Viral di Media Sosial, Jet Tempur AS Diduga Jatuh di Iran pada Serangan ke-13
Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:21 WIB
loading...
Viral di media sosial, jet tempur AS diduga jatuh di Iran pada serangan ke-13. Foto/X/Times of India
A
A
A
TEHERAN - Rekaman yang belum diverifikasi yang beredar online diduga menunjukkan sebuah pesawat yang terbakar jatuh di atas Pulau Qeshm Iran dekat Selat Hormuz yang sangat strategis. Itu memicu spekulasi intens tentang apakah pertahanan udara Iran mencetak serangan lain terhadap pasukan Amerika.
Kantor Berita Tasnim Iran, yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), mengatakan insiden tersebut sedang diselidiki tetapi tidak menyebutkan identitas pesawat atau mengkonfirmasi adanya korban jiwa.
Melansir Times of India, beberapa laporan mengklaim pesawat tersebut mungkin adalah drone MQ-9 Reaper, meskipun baik Teheran maupun Washington belum secara resmi mengkonfirmasi insiden tersebut.
Dugaan kecelakaan itu terjadi bersamaan dengan serangan yang dilancarkan Komando Pusat AS untuk malam ke-13 berturut-turut terhadap target militer Iran.
Melansir The National News, setelah insiden jatuhnya jet tempur tersebut, AS tidak melaporkan peluncuran serangan apa pun terhadap Iran pada hari Sabtu.
Dilaporkan CNN bahwa detelah menyerang Iran selama 13 malam berturut-turut, tidak ada pembaruan dari CENTCOM pada hari Jumat. Komando Pusat AS tidak mengumumkan akan melancarkan serangan terhadap Iran pada hari Jumat, setelah membombardir negara itu setiap hari selama hampir dua minggu.
Selama 13 malam terakhir, CENTCOM telah memposting di X bahwa mereka melakukan serangan terhadap target militer di Iran. Tidak ada pengumuman seperti itu pada Jumat malam waktu setempat. CENTCOM bermarkas di Tampa, Florida, yang menggunakan zona waktu Timur.
Tidak jelas apakah itu karena CENTCOM tidak mengambil tindakan militer terhadap Iran pada hari Jumat. CNN telah menghubungi CENTCOM untuk meminta komentar.
Hingga Sabtu pagi waktu setempat, media pemerintah Iran belum melaporkan serangan atau ledakan apa pun di negara itu semalam.
Namun, militer AS menembaki sebuah kapal tanker yang mencoba menerobos blokade pelabuhan Iran, kata seorang pejabat Amerika kepada Reuters pada hari Jumat. Serangan itu melumpuhkan kapal tersebut, tambah pejabat itu.
Presiden AS Donald Trump mengatakan dia belum membuat keputusan tentang apakah akan melancarkan gelombang serangan baru. “Lihat, kami sedang berbicara dengan mereka sekarang. Saya pikir mereka semakin serius seiring berjalannya hari, mungkin karena alasan yang jelas,” katanya. “Kami siap dan siaga. Tetapi kami sedang berbicara dengan mereka... kita lihat apa hasilnya.”
Trump menyampaikan komentar tersebut setelah AS dan Iran saling melancarkan serangan selama hampir dua minggu, menggagalkan kesepakatan sementara untuk mengakhiri permusuhan. Sebagai tanggapan atas serangan AS, Iran mengklaim bahwa mereka menyerang personel dan pangkalan militer Amerika di Bahrain, Kuwait, dan Yordania.
Kantor Berita Tasnim Iran, yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), mengatakan insiden tersebut sedang diselidiki tetapi tidak menyebutkan identitas pesawat atau mengkonfirmasi adanya korban jiwa.
Melansir Times of India, beberapa laporan mengklaim pesawat tersebut mungkin adalah drone MQ-9 Reaper, meskipun baik Teheran maupun Washington belum secara resmi mengkonfirmasi insiden tersebut.
Dugaan kecelakaan itu terjadi bersamaan dengan serangan yang dilancarkan Komando Pusat AS untuk malam ke-13 berturut-turut terhadap target militer Iran.
Melansir The National News, setelah insiden jatuhnya jet tempur tersebut, AS tidak melaporkan peluncuran serangan apa pun terhadap Iran pada hari Sabtu.
Dilaporkan CNN bahwa detelah menyerang Iran selama 13 malam berturut-turut, tidak ada pembaruan dari CENTCOM pada hari Jumat. Komando Pusat AS tidak mengumumkan akan melancarkan serangan terhadap Iran pada hari Jumat, setelah membombardir negara itu setiap hari selama hampir dua minggu.
Selama 13 malam terakhir, CENTCOM telah memposting di X bahwa mereka melakukan serangan terhadap target militer di Iran. Tidak ada pengumuman seperti itu pada Jumat malam waktu setempat. CENTCOM bermarkas di Tampa, Florida, yang menggunakan zona waktu Timur.
Tidak jelas apakah itu karena CENTCOM tidak mengambil tindakan militer terhadap Iran pada hari Jumat. CNN telah menghubungi CENTCOM untuk meminta komentar.
Hingga Sabtu pagi waktu setempat, media pemerintah Iran belum melaporkan serangan atau ledakan apa pun di negara itu semalam.
Namun, militer AS menembaki sebuah kapal tanker yang mencoba menerobos blokade pelabuhan Iran, kata seorang pejabat Amerika kepada Reuters pada hari Jumat. Serangan itu melumpuhkan kapal tersebut, tambah pejabat itu.
Presiden AS Donald Trump mengatakan dia belum membuat keputusan tentang apakah akan melancarkan gelombang serangan baru. “Lihat, kami sedang berbicara dengan mereka sekarang. Saya pikir mereka semakin serius seiring berjalannya hari, mungkin karena alasan yang jelas,” katanya. “Kami siap dan siaga. Tetapi kami sedang berbicara dengan mereka... kita lihat apa hasilnya.”
Trump menyampaikan komentar tersebut setelah AS dan Iran saling melancarkan serangan selama hampir dua minggu, menggagalkan kesepakatan sementara untuk mengakhiri permusuhan. Sebagai tanggapan atas serangan AS, Iran mengklaim bahwa mereka menyerang personel dan pangkalan militer Amerika di Bahrain, Kuwait, dan Yordania.
(ahm)
Lihat Juga :