Biden Bekukan Penjualan Senjata ke Arab Saudi dan UEA
Kamis, 28 Januari 2021 - 04:33 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: UEA Borong 50 Jet F-35 dan 18 Drone, AS Raup Rp324 Triliun
"Ini adalah tindakan administratif rutin yang khas untuk hampir semua transisi, dan menunjukkan komitmen Administrasi untuk transparansi dan tata kelola yang baik, serta memastikan penjualan senjata AS memenuhi tujuan strategis kami untuk membangun mitra keamanan yang lebih kuat, dapat dioperasikan, dan lebih mampu," kata juru bicara itu seperti dikutip dari Middle East Eye, Kamis (28/1/2021).
Tidak jelas berapa lama pembekuan tersebut akan diberlakukan.
Namun, meskipun ada pembekuan, pejabat AS mengatakan kepada WSJ bahwa peninjauan penjualan itu tidak biasa, dan meskipun ada jeda, banyak transaksi kemungkinan akan dilanjutkan.
Saat kampanye, Biden berjanji untuk mengakhiri dukungan AS untuk perang yang dipimpin Saudi di Yaman, dan memastikan senjata Amerika tidak digunakan untuk memicu konflik.
Baca juga: UEA Teken Kesepakatan dengan AS untuk Beli 50 F-35 dan 18 Drone Tempur
"Presiden terpilih telah menjelaskan bahwa kami akan mengakhiri dukungan kami untuk kampanye militer yang dipimpin oleh Arab Saudi di Yaman, dan saya pikir kami akan mengerjakannya dalam waktu yang sangat singkat," kata Blinken pekan lalu selama sidang konfirmasi di Senat AS.
Kelompok hak asasi manusia telah mengkritik keras kesepakatan senjata dengan negara-negara Teluk. Mereka mengatakan bahwa senjata-senjata itu digunakan dalam perang di Yaman, negara yang menghadapi apa yang digambarkan oleh PBB sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia.
"Ini adalah tindakan administratif rutin yang khas untuk hampir semua transisi, dan menunjukkan komitmen Administrasi untuk transparansi dan tata kelola yang baik, serta memastikan penjualan senjata AS memenuhi tujuan strategis kami untuk membangun mitra keamanan yang lebih kuat, dapat dioperasikan, dan lebih mampu," kata juru bicara itu seperti dikutip dari Middle East Eye, Kamis (28/1/2021).
Tidak jelas berapa lama pembekuan tersebut akan diberlakukan.
Namun, meskipun ada pembekuan, pejabat AS mengatakan kepada WSJ bahwa peninjauan penjualan itu tidak biasa, dan meskipun ada jeda, banyak transaksi kemungkinan akan dilanjutkan.
Saat kampanye, Biden berjanji untuk mengakhiri dukungan AS untuk perang yang dipimpin Saudi di Yaman, dan memastikan senjata Amerika tidak digunakan untuk memicu konflik.
Baca juga: UEA Teken Kesepakatan dengan AS untuk Beli 50 F-35 dan 18 Drone Tempur
"Presiden terpilih telah menjelaskan bahwa kami akan mengakhiri dukungan kami untuk kampanye militer yang dipimpin oleh Arab Saudi di Yaman, dan saya pikir kami akan mengerjakannya dalam waktu yang sangat singkat," kata Blinken pekan lalu selama sidang konfirmasi di Senat AS.
Kelompok hak asasi manusia telah mengkritik keras kesepakatan senjata dengan negara-negara Teluk. Mereka mengatakan bahwa senjata-senjata itu digunakan dalam perang di Yaman, negara yang menghadapi apa yang digambarkan oleh PBB sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia.
Lihat Juga :