Pejabat Israel Bertemu Petinggi Arab yang Menyamar Seperti Wanita

loading...
Pejabat Israel Bertemu Petinggi Arab yang Menyamar Seperti Wanita
Mantan Kepala Mossad Danny Yatom. Foto/REUTERS
TEL AVIV - Mantan kepala badan intelijen Israel , Mossad, Danny Yatom mengungkap bahwa mantan perdana menteri (PM) Israel rutin bertemu para pemimpin Arab secara rahasia.

Menurut Yatom, kadang kala para pemimpin Arab itu menyamar dengan pakaian wanita.

Saat berbicara pada stasiun radio Israel, dia memberi contoh pertemuan dengan para pemimpin Arab itu termasuk mendingan Menteri Luar Negeri (Menlu) Suriah Walid Muallem, mendingan Raja Yordania Hussein dan saudara kandungnya Pangeran Hassan.

Ketika dia mengomentari kunjungan rahasia PM Israel Benjamin Netanyahu ke Arab Saudi dan bertemu Putra Mahkota Mohammad Bin Salman (MBS), Yatom mengatakan pertemuan semacam itu sering terjadi pada malam hari dan jauh dari pandangan dunia. (Baca Juga: Arab Saudi Jadi Salah Satu Negara Pertama Penerima Vaksin Corona)



Pada satu kesempatan, katanya, mendiang PM Israel Ishak Rabin mengirim dia dan Kepala Staf Ehud Barak ke Washington untuk bertemu Muallem dan mantan Kepala Staf Angkatan Darat Suriah, Hikmat Shehabi, untuk membahas kemungkinan negosiasi perdamaian. (Lihat Infografis: Meski Trump tak Lagi Berkuasa, Iran Tolak Negosiasi Baru)

Menurut Yatom, dia dan Barak menyamar sebagai wanita, mengenakan wig dan pakaian wanita, lalu mereka melakukan penerbangan komersial ke Washington. (Lihat Video: KKP Belum Memberikan Keterangan Terkait Penangkapan Edhy Prabowo)





Muallem merupakan duta besar Suriah untuk Washington pada saat itu. “Muallem berjanji selama pertemuan itu bahwa tidak ada serangan teror yang akan diluncurkan dari Suriah setelah menandatangani kesepakatan damai,” papar Yatom, dilansir Memo.

Memuji pertemuan dengan Putra Mahkota MBS, dia mengatakan bahwa Arab Saudi secara strategis penting bagi Israel.

Arab Saudi tidak memiliki hubungan resmi dengan Israel tetapi memimpin kelompok Sunni dan merupakan negara terbesar di semenanjung Arab.

“Itu sebabnya saya senang dan berterima kasih kepada semua orang yang berkontribusi untuk ini,” tutur Yatom.
(sya)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top