COVID-19 Mengamuk di AS, Rumah Duka California Kehabisan Ruangan
Minggu, 03 Januari 2021 - 12:41 WIB
loading...
A
A
A
Untuk mengatasi meluapnyajenazah korban COVID-19, Maldonado telah menyewa lemari es tambahan setinggi 15 meter untuk dua dari empat fasilitas yang ia jalankan di Los Angeles dan distrik sekitarnya. Continental juga telah menunda penjemputan di rumah sakit selama satu atau dua hari saat mereka berurusan dengan klien perumahan.
Bob Achermann, direktur eksekutif Asosiasi Direktur Pemakaman California, mengatakan bahwa seluruh proses penguburan dan kremasijenazah telah melambat, termasuk membalsemjenazah dan mendapatkan sertifikat kematian. Selama waktu normal, kremasi mungkin dilakukan dalam satu atau dua hari; sekarang dibutuhkan setidaknya satu minggu atau lebih.(Baca juga: Ratusan Warga Israel Terinfeksi COVID-19 Setelah Disuntik Vaksin Pfizer )
"Di bagian selatan, setiap rumah duka yang saya ajak bicara mengatakan, 'Kami mendayung secepat yang kami bisa,'" ujarnya.
"Volumenya luar biasa dan mereka takut tidak akan bisa mengimbanginya," imbuhnya. "Dan lonjakan terburuk masih bisa terjadi di depan kita," tukasnya.
Los Angeles County, episentrum krisis di California, telah melampaui 10.000 kematian karena COVID-19 saja.
Bob Achermann, direktur eksekutif Asosiasi Direktur Pemakaman California, mengatakan bahwa seluruh proses penguburan dan kremasijenazah telah melambat, termasuk membalsemjenazah dan mendapatkan sertifikat kematian. Selama waktu normal, kremasi mungkin dilakukan dalam satu atau dua hari; sekarang dibutuhkan setidaknya satu minggu atau lebih.(Baca juga: Ratusan Warga Israel Terinfeksi COVID-19 Setelah Disuntik Vaksin Pfizer )
"Di bagian selatan, setiap rumah duka yang saya ajak bicara mengatakan, 'Kami mendayung secepat yang kami bisa,'" ujarnya.
"Volumenya luar biasa dan mereka takut tidak akan bisa mengimbanginya," imbuhnya. "Dan lonjakan terburuk masih bisa terjadi di depan kita," tukasnya.
Los Angeles County, episentrum krisis di California, telah melampaui 10.000 kematian karena COVID-19 saja.
Lihat Juga :