Kisah Qian Xuesen: Diusir AS, Bantu China Peroleh Senjata Nuklir

loading...
Kisah Qian Xuesen: Diusir AS, Bantu China Peroleh Senjata Nuklir
Patung Qian Xuesen berdiri di China. Dia adalah ilmuwan yang diusir Amerika Serikat dan akhirnya membantu China memperoleh senjata nuklir. Foto/Science
A+ A-
BEIJING - Qian Xuesen merupakan salah satu ilmuwan yang paling berjasa bagi China karena membantu negara itu meluncurkan satelit pertamanya dan memperoleh senjata nuklir. Ilmuwan tersebut membantu negaranya setelah dia diusir atau dideportasi dari Amerika Serikat (AS) yang ketakutan dengan operasi spionase.

Pengusirannya pernah dikecam oleh Dan Kimball, mantan Sekretaris Angkatan Laut AS, yang menggambarkan pengusiran itu sebagai "hal terbodoh yang pernah dilakukan Amerika". (Baca: Media China Sentil Indonesia karena Menentang Klaim China di Laut China Selatan)

Qian Xuesen lahir pada 11 Desember 1911 di Hangzhou, China. Dia meninggal pada 31 Oktober 2009 di Beijing, China.

Qian, warga negara China, pindah ke Amerika Serikat pada tahun 1935 untuk belajar di Massachusetts Institute of Technology, dan kemudian California Institute of Technology.



Dia bergabung dengan sekelompok ilmuwan Amerika, yang dijuluki "pasukan bunuh diri" karena kecerobohan mereka, dan bekerja untuk mengembangkan roket. (Baca: Pompeo: AS Dukung Kedaulatan Indonesia di Laut Natuna!)

Selama Perang Dunia II, kelompok ilmuwan itu bekerja dengan militer Amerika dan Qian Xuesen bergabung dengan Dewan Penasihat Sains Pemerintah AS.

Namun, pada tahun 1949 kubu komunis yang dipimpin oleh Mao Zedong menguasai China dan memicu ketakutan baru bagi AS tentang spionase.



Qian kala itu dicurigai intelijen AS karena menghadiri pertemuan Partai Komunis Pasadena. Menurut penelitian terbaru BBC, dia menjadi anggota partai tersebut pada tahun 1938. (Baca juga: Pakar: Kapal Induk Kedua China Siap Tempur di Laut China Selatan)
halaman ke-1 dari 3
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top