Dituduh Injak Al-Qur'an, Seorang Pria Dipukuli hingga Tewas lalu Dibakar

loading...
Dituduh Injak Al-Quran, Seorang Pria Dipukuli hingga Tewas lalu Dibakar
Ilustrasi korban pembunuhan. Foto/SINDOnews.com
A+ A-
DHAKA - Seorang pria di Bangladesh dipukuli ratusan orang hingga tewas dan kemudian dibakar. Korban dibunuh massa setelah dituduh menista kitab suci Al-Qur'an dengan menginjaknya.

Massa awalnya menangkap dua pria setelah mereka dituduh menginjak salinan Al-Qur'an di masjid Burimari Jame di kota Burimari, dekat perbatasan dengan India. Menurut polisi, kedua pria tersebut sebenarnya telah ditempatkan di sebuah lokasi di kantor pemerintah kota untuk perlindungan mereka. (Baca: Inilah Reaksi Dunia atas Serangan Teroris di Gereja Nice, Prancis)

Namun, lanjut polisi, lebih dari 1.000 orang menyerbu kantor pemerintah kota dan petugas polisi menembakkan 17 peluru dalam upaya untuk menenangkan kerumunan. Tindakan polisi itu tidak bisa menghentikan mereka menangkap salah satu dari kedua pria yang dilindungi di kantor tersebut.

Salah satu pria yang berusia 35 tahun diseret massa, dipukuli hingga tewas. Menurut laporan AFP, Jumat (30/10/2020), massa lantas kantor dan membakar tubuhnya pria itu di jalan. Pria satunya berhasil lolos dari amuka massa, namun mengalami luka-luka.



Insiden itu terjadi di tengah kemarahan yang meningkat di negara mayoritas Muslim itu atas komentar tentang Islam yang dibuat oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron. (Baca juga: HNW: Ikuti Peradilan HAM Eropa, Macron Jangan Biarkan Penistaan Nabi Muhammad)

Puluhan ribu orang ambil bagian dalam demonstrasi anti-Prancis pekan ini di Dhaka dan kota pelabuhan Chittagong. Lebih banyak demonstrasi digelar setelah salat Jumat hari ini.
(min)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top