Netanyahu Ucapkan Selamat pada Biden, Terima Kasih pada Trump
Minggu, 08 November 2020 - 20:49 WIB
loading...
Netanyahu mengucapkan selamat kepada Biden atas kemenangannya dalam pemilu AS dan mengucapkan terima kasih kepada Trump atas kebijakan-kebijakan yang menguntungkan Israel. Foto/REUTERS
A
A
A
TEL AVIV - Perdana Menteri Israel , Benjamin Netanyahu mengucapkan selamat kepada Joe Biden atas kemenangannya dalam pemilihan umum (pemilu) Amerika Serikat (AS). Dia juga mengucapkan terima kasih kepada Donald Trump atas kebijakan-kebijakan yang menguntungkan Israel.
Melalui akun Twitternya, Netanyahu mengatakan bahwa dia berharap dapat bekerja sama dengan pemerintahan AS yang baru dan dapat memperkuat aliansi antara kedua kedua negara. ( Baca juga: Joe Biden Menangi Pilpres AS, AHY: Semangat Baru Partai Demokrat )
"Selamat Joe Biden dan Kamala Harris. Joe, kami telah memiliki hubungan pribadi yang panjang dan hangat selama hampir 40 tahun, dan saya mengenal Anda sebagai teman baik Israel. Saya berharap dapat bekerja sama dengan Anda berdua untuk lebih memperkuat spesial aliansi antara AS dan Israel," kata Netanyahu.
Netanyahu, seperti dilansir Reuters pada Minggu (8/11/2020), kemudian mengucapkan terima kasih kepada Trump, khususnya atas pengakuan AS terhadap Yerusalem dan Dataran Tinggi Golan.
"Terima kasih Trump atas persahabatan yang telah Anda tunjukkan pada negara Israel dan saya secara pribadi, untuk mengakui Yerusalem dan Golan, untuk membela Iran, untuk perjanjian perdamaian bersejarah dan untuk membawa aliansi Amerika-Israel ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya," ungkapnya.
Sejumlah pengamat memprediksi hubungan antara AS dan Israel tidak akan sehangat saat Trump memerintah, mengingat bagaimana tegangnya hubungan antara Washington dan Tel Aviv di masa pemerintahan Barack Obama. ( Baca juga: Umbar Janji Kepada Muslim AS, Joe Biden Kutip Hadis Nabi )
Perselisihan antara Netanyahu dan pemerintahan baru dapat muncul mengingat janji Biden untuk memulihkan keterlibatan AS dalam kesepakatan nuklir Iran dan kemungkinan penolakan Gedung Putih terhadap pemukiman Israel di tanah Palestina.
Melalui akun Twitternya, Netanyahu mengatakan bahwa dia berharap dapat bekerja sama dengan pemerintahan AS yang baru dan dapat memperkuat aliansi antara kedua kedua negara. ( Baca juga: Joe Biden Menangi Pilpres AS, AHY: Semangat Baru Partai Demokrat )
"Selamat Joe Biden dan Kamala Harris. Joe, kami telah memiliki hubungan pribadi yang panjang dan hangat selama hampir 40 tahun, dan saya mengenal Anda sebagai teman baik Israel. Saya berharap dapat bekerja sama dengan Anda berdua untuk lebih memperkuat spesial aliansi antara AS dan Israel," kata Netanyahu.
Netanyahu, seperti dilansir Reuters pada Minggu (8/11/2020), kemudian mengucapkan terima kasih kepada Trump, khususnya atas pengakuan AS terhadap Yerusalem dan Dataran Tinggi Golan.
"Terima kasih Trump atas persahabatan yang telah Anda tunjukkan pada negara Israel dan saya secara pribadi, untuk mengakui Yerusalem dan Golan, untuk membela Iran, untuk perjanjian perdamaian bersejarah dan untuk membawa aliansi Amerika-Israel ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya," ungkapnya.
Sejumlah pengamat memprediksi hubungan antara AS dan Israel tidak akan sehangat saat Trump memerintah, mengingat bagaimana tegangnya hubungan antara Washington dan Tel Aviv di masa pemerintahan Barack Obama. ( Baca juga: Umbar Janji Kepada Muslim AS, Joe Biden Kutip Hadis Nabi )
Perselisihan antara Netanyahu dan pemerintahan baru dapat muncul mengingat janji Biden untuk memulihkan keterlibatan AS dalam kesepakatan nuklir Iran dan kemungkinan penolakan Gedung Putih terhadap pemukiman Israel di tanah Palestina.
(esn)
Lihat Juga :