Trump: Biden Hanya Bisa Masuk Gedung Putih Jika Membuktikan 80 Juta Suara Sah

Sabtu, 28 November 2020 - 06:39 WIB
loading...
Trump: Biden Hanya Bisa Masuk Gedung Putih Jika Membuktikan 80 Juta Suara Sah
Presiden AS Donald Trump mengatakan Joe Biden hanya bisa masuk ke Gedung Putih jika membuktikan 80 juta suara sah. Foto/The New York Times
A A A
WASHINGTON - Presiden petahana Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menegaskan bahwa ada "persyaratan" bagi Joe Biden untuk bisa masuk ke Gedung Putih . Melalui akun Twitternya, Trump mengatakan hanya ada satu cara yang mungkin bagi Joe Biden untuk bisa membawanya masuk ke Gedung Putih.

(Baca juga : Negara Konsumen Soft Drink Terbanyak di Dunia, Tebak Mana Saja? )

"Biden hanya dapat memasuki Gedung Putih sebagai Presiden jika dia dapat membuktikan bahwa '80.000.000 suara konyolnya' tidak diperoleh secara curang atau ilegal. Ketika Anda melihat apa yang terjadi di Detroit, Atlanta, Philadelphia & Milwaukee, penipuan pemilih besar-besaran, dia mendapat masalah yang tak terpecahkan!" tweet Trump.

(Baca juga : 2.035 WNI Positif Covid-19 di Luar Negeri, Berikut Ini Sebarannya )

Twitter telah menandai postingan Trump dengan peringatan yang mengatakan: "Klaim tentang penipuan pemilu ini diperdebatkan" seperti dikutip dari Sputnik, Sabtu (28/11/2020).



Sebelumnya, Trump mengatakan kepada media awal pekan ini bahwa dia "pasti akan meninggalkan" Gedung Putih jika Electoral College mengesahkan Biden sebagai pemenang dalam pemilihan presiden (pilpres) 2020 .

"Ini akan menjadi hal yang sangat sulit untuk diterima", tambah Trump. Dia juga mengatakan bahwa jika Electoral College memilih Biden, itu akan menjadi "kesalahan".(Baca juga: Trump Bersedia Kosongkan Gedung Putih dengan Syarat )

Setelah pemilu 3 November lalu, media arus utama AS mengumumkan Joe Biden sebagai pemenang. Meskipun begitu, Trump mengklaim bahwa kemenangan itu akan menjadi miliknya jika bukan karena pelanggaran besar selama pemungutan suara melalui surat dan "kecurangan".

(Baca juga : Begini Menyemir Rambut dan Pilihan Warna Sesuai Sunnah Nabi )

Tim kampanye Trump telah mengajukan beberapa tuntutan hukum di negara-negara bagian yang menjadi medan pertempuran utama di mana mereka mengklaim kecurangan massal pemilu terjadi.

(Baca juga : Enak Banget! Alicia Keys Cover Lagu Life Goes On BTS )

Pada 27 November, Georgia, Michigan, Nevada, dan Pennsylvania telah mengesahkan hasil pemilu mereka untuk kemenangan Joe Biden. Sedangkan sertifikasi dari negara bagian lain belum diumumkan.(Baca juga: Para PNS Amerika Terancam Pemecatan Massal karena Perintah Trump )

Electoral College akan mengadakan pertemuan pada 14 Desember untuk memilih presiden Amerika Serikat berikutnya.

Meski menghadapi penentangan yang begitu kuat terhadap hasil pemilu dari tim kampanye Trump, proses peralihan kekuasaan ke Biden sudah dimulai. Awal pekan ini, Biden mengumumkan nominasinya untuk posisi kunci dalam pemerintahan AS di masa depan.
(ber)
Baca Berita Terkait Lainnya
Copyright © 2024 SINDOnews.com
All Rights Reserved
read/ rendering in 0.1097 seconds (0.1#10.140)