Yordania Tanda Tangani Kesepakatan Buka Wilayah Udara untuk Israel

Sabtu, 10 Oktober 2020 - 00:01 WIB
loading...
Yordania Tanda Tangani Kesepakatan Buka Wilayah Udara untuk Israel
Menteri Transportasi Israel Miri Regev. Foto/Murad Samara/Facebook
A A A
TEL AVIV - Yordania dan Israel sepakat mengoperasikan penerbangan komersial melintasi wilayah udara kedua negara. Pernyataan itu diungkapkan Kementerian Transportasi Israel.

Setelah beberapa tahun negosiasi, kesepakatan itu ditandatangani antara otoritas penerbangan sipil. “Kesepakatan ini akan memperpendek waktu penerbangan dari negara-negara Teluk dan Asia ke tujuan di Eropa dan Amerika Utara, termasuk penerbangan dari Bahrain dan Uni Emirat Arab (UEA),” ungkap pernyataan Kementerian Transportasi Israel.

“Diharapkan kesepakatan itu akan membawa pada pengurangan tarif perjalanan dan menghemat bahan bakar,” papar pernyataan itu.

Menurut laporan Reuters, kementerian menyatakan badan kontrol lalu lintas udara Eropa, Eurocontrol, yang berada di Brussels membantu membuat kesepakatan itu terwujud.

“Kita sekali lagi memecahkan penghalang baru, dan kali ini di udara,” ungkap Menteri Transportasi Israel Miri Regev. (Baca Juga: Partai Demokrat Usulkan Pembentukan Panel Periksa Kesehatan Trump)

Dia menambahkan, “Kita membuka rute-rute baru untuk kerja sama dalam transportasi, ekonomi dan diplomasi dengan negara-negara yang memiliki perbatasan sama dan kepentingan sama dengan kami dan kemitraan dalam visi untuk perdamaian regional.” (Baca Infografis: Kursi Dekat Jendela Pesawat Berisiko Tinggi Tertular Covid-19)

“Sesuai kesepakatan, penerbangan setiap hari akan diizinkan untuk melintas di atas dua negara itu pada malam hari antara pukul 11 malam dan 6 pagi,” ungkap laporan portal berita Ynet. (Lihat Video: Preman Pengancam PNS Menggunakan Ular Diciduk Polisi)

Pada akhir pekan, pembukaan wilayah udara akan diperpanjang menjadi 12 jam, dengan jendela 24 jam selama 12 hari libur per tahun.

Kesepakatan itu tercapai setelah Arab Saudi memberi Abu Dhabi izin memperbolehkan maskapai yang datang dari dan pergi ke semua negara, dan menuju atau pergi ke salah satu bandara UEA, untuk terbang di atas Arab Saudi, termasuk yang berangkat dari Israel yang kerajaan tak punya hubungan resmi dengannya.

Israel dan Yordania telah menjalin hubungan diplomati setelah kesepakatan damai tercapai pada 1994.

Yang terbaru adalah normalisasi hubungan antara UEA, Bahrain dan Israel. Palestina menganggap kesepakatan itu sebagai pengkhianatan atas kepentingan rakyat Palestina.
(sya)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3689 seconds (11.252#12.26)