AS dan Iran Akan Kembali ke Meja Perundingan, tapi Trump punya 1 Syarat, Apa Itu?

Sabtu, 11 Juli 2026 - 14:40 WIB
loading...
A A A
Araqchi juga diperkirakan akan hadir dalam pembicaraan tersebut.

Dalam sebuah pengarahan kepada wartawan pada hari Jumat, para pejabat AS mengatakan bahwa pesan kepada kepemimpinan Teheran telah disampaikan melalui mediator regional yang menuntut Iran untuk mengeluarkan pernyataan yang menyatakan selat tersebut terbuka dan bahwa mereka akan berhenti menembaki kapal-kapal komersial, menurut beberapa laporan media.

"Mereka harus memberikan pernyataan itu kepada kami atau kami tidak akan mendapatkan hasil yang baik bagi mereka," kata seorang pejabat, dikutip oleh kantor berita Reuters.

Gedung Putih juga ingin Iran secara terbuka mengakui bahwa penembakan terhadap kapal-kapal itu adalah sebuah kesalahan, lapor CBS.

Sementara itu, sebuah delegasi dari Qatar melakukan perjalanan ke Iran pada hari Jumat untuk melakukan pembicaraan yang bertujuan untuk meredakan ketegangan dan mempermudah navigasi melalui Selat Hormuz.

Trump menulis dalam sebuah unggahan di Truth Social pada hari Jumat sebelumnya: "Republik Islam Iran telah meminta kami untuk melanjutkan 'pembicaraan.'"

"Kami telah menyetujuinya, tetapi Amerika Serikat telah menyatakan kepada mereka, dengan tegas, bahwa Gencatan Senjata TELAH BERAKHIR!"

Pada dini hari Sabtu, Trump juga menanggapi laporan bahwa Iran berencana untuk membunuhnya.

Menulis di Truth Social, ia mengatakan bahwa tentara AS akan "benar-benar menghancurkan dan memusnahkan semua wilayah" negara itu sebagai balasan atas serangan tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Rencana Baru...
Bagaimana Rencana Baru Iran Bunuh Trump Terungkap?
Iran Ungkap Kelompok...
Iran Ungkap Kelompok Garis Keras yang Sesat Tembaki Kapal untuk Rusak Negosiasi dengan AS
Trump Ungkap 1.000 Rudal...
Trump Ungkap 1.000 Rudal Diarahkan ke Iran Jika Dia Dibunuh
Iran Tegaskan Siap untuk...
Iran Tegaskan Siap untuk Pertahanan Skala Penuh, Trump Sebut Gencatan Senjata Berakhir
Bicara dengan Presiden...
Bicara dengan Presiden Iran, PM Pakistan Desak AS dan Iran Komitmen pada Pakta Perdamaian
Trump Klaim Iran Minta...
Trump Klaim Iran Minta Lanjutkan Pembicaraan dan AS Setuju
Sugiono Bertemu Menlu...
Sugiono Bertemu Menlu Iran saat Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
Hilang dari Radar, Pesawat...
Hilang dari Radar, Pesawat Boeing 737 Ditemukan Hancur di Laut Arab
Israel Tangkap Mufti...
Israel Tangkap Mufti Agung Yerusalem Sheikh Hussein, Larang Masuk Masjid Al Aqsa
Rekomendasi
Polisi Berpeluang Periksa...
Polisi Berpeluang Periksa Febrie Adriansyah terkait Dugaan Korupsi Batu Bara hingga Asabri
Jalur Mandiri Ujian...
Jalur Mandiri Ujian Tulis UNJ 2026 Masih Buka Pendaftaran, Simak Persyaratannya
Jadi Tersangka Korupsi...
Jadi Tersangka Korupsi dan TPPU, Febrie Adriansyah Belum Ditahan
Berita Terkini
Iran Akui Melakukan...
Iran Akui Melakukan Kesalahan Menembaki Kapal Tanker di Selat Hormuz
Ini Reaksi 9 Pemimpin...
Ini Reaksi 9 Pemimpin Negara NATO setelah Menerima Hadiah Pistol dari Erdogan
Bagaimana Rencana Baru...
Bagaimana Rencana Baru Iran Bunuh Trump Terungkap?
AS dan Iran Akan Kembali...
AS dan Iran Akan Kembali ke Meja Perundingan, tapi Trump punya 1 Syarat, Apa Itu?
Iran Ungkap Kelompok...
Iran Ungkap Kelompok Garis Keras yang Sesat Tembaki Kapal untuk Rusak Negosiasi dengan AS
Trump Ungkap 1.000 Rudal...
Trump Ungkap 1.000 Rudal Diarahkan ke Iran Jika Dia Dibunuh
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved