Trump Masih Bersikeras Bahwa Pemilu AS Telah Dicurangi

loading...
Trump Masih Bersikeras Bahwa Pemilu AS Telah Dicurangi
Dalam wawancara TV pertama sejak kalah dalam pemilu, Presiden AS, Donald Trump bersikeras tidak akan meninggalkan teori konspirasinya tentang penipuan surat suara massal. Foto/REUTERS
WASHINGTON - Dalam wawancara TV pertama sejak kalah dalam pemilihan umum (pemilu), Presiden Amerika Serikat (AS) , Donald Trump mengindikasikan bahwa dia tidak akan pernah menyerah kepada Joe Biden. Dia juga bersikeras tidak akan meninggalkan teori konspirasinya tentang penipuan surat suara massal.

“Ini tidak seperti Anda akan berubah pikiran. Pikiran saya tidak akan berubah dalam enam bulan," kata Trump saat melakukan wawancara dengan Fox News, seperti dilansir Al Arabiya pada Senin (30/11/2020).

“Pemilu ini curang. Pemilu ini benar-benar kecurangan. Kami memenangkan pemilihan dengan mudah," sambungnya, tanpa memberikan bukti konkret mengenai klaimnya tersebut. ( Baca juga: Transaksi Black Friday di Amerika Serikat Diperkirakan Naik 5,2% )

Terlepas dari serangan Trump yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap validitas sistem pemilu AS, tim hukumnya belum memberikan bukti apa pun yang dapat digunakan di pengadilan. Kasus demi kasus telah ditolak oleh hakim di seluruh negeri.



Penolakan terbaru datang dari Mahkamah Agung Pennsylvania, yang pada hari Sabtu menolak gugatan yang diajukan oleh pendukung Trump yang berusaha untuk menggugat kemenangan Biden di negara bagian tersebut.

"Kami mencoba memasukkan bukti dan hakim tidak akan mengizinkan kami melakukannya. Kami sedang mencoba. Kami punya banyak bukti," ucapnya. ( Baca juga: Jadi Sejarah AS, Biden Tunjuk Tim Komunikasi yang Semuanya Perempuan )

Mengabaikan batasan biasa antara kantornya dan sistem peradilan, dan penegakan hukum, Trump mengeluh bahwa Departemen Kehakiman dan FBI tidak membantunya.



Dia mempertanyakan maksud Mahkamah Agung jika mereka tidak turun tangan dalam kasua ini. “Kami harus didengar oleh Mahkamah Agung. Sesuatu harus bisa naik ke sana. Kalau tidak, apa itu Mahkamah Agung? tanya Trump.

Di akhir wawancara, Trump mengatakan bahwa tidak ada batas waktu dalam upayanya menuntut keadilan dalam pemilu dan dia merasa masih bisa memenangkan pemilu, dan kembali duduk di Gedung Putih.
ReplyForward
(esn)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top