHCA telah mengungkapkan ketakutan bahwa biayanya dapat menjadi penghalang bagi beberapa jurnalis yang meliput Gedung Putih, yang pada akhirnya dapat merugikan hak publik untuk mengetahui (informasi)," kata asosiasi tersebut dalam sebuah memo pada Jumat malam, menurut Max Tani dari Daily Beast.

"Kami yakin bahwa pembangunan infrastruktur keamanan unik yang mengelilingi Gedung Putih, untuk memasukkan persyaratan pengujian harian baru ini, harus jatuh pada pemerintah, bukan jurnalis yang bekerja untuk menginformasikan kepada publik," sambung pernyataan itu seperti dikutip dari Russia Today, Sabtu (27/2/2021).

Baca juga: Antrean Panjang Terlihat Saat Beijing Gelar Tes Covid-19 Massal

Tani kemudian mengingatkan sumpah dari sekretaris pers Gedung Putih Jen Psaki untuk membawa kebenaran dan transparansi kembali ke ruang rapat. Menurutnya membuat biaya liputan yang sangat mahal bagi outlet media yang lebih kecil untuk meliput kepresidenan Joe Biden tidak sejalan dengan janji tersebut.

Senada dengan Washington Post, koresponden kebijakan luar negeri Reuters Idrees Ali mengamati bahwa tim berita beranggotakan delapan orang - ukuran umum untuk kru TV - akan menelan biaya USD1.360 atau sekitar Rp19,4 juta hanya untuk satu hari liputan di bawah skema baru, yang disebut sebagai "kegilaan" oleh penulis Mississippi Free Press dan fotografer Ashton Pittman.



Meskipun outlet berita sering mengeluarkan banyak biaya yang terkait dengan meliput administrasi kepresidenan - membayar makanan, kursi di Air Force One dan ruang kantor sementara untuk perjalanan di luar DC, misalnya - masalah kesehatan dan keselamatan biasanya ditanggung oleh pembayar pajak.

Baca juga: Ancam Jurnalis, Wakil Sekretaris Pers Gedung Putih Diskors

Namun, sementara berita itu ditanggapi dengan kekhawatiran di seluruh media, pemerintah dilaporkan akan membuat sejumlah pengecualian terhadap aturan baru tersebut, menurut memo WHCA. Tes harian akan tetap gratis untuk reporter yang meliput presiden dan wakil presiden, serta ibu negara dan suami wakil presiden. Mereka yang diberi "kursi ruang pengarahan yang ditetapkan" juga akan tetap menerima pemeriksaan gratis, sementara mereka yang tidak memenuhi syarat akan diizinkan untuk membawa "tes luar" yang lebih murah selama memenuhi standar tertentu.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top