Duterte Izinkan Pegawai Kesehatan Kerja ke Luar Negeri

Sabtu, 21 November 2020 - 18:03 WIB
loading...
Duterte Izinkan Pegawai...
Para perawat yang baru lulus diambil sumpahnya di Manila, Filipina. Foto/REUTERS
A A A
MANILA - Presiden Filipina Rodrigo Duterte telah mengakhiri larangan pengiriman pekerja medis ke luar negeri. Itu artinya, ribuan perawat bisa bekerja di luar negeri.

"Presiden telah menyetujui pencabutan penangguhan sementara penempatan perawat dan pekerja medis lainnya," ungkap Menteri Tenaga Kerja Filipina Silvestre Bello kepada Reuters.

Bello mengatakan penyebaran virus corona melambat di negara itu dan kondisinya membaik, sehingga pemerintah dapat mengizinkan petugas kesehatannya ke luar negeri.

Filipina memiliki jumlah kasus dan kematian akibat COVID-19 tertinggi kedua di Asia Tenggara, tetapi jumlah kasus harian dan tingkat kematian telah menurun. (Baca Juga: Hampir Satu Juta Warga China Disuntik Vaksin Covid-19 Eksperimen)

“Demi memastikan Filipina memiliki cukup profesional medis untuk terus memerangi pandemi di dalam negeri, hanya 5.000 petugas layanan kesehatan yang akan diizinkan pergi (ke luar negeri) setiap tahun,” papar Bello. (Lihat Infografis: Abdollah Roudaki, Kapal Perang Baru Iran untuk Pecundangi AS)

“Kami mulai hanya dengan maksimal 5.000 orang jadi kami tidak akan kehabisan (tenaga medis), tapi ini mungkin akan meningkat pada akhirnya,” ujar Bello. (Lihat Video: Tampak Bugar, Inilah Video Alm. Ricky Yacobi Sebelum Bertanding)

Tahun lalu, hampir 17.000 perawat menandatangani data kontrak kerja di luar negeri dari Komisi Pendidikan Tinggi dan Administrasi Pekerjaan Luar Negeri Filipina.



Pemerintah pada April melarang perawat, dokter, dan pekerja medis lainnya pergi ke luar negeri, dengan alasan mereka dibutuhkan untuk memerangi krisis virus corona di Filipina.

“Ribuan petugas kesehatan, yang menyebut diri mereka "priso-nurses", telah mendesak pemerintah mengizinkan mereka mengambil pekerjaan di luar negeri,” ungkap laporan Reuters pada September.

Para perawat mengatakan bahwa mereka merasa dibayar rendah, dihargai rendah, dan tidak terlindungi di Filipina.

“Pencabutan larangan perjalanan merupakan perkembangan yang disambut baik,” ungkap Maristela Abenojar, Presiden Filipino Nurses United.

Dia menantang pemerintah mewujudkan komitmennya untuk memberikan gaji dan tunjangan yang lebih baik jika pemerintah ingin para pekerja medis tetap tinggal.

Petugas kesehatan Filipina berada di garis depan pandemi di rumah sakit di Amerika Serikat, Eropa dan Timur Tengah serta di dalam negeri.

Kasus virus corona baru di Filipina tetap di bawah 2.000 sejak 10 November, sementara kematian yang berjumlah 8.025 pada 20 November hanya setara 1,93% dari 415.067 kasus di negara itu.

Hunian tempat tidur rumah sakit juga telah berkurang dari level kritis. Pemerintah secara bertahap melonggarkan pembatasan karantina untuk membangkitkan kembali ekonomi yang dilanda virus corona.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
Gempa Magnitudo 8,1...
Gempa Magnitudo 8,1 Guncang Filipina, Peringatan Tsunami Dikeluarkan, Warga Kocar-kacir Selamatkan Diri
Siapa Adam Hamawy? Dokter...
Siapa Adam Hamawy? Dokter Bedah AS yang Pernah Bertugas di Gaza dan Terpiih sebagai Anggota Kongres
Bermusuhan dengan China,...
Bermusuhan dengan China, Negara Tetangga Indonesia Ini Tingkatkan Anggaran Militernya
Diburu ICC, Sekutu Duterte...
Diburu ICC, Sekutu Duterte Diperingatkan Tak Kabur dari Filipina
Berkonflik dengan Presiden...
Berkonflik dengan Presiden Marcos Jr, Wapres Sara Duterte Terancam Dimakzulkan
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
Korban Tewas Gempa M7,8...
Korban Tewas Gempa M7,8 di Filipina Bertambah Menjadi 41 Orang
Ngamuk! Iran Gempur...
Ngamuk! Iran Gempur Pangkalan Armada Ke-5 AS di Bahrain, Tembak Jatuh Drone MQ-9
Rekomendasi
Tuduhan ke AHY terkait...
Tuduhan ke AHY terkait SPPG Dinilai Tak Proporsional, Pengamat: Publik Harus Rasional
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
Berita Terkini
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
5 Fakta Krisis Timur...
5 Fakta Krisis Timur Tengah Membara, Apache Ditembak Jatuh hingga 3 Negara Arab Dirudal Iran
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
Pakar Militer Klaim...
Pakar Militer Klaim Iran Ingin Memulihkan Daya Tolak Terhadap Serangan AS
Infografis
Curacao, Negara Terkecil...
Curacao, Negara Terkecil yang Lolos ke Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved