Iran Ancam Akhiri Kesepakatan dengan IAEA

loading...
Iran Ancam Akhiri Kesepakatan dengan IAEA
Iran ancam akhiri kesepakatan dengan IAEA. Foto/Kolase/Sindonews
WINA - Iran mengancam untuk mengakhiri kesepakatan yang dicapai dengan pengawas nuklir PBB akhir pekan lalu jika dewan badan tersebut mendukung dorongan yang dipimpin Amerika Serikat (AS) untuk mengkritik Teheran minggu depan.

AS menginginkan resolusi untuk mengungkapkan keprihatinan Dewan yang mendalam sehubungan dengan kerja sama Iran dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Itu tertuang dalammakalahyang dikirim ke negara-negara anggota IAEA jelang pertemuan triwulanan Dewan Gubernur pengawas nuklir PBB itu pada minggu depan.

Iran dan IAEAberhasil mencapai kesepakatan pada pekan lalu yang untuk sementara waktu menyelamatkan pemantauan atas kegiatan nuklirnya.

Baca juga: IAEA-Iran Capai Kesepakatan Sementara Soal Verifikasi Fasilitas Nuklir





Dalam makalahnya, AS mengatakan dewan harus meminta Iran untuk mengakhiri pelanggaran kesepakatan dan bekerja sama dengan IAEA guna menjelaskan bagaimana partikel uranium ditemukan di situs lama yang tidak diumumkan. Temuan ini pertama kali dilaporkan oleh Reuters dan dikonfirmasi dalam laporan IAEA minggu ini.

"Iran menganggap langkah ini sebagai tindakan yang merusak dan menganggapnya sebagai akhir dari Kesepakatan Bersama pada 21 Februari 2021 antara Badan dan Republik Islam Iran," kata Iran dalam makalahnya sendiri yang dikirim ke negara lain mengacu pada kesepakatan akhir pekan dengan ketua IAEA Rafael Grossi.

"Hal itu, pada gilirannya, dapat menyebabkan komplikasi lebih lanjut dalam kaitannya dengan JCPOA," sambung laporan itu merujuk pada perjanjian nuklir 2015 seperti dikutip dari Metro, Jumat (26/2/2021).

Baca juga: IAEA Temukan Jejak Uranium di Dua Situs Nuklir Iran

Laporan itu menambahkan bahwa Prancis, Inggris, Jerman dan Amerika Serikat telah mengungkapkan rencana mereka untuk resolusi dewan.



Para diplomat mengatakan masih belum jelas apakah dewan gubernur IAEA akan mengadopsi resolusi tersebut. Pada bulan Juni, setelah IAEA mengatakan Iran telah menolak aksesnya untuk inspeksi sekejap di dua situs di mana kemudian menemukan partikel uranium, dewan mengeluarkan resolusi yang menyerukan Iran untuk mengalah. Namun Rusia dan China menentangnya.

Iran belum mencantumkan langkah-langkah yang berhenti diterapkan minggu ini tetapi itu termasuk apa yang disebut Protokol Tambahan yang memungkinkan IAEA untuk melakukan inspeksi cepat di lokasi yang tidak diumumkan.

Baca juga: Eropa Desak Iran Lanjutkan Kerjasama dengan IAEA

Kesepakatan akhir pekan lalu menyimpan rekaman data tambahan seperti yang ditentukan oleh kesepakatan 2015 hingga tiga bulan, dengan IAEA berpotensi mengaksesnya di akhir.
(ian)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top