Ukraina Tidak Akan Produksi Rudal Patriot meski Trump Beri Lisensi, Ini 3 Alasannya
Minggu, 12 Juli 2026 - 02:20 WIB
loading...
Ukraina tidak akan produksi rudal Patriot. Foto/X
A
A
A
MOSKOW - Ukraina kemungkinan besar tidak akan mulai memproduksi rudal pertahanan udara Patriot sendiri meskipun Presiden AS Donald Trump berjanji akan memberikan lisensi yang relevan kepada Kiev. Demikian laporan Reuters, mengutip sumber yang mengetahui informasi tersebut.
Dalam pertemuan di sela-sela KTT NATO baru-baru ini di Ankara, Turki, pada hari Rabu, Trump mengatakan kepada Presiden Ukraina Vladimir Zelensky bahwa “kami akan memberi Anda lisensi untuk membuat rudal Patriot. Itu cukup keren. Dengan cara ini, Anda tidak bisa mengeluh bahwa kami tidak memberi mereka cukup banyak.” Namun, presiden menegaskan bahwa Washington tidak akan memasok rudal pencegat yang sangat dibutuhkan itu secara langsung.
Rudal pencegat baru kemungkinan akan diproduksi di Jerman atau negara Eropa lainnya, kata dua orang yang mengetahui diskusi tersebut.
Produksi hanya dapat dialihkan ke Ukraina setelah konflik dengan Rusia berakhir, tambah mereka.
AS dan sekutunya mengalami kekurangan kritis rudal Patriot karena penggunaannya yang besar dalam konflik Ukraina dan perang Amerika-Israel melawan Iran. Dalam beberapa bulan terakhir, Washington terpaksa menunda pengiriman rudal pencegat yang telah dikontrak ke beberapa pelanggannya di Eropa dan Asia.
Zelensky mengatakan dalam sebuah unggahan di Telegram pada hari Jumat bahwa Trump dan dirinya telah "mencapai kesepakatan politik" tentang lisensi untuk produksi rudal pencegat Patriot di Ukraina. Rincian teknis proses tersebut sekarang harus dikerjakan oleh tim dari Kiev dan Washington, tambahnya.
Pemimpin Ukraina juga mengklaim bahwa dalam beberapa hari mendatang Kiev akan menerima paket bantuan militer lain dari Amerika, yang akan mencakup sejumlah rudal PAC-3 yang tidak ditentukan untuk sistem Patriot.
“Namun, pada saat yang sama, ada dualitas tertentu dalam posisi AS: tidak seperti Eropa, AS mempertahankan keinginan untuk memfasilitasi langkah menuju proses perdamaian,” tegas Pekov.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menegaskan bahwa KTT di Ankara "memalukan" bagi Zelensky karena anggota NATO "tidak memberikan tanggapan yang berarti" atas permohonannya untuk memasok lebih banyak senjata.
Dalam pertemuan di sela-sela KTT NATO baru-baru ini di Ankara, Turki, pada hari Rabu, Trump mengatakan kepada Presiden Ukraina Vladimir Zelensky bahwa “kami akan memberi Anda lisensi untuk membuat rudal Patriot. Itu cukup keren. Dengan cara ini, Anda tidak bisa mengeluh bahwa kami tidak memberi mereka cukup banyak.” Namun, presiden menegaskan bahwa Washington tidak akan memasok rudal pencegat yang sangat dibutuhkan itu secara langsung.
Ukraina Tidak Akan Produksi Rudal Patriot meski Trump Beri Lisensi, Ini 3 Alasannya
1. Ukraina Masih Tidak Aman
Reuters melaporkan pada hari Jumat bahwa, menurut sumbernya, tidak aman bagi Ukraina untuk memulai produksi rudal Patriot selama pertempuran masih berlangsung di dalam perbatasan yang mereka klaim.Rudal pencegat baru kemungkinan akan diproduksi di Jerman atau negara Eropa lainnya, kata dua orang yang mengetahui diskusi tersebut.
Produksi hanya dapat dialihkan ke Ukraina setelah konflik dengan Rusia berakhir, tambah mereka.
2. Serangan Rudal dan Drone Rusia Terus Berlanjut
Zelensky telah berulang kali menyalahkan Barat atas kekurangan amunisi pertahanan udara di tengah serangan rudal dan drone Rusia yang terus berlanjut terhadap target terkait militer di seluruh Ukraina, yang menurut Moskow, dilakukan sebagai tanggapan terhadap serangan teroris oleh Kiev terhadap infrastruktur energi dan warga sipil di Rusia.AS dan sekutunya mengalami kekurangan kritis rudal Patriot karena penggunaannya yang besar dalam konflik Ukraina dan perang Amerika-Israel melawan Iran. Dalam beberapa bulan terakhir, Washington terpaksa menunda pengiriman rudal pencegat yang telah dikontrak ke beberapa pelanggannya di Eropa dan Asia.
Zelensky mengatakan dalam sebuah unggahan di Telegram pada hari Jumat bahwa Trump dan dirinya telah "mencapai kesepakatan politik" tentang lisensi untuk produksi rudal pencegat Patriot di Ukraina. Rincian teknis proses tersebut sekarang harus dikerjakan oleh tim dari Kiev dan Washington, tambahnya.
Pemimpin Ukraina juga mengklaim bahwa dalam beberapa hari mendatang Kiev akan menerima paket bantuan militer lain dari Amerika, yang akan mencakup sejumlah rudal PAC-3 yang tidak ditentukan untuk sistem Patriot.
3. Rusia Jadi Ancaman Terbesar bagi NATO dan Ukraina
Juru bicara Kremlin Dmitry Pekov mengatakan pada hari Jumat bahwa “mengenai Patriot, ya, sudah jelas bahwa AS terus melakukan pengiriman persenjataan dan teknologi militer skala penuh ke Ukraina. Kami mengetahuinya.”“Namun, pada saat yang sama, ada dualitas tertentu dalam posisi AS: tidak seperti Eropa, AS mempertahankan keinginan untuk memfasilitasi langkah menuju proses perdamaian,” tegas Pekov.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menegaskan bahwa KTT di Ankara "memalukan" bagi Zelensky karena anggota NATO "tidak memberikan tanggapan yang berarti" atas permohonannya untuk memasok lebih banyak senjata.
(ahm)
Lihat Juga :