Meski Sedang Perang, Trump Puji Iran karena Bebaskan Warga AS dari Penjara
Kamis, 16 Juli 2026 - 08:14 WIB
loading...
Presiden AS Donald Trump puji Iran karena bebaskan warga AS dari penjara meski kedua negara sedang berperang. Foto/White House
A
A
A
TEHERAN - Iran telah membebaskan seorang wanita warga negara Amerika Serikat (AS) yang ditahan sejak 2024 dan mengizinkannya meninggalkan republik Islam tersebut. Teheran melakukannya meski saat ini sedang berperang melawan Washington.
Presiden AS Donald Trump memuji langkah yang diambil musuh bebuyutannya tersebut. "Dia sekarang sudah aman di luar Iran, dan dalam kondisi baik," tulis Trump di Truth Social, mengacu pada sosok warga AS yang dibebaskan Iran dari penjara.
"Amerika Serikat menghargai isyarat niat baik dari Iran ini!" puji Trump, yang dilansir AFP, Kamis (16/7/2026).
Baca Juga: Iran Hancurkan Markas Besar Armada Ke-5 AS di Bahrain, Amerika Habisi 7 Tentara Teheran
Trump—yang dalam beberapa hari terakhir telah memerintahkan dimulainya kembali serangan terhadap Iran dan memberlakukan kembali blokade Angkatan Laut terhadap pelabuhan-pelabuhannya di sekitar Selat Hormuz—tidak menyebutkan nama wanita itu atau menjelaskan mengapa dia ditahan. Trump hanya mengatakan bahwa wanita AS itu telah "ditahan secara tidak sah".
Namun seorang pengacara menanggapi unggahan Trump pada Rabu malam untuk mengatakan bahwa wanita yang dibebaskan itu adalah kliennya.
"Saya sangat gembira melaporkan bahwa klien saya Dena Karari, warga negara AS-Iran, yang telah terjebak di Iran dengan tuduhan palsu berkolaborasi dengan negara musuh dan spionase, sekarang telah aman keluar dari Iran dan sedang dalam perjalanan kembali ke Amerika Serikat," kata pengacara Jared Genser dalam sebuah pernyataan.
Dia mengatakan apa yang menarik perhatian otoritas Teheran kepada Karari adalah operasinya di yayasan nirlaba Children of Mehr Foundation, yang membantu anak-anak miskin di Iran melalui sumbangan pribadi.
"Saat dikenai larangan keluar paksa, dia diinterogasi puluhan kali oleh Kementerian Intelijen dan Keamanan Iran yang terkenal kejam, dan meskipun tidak pernah ditahan secara fisik, dia menderita penderitaan fisik dan psikologis yang luar biasa," kata Genser.
Dia juga menyerukan kepada Iran untuk membebaskan semua warga Amerika yang dipenjara secara tidak adil. "Dan mereka yang dikenai larangan keluar paksa serta semua tahanan politik Iran," ujarnya.
Iran menahan beberapa warga negara Barat dan dituduh menggunakan mereka sebagai alat tawar-menawar dalam negosiasi antar pemerintah.
Pada bulan Mei, Washington mengumumkan bahwa seorang warga negara Iran dengan status penduduk tetap AS telah dibebaskan setelah menjalani hukuman penjara 10 tahun di Iran.
Washington dan Teheran menandatangani nota kesepahaman bulan lalu yang bertujuan untuk mengakhiri perang Timur Tengah, tetapi kedua negara telah memperbarui permusuhan, dengan pertempuran kembali terjadi di seluruh wilayah tersebut.
Presiden AS Donald Trump memuji langkah yang diambil musuh bebuyutannya tersebut. "Dia sekarang sudah aman di luar Iran, dan dalam kondisi baik," tulis Trump di Truth Social, mengacu pada sosok warga AS yang dibebaskan Iran dari penjara.
"Amerika Serikat menghargai isyarat niat baik dari Iran ini!" puji Trump, yang dilansir AFP, Kamis (16/7/2026).
Baca Juga: Iran Hancurkan Markas Besar Armada Ke-5 AS di Bahrain, Amerika Habisi 7 Tentara Teheran
Trump—yang dalam beberapa hari terakhir telah memerintahkan dimulainya kembali serangan terhadap Iran dan memberlakukan kembali blokade Angkatan Laut terhadap pelabuhan-pelabuhannya di sekitar Selat Hormuz—tidak menyebutkan nama wanita itu atau menjelaskan mengapa dia ditahan. Trump hanya mengatakan bahwa wanita AS itu telah "ditahan secara tidak sah".
Namun seorang pengacara menanggapi unggahan Trump pada Rabu malam untuk mengatakan bahwa wanita yang dibebaskan itu adalah kliennya.
"Saya sangat gembira melaporkan bahwa klien saya Dena Karari, warga negara AS-Iran, yang telah terjebak di Iran dengan tuduhan palsu berkolaborasi dengan negara musuh dan spionase, sekarang telah aman keluar dari Iran dan sedang dalam perjalanan kembali ke Amerika Serikat," kata pengacara Jared Genser dalam sebuah pernyataan.
Dia mengatakan apa yang menarik perhatian otoritas Teheran kepada Karari adalah operasinya di yayasan nirlaba Children of Mehr Foundation, yang membantu anak-anak miskin di Iran melalui sumbangan pribadi.
"Saat dikenai larangan keluar paksa, dia diinterogasi puluhan kali oleh Kementerian Intelijen dan Keamanan Iran yang terkenal kejam, dan meskipun tidak pernah ditahan secara fisik, dia menderita penderitaan fisik dan psikologis yang luar biasa," kata Genser.
Dia juga menyerukan kepada Iran untuk membebaskan semua warga Amerika yang dipenjara secara tidak adil. "Dan mereka yang dikenai larangan keluar paksa serta semua tahanan politik Iran," ujarnya.
Iran menahan beberapa warga negara Barat dan dituduh menggunakan mereka sebagai alat tawar-menawar dalam negosiasi antar pemerintah.
Pada bulan Mei, Washington mengumumkan bahwa seorang warga negara Iran dengan status penduduk tetap AS telah dibebaskan setelah menjalani hukuman penjara 10 tahun di Iran.
Washington dan Teheran menandatangani nota kesepahaman bulan lalu yang bertujuan untuk mengakhiri perang Timur Tengah, tetapi kedua negara telah memperbarui permusuhan, dengan pertempuran kembali terjadi di seluruh wilayah tersebut.
(mas)
Lihat Juga :