Ethiopia Tegaskan akan Habis-habisan untuk Kepung Ibu Kota Tigray

Minggu, 22 November 2020 - 21:59 WIB
loading...
Ethiopia Tegaskan akan Habis-habisan untuk Kepung Ibu Kota Tigray
Militer Ethiopia mengatakan mereka berencana menggunakan tank untuk mengepung Mekelle, Ibu Kota wilayah Tigray. Foto/REUTERS
A A A
ADDIS ABABA - Militer Ethiopia mengatakan mereka berencana menggunakan tank untuk mengepung Mekelle, Ibu Kota wilayah Tigray. Addis Ababa memperingatkan warga sipil bahwa mereka juga dapat menggunakan artileri di kota itu.

"Fase berikutnya adalah bagian yang menentukan dari operasi tersebut, yaitu mengepung Mekelle menggunakan tank, menyelesaikan pertempuran di daerah pegunungan dan terus maju," kata juru bicara militer Ethiopia, Dejene Tsegaye.

Dejene, seperti dilansir Reuters pada Minggu (22/11/2020), mengatakan warga sipil di Makelle harus waspada, karena bukan tidak mungkin mereka turut menjadi korban. ( Baca juga: Pasukan Tigray Ethiopia Tembakkan Roket-roket ke Ibu Kota Amhara )

"Sejauh ini, kami hanya menyerang target yang di mana hanya terdapat pasukan junta, tetapi dalam kasus Mekelle mungkin berbeda. Kami ingin mengirim pesan kepada publik di Mekelle untuk menyelamatkan diri dari serangan artileri dan membebaskan diri dari junta," ucapnya mengacu pada Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF).

"Junta sekarang melindungi dirinya sendiri dengan bercampur ke dalam masyarakat dan masyarakat harus mengisolasi diri dari junta. Setelah itu, tidak akan ada belas kasihan," tukasnya. ( Baca juga: Ethiopia Tolak Upaya Mediasi Uni Afrika, Bergerak Maju ke Ibu Kota Tigray )

Konflik di Tigray sendiri meletus pada 4 November setelah apa yang digambarkan pemerintah sebagai serangan mendadak terhadap pasukan federal oleh pasukan dari TPLF, partai politik yang mengendalikan Tigray.

Informasi tentang pertempuran itu sangat tambal sulam dan klaim oleh semua pihak sulit untuk diverifikasi karena komunikasi telepon dan internet ke wilayah tersebut telah terputus sejak konflik dimulai.
(esn)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3456 seconds (11.252#12.26)