Skotlandia Tuntut Referendum Kemerdekaan dari Inggris Raya Tahun Depan

loading...
Skotlandia Tuntut Referendum Kemerdekaan dari Inggris Raya Tahun Depan
Menteri Pertama Skotlandia Nicola Sturgeon menuntut referendum kemerdekaan dari Inggris Raya tahun depan. Foto/REUTERS
LONDON - Menteri Pertama Skotlandia Nicola Sturgeon menuntut referendum kemerdekaan untuk kedua kalinya dari Inggris Raya (United Kingdom) secepatnya tahun depan.

Pemimpin Partai Nasional Skotlandia yang pro-kemerdekaan tersebut mengatakan dia mengantisipasi bahwa pemungutan suara akan berlangsung "di bagian awal" parlemen Skotlandia berikutnya, yang dimulai tahun depan.

"Skotlandia harus memiliki kesempatan untuk memilih apakah akan merdeka di awal, atau nanti, menjadi bagian parlemen berikutnya," kata Sturgeon kepada ITV Border, yang dilansir The Times, Jumat (27/11/2020). (Baca: Kapal Coast Guard China dan Kapal Militer Malaysia Berseteru di Laut China Selatan )

Pada referendum 2014, 55 persen suara publik Skotlandia menentang kemerdekaan dan 45 persen suara mendukung kemerdekaan. Namun, dengan keputusan Inggris untuk Brexit (keluar dari Uni Eropa) dan penanganan pemerintah Inggris atas krisis Covid-19 telah mendorong dukungan di antara orang-orang Skotlandia untuk merdeka dari Inggris Raya.



Sebanyak 14 survei opini terakhir menunjukkan bahwa publik Skotlandia mendukung kemerdekaan. Partai Nasional Skotlandia yang dipimpin Sturgeon diharapkan tampil kuat dalam pemilihan parlemen Skotlandia pada Mei mendatang.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, seperti dikutip Reuters, mengatakan referendum kemerdekaan 2014 sangat menentukan dan harus dihormati. Namun, pemerintahnya mengatakan seharusnya tidak ada referendum kemerdekaan lagi dalam waktu dekat. (Baca juga: Ribut di Parlemen Taiwan, Baku Tinju dan Usus Babi Beterbangan )

Sekadar diketahui, Inggris Raya adalah negara kesatuan yang terdiri dari empat negara; Inggris, Skotlandia, Wales dan Irlandia Utara.
(min)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top