Dukung ISIS, Tentara AS Ingin Membom Pasukan AS dan Serang Monumen 9/11

Rabu, 20 Januari 2021 - 09:00 WIB
loading...
Dukung ISIS, Tentara...
Para tentara Amerika Serikat. Foto/REUTERS/Bryan Woolston
A A A
WASHINGTON - Seorang tentara Amerika Serikat (AS) telah ditangkap atas tuduhan terorisme. Dia menyatakan dukungannya kepada kelompok ISIS dan berencana membom gedung-gedung untuk membunuh pasukan Amerika serta merencanakan serangan terhadap Monumen Peringatan 9/11.

Cole James Bridges, 20, asal Ohio, ditahan di Georgia pada hari Selasa (19/1/2021). Dia didakwa memberikan bantuan kepada organisasi teroris asing dan percobaan pembunuhan terhadap para anggota dinas militer AS. Hal itu diumumkan Kantor Kejaksaan AS dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Jelang Pelantikan Biden, Toko Senjata Seluruh AS Kewalahan Penuhi Permintaan

Menurut pengaduan pidana di Pengadilan Federal Manhattan, tentara yang juga dikenal sebagai Cole Gonzales tersebut telah menyatakan dukungannya untuk kelompok teroris Islamic State (IS) yang sebelumnya bernama ISIS atau ISIL di media sosial.

Setelah bergabung dengan Angkatan Darat AS pada akhir 2019, Bridges mulai tanpa sadar berkomunikasi dengan anggota FBI (Biro Investigasi Federal) pada Oktober tahun lalu, di mana pegawai biro tersebut menyamar sebagai pendukung ISIS yang mengaku berhubungan dengan kelompok teroris di Timur Tengah.

Tentara itu kemudian dilaporkan menggunakan pelatihan militernya untuk memandu para milisi ISIS tentang potensi serangan di New York City, termasuk pada 9/11 Memorial (Monumen Peringatan 9/11).

Pada Desember 2020, Bridges diduga memberikan diagram "manuver militer tertentu" untuk membantu milisi ISIS memaksimalkan serangan mematikan terhadap pasukan AS dan dia juga bersumpah setia kepada kelompok teroris itu dalam video.

Menurut dokumen pengaduan, dia menyarankan militan ISIS harus memasang kawat pada bangunan tertentu dengan bahan peledak untuk membunuh pasukan Amerika.

"Seperti yang dituduhkan, Cole Bridges mengkhianati sumpah yang dia ucapkan untuk membela Amerika Serikat dengan mencoba memberi ISIS nasihat militer taktis untuk menyergap dan membunuh sesama anggota dinasnya," kata Jaksa Manhattan, Audrey Strauss, seperti dikutip Russia Today.

Baca juga: Pejabat Trump: Indonesia dan Israel Hampir Normalisasi, tapi Waktu Habis

Jika terbukti bersalah, Bridges menghadapi hukuman maksimal 20 tahun penjara untuk setiap kejahatan yang dituduhkannya. Dia dijadwalkan untuk hadir di pengadilan federal di Georgia pada hari Kamis (22/1/2021).
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Trump Mendadak Batal...
Trump Mendadak Batal Bombardir Iran Besar-besaran, Israel Terkejut
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Piala Dunia 2026: Saat...
Piala Dunia 2026: Saat Sepak Bola Jadi Mesin Uang FIFA
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz
Trump Ungkap Heli Tempur...
Trump Ungkap Heli Tempur Apache AS Ditembak Jatuh Iran Pakai Drone
Rekomendasi
Resmi Rujuk, Pihak Clara...
Resmi Rujuk, Pihak Clara Shinta Sebut Ada Konsekuensi Jika Suami Langgar Perjanjian Damai
Polda Metro Jaya Kawal...
Polda Metro Jaya Kawal Demo Mahasiswa di Jakarta, Aparat Tak Bawa Senpi
Maraton Microdrama Makin...
Maraton Microdrama Makin Seru di V+Short, Simak Rekomendasinya!
Berita Terkini
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved