Iran Hancurkan Markas Besar Armada Ke-5 AS di Bahrain, Amerika Habisi 7 Tentara Teheran
Kamis, 16 Juli 2026 - 07:08 WIB
loading...
Iran klaim serangannya telah menghancurkan markas besar Armada Kelima AS di Bahrain, sedangkan AS menyerang barak Angkatan Darat Iran yang tewaskan 7 tentara. Foto/Tasnim News Agency
A
A
A
TEHERAN - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan bahwa mereka telah melakukan serangan terhadap situs dan fasilitas Amerika Serikat (AS) di Bahrain dan Kuwait pada hari Rabu. IRGC menggambarkan operasi tersebut sebagai respons terhadap apa yang disebutnya sebagai agresi Amerika.
Menurut laporan Reuters, Kamis (16/7/2026), IRGC mengeklaim telah menghancurkan markas besar Armada Kelima AS serta fasilitas bahan bakar dan peralatan militer di Bahrain.
Baca Juga: Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
Mereka juga mengatakan telah menargetkan pusat dukungan logistik militer AS di Pelabuhan Abdullah di Kuwait, mengeklaim telah membakar dan menghancurkan lokasi tersebut.
Media pemerintah Iran, mengutip militer negara itu, juga melaporkan bahwa fasilitas militer AS di Pangkalan Udara Al Azraq di Yordania telah menjadi sasaran untuk kedua kalinya.
IRGC mengatakan Selat Hormuz akan tetap tertutup sampai kejahatan Amerika berakhir, menandakan bahwa eskalasi militer antara Teheran dan Washington terus berlanjut.
Pada hari yang sama, tujuh personel tentara Iran tewas dan 13 lainnya terluka dalam apa yang digambarkan militer Teheran sebagai serangan langsung AS pertama terhadap Angkatan Darat Iran sejak konflik saat ini dimulai. Kematian itu terjadi setelah serangan rudal menghantam barak militer di tenggara Iran pada Rabu pagi.
Stasiun penyiaran pemerintah, IRIB, melaporkan bahwa militer AS menembakkan 13 rudal ke area perumahan dan fasilitas akomodasi di barak pasukan Angkatan Darat Iran di kota Bampur, provinsi Sistan dan Baluchestan.
Angkatan Darat Iran mengatakan tujuh anggota Brigade ke-388 tewas dan 13 lainnya terluka dalam serangan itu, sementara beberapa lainnya terluka dan sedang menerima perawatan medis.
Militer Iran mengutuk serangan itu dan bersumpah akan memberikan respons tegas terhadap apa yang mereka sebut sebagai "agresi AS".
Juru bicara pemerintah Fatemeh Mohajerani mengatakan bahwa lebih dari 30 warga sipil telah tewas dalam serangan AS baru-baru ini di Iran selatan.
Sebelumnya pada hari Selasa, Presiden AS Donald Trump mengatakan serangan terhadap Iran akan berlanjut dan meningkat dalam beberapa hari mendatang, memperingatkan bahwa AS akan mulai menargetkan pembangkit listrik dan jembatan negara itu minggu depan kecuali Teheran kembali ke meja perundingan.
Ketegangan antara AS dan Iran telah meningkat dalam beberapa hari terakhir terkait Selat Hormuz, dengan kedua pihak saling menyerang meskipun ada nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan yang bertujuan untuk mengakhiri konflik dan mencapai kesepakatan perdamaian yang langgeng.
Secara terpisah, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengakui telah melakukan serangan militer putaran baru terhadap target Iran. Disebutkan bahwa operasi tersebut berakhir pada pukul 22.00 ET.
CENTCOM mengatakan serangan tersebut menargetkan puluhan situs militer di dekat Selat Hormuz dan di sepanjang garis pantai Iran sebagai bagian dari operasi AS yang sedang berlangsung terhadap kemampuan militer Iran.
Menurut laporan Reuters, Kamis (16/7/2026), IRGC mengeklaim telah menghancurkan markas besar Armada Kelima AS serta fasilitas bahan bakar dan peralatan militer di Bahrain.
Baca Juga: Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
Mereka juga mengatakan telah menargetkan pusat dukungan logistik militer AS di Pelabuhan Abdullah di Kuwait, mengeklaim telah membakar dan menghancurkan lokasi tersebut.
Media pemerintah Iran, mengutip militer negara itu, juga melaporkan bahwa fasilitas militer AS di Pangkalan Udara Al Azraq di Yordania telah menjadi sasaran untuk kedua kalinya.
IRGC mengatakan Selat Hormuz akan tetap tertutup sampai kejahatan Amerika berakhir, menandakan bahwa eskalasi militer antara Teheran dan Washington terus berlanjut.
7 Tentara Iran Tewas Diserang AS
Pada hari yang sama, tujuh personel tentara Iran tewas dan 13 lainnya terluka dalam apa yang digambarkan militer Teheran sebagai serangan langsung AS pertama terhadap Angkatan Darat Iran sejak konflik saat ini dimulai. Kematian itu terjadi setelah serangan rudal menghantam barak militer di tenggara Iran pada Rabu pagi.
Stasiun penyiaran pemerintah, IRIB, melaporkan bahwa militer AS menembakkan 13 rudal ke area perumahan dan fasilitas akomodasi di barak pasukan Angkatan Darat Iran di kota Bampur, provinsi Sistan dan Baluchestan.
Angkatan Darat Iran mengatakan tujuh anggota Brigade ke-388 tewas dan 13 lainnya terluka dalam serangan itu, sementara beberapa lainnya terluka dan sedang menerima perawatan medis.
Militer Iran mengutuk serangan itu dan bersumpah akan memberikan respons tegas terhadap apa yang mereka sebut sebagai "agresi AS".
Juru bicara pemerintah Fatemeh Mohajerani mengatakan bahwa lebih dari 30 warga sipil telah tewas dalam serangan AS baru-baru ini di Iran selatan.
Sebelumnya pada hari Selasa, Presiden AS Donald Trump mengatakan serangan terhadap Iran akan berlanjut dan meningkat dalam beberapa hari mendatang, memperingatkan bahwa AS akan mulai menargetkan pembangkit listrik dan jembatan negara itu minggu depan kecuali Teheran kembali ke meja perundingan.
Ketegangan antara AS dan Iran telah meningkat dalam beberapa hari terakhir terkait Selat Hormuz, dengan kedua pihak saling menyerang meskipun ada nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan yang bertujuan untuk mengakhiri konflik dan mencapai kesepakatan perdamaian yang langgeng.
Secara terpisah, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengakui telah melakukan serangan militer putaran baru terhadap target Iran. Disebutkan bahwa operasi tersebut berakhir pada pukul 22.00 ET.
CENTCOM mengatakan serangan tersebut menargetkan puluhan situs militer di dekat Selat Hormuz dan di sepanjang garis pantai Iran sebagai bagian dari operasi AS yang sedang berlangsung terhadap kemampuan militer Iran.
(mas)
Lihat Juga :