Eropa Khawatirkan Risiko Sengketa Hasil Pemilu Presiden AS
Selasa, 20 Oktober 2020 - 02:02 WIB
loading...
A
A
A
NATO menginginkan komitmen ulang AS yang kuat, apakah Trump atau Biden menang. Negara-negara di Eropa timur, yang selalu waspada terhadap Rusia, ingin janji keamanan AS ditepati, termasuk lebih banyak pasukan di Polandia.
“Ada beberapa kekhawatiran, salah satunya Trump akan terpilih kembali,” kata seorang pejabat senior Uni Eropa. “Kekhawatiran besar lainnya adalah bahwa mungkin ada kekerasan di jalan-jalan di AS setelah pemilu.”
Beberapa pejabat Eropa merasa lebih percaya diri sekarang tentang kemenangan Biden. “Kurasa permainannya hampir selesai,” kata salah satu. “Sudah lama kami mengira Trump akan melakukannya, tetapi sekarang, saya tidak melihatnya.”
Namun di Brussel, para pejabat khawatir kembalinya Trump akan berarti ketegangan selama empat tahun mendatang. Mereka sedang mempersiapkan hasil yang mana pun, sambil berharap hasil yang lebih menguntungkan.
Jika Trump menolak kalah, seorang pejabat berkata, "Itu akan membuat Washington mengalami kelumpuhan politik. Brussels harus melihat seberapa cepat tikus meninggalkan kapal yang tenggelam." Termasuk seberapa cepat Partai Republik menjauhkan diri dari Trump.
“Ada beberapa kekhawatiran, salah satunya Trump akan terpilih kembali,” kata seorang pejabat senior Uni Eropa. “Kekhawatiran besar lainnya adalah bahwa mungkin ada kekerasan di jalan-jalan di AS setelah pemilu.”
Beberapa pejabat Eropa merasa lebih percaya diri sekarang tentang kemenangan Biden. “Kurasa permainannya hampir selesai,” kata salah satu. “Sudah lama kami mengira Trump akan melakukannya, tetapi sekarang, saya tidak melihatnya.”
Namun di Brussel, para pejabat khawatir kembalinya Trump akan berarti ketegangan selama empat tahun mendatang. Mereka sedang mempersiapkan hasil yang mana pun, sambil berharap hasil yang lebih menguntungkan.
Jika Trump menolak kalah, seorang pejabat berkata, "Itu akan membuat Washington mengalami kelumpuhan politik. Brussels harus melihat seberapa cepat tikus meninggalkan kapal yang tenggelam." Termasuk seberapa cepat Partai Republik menjauhkan diri dari Trump.
(sya)
Lihat Juga :