Iran Tegaskan Siap untuk Pertahanan Skala Penuh, Trump Sebut Gencatan Senjata Berakhir

Sabtu, 11 Juli 2026 - 09:29 WIB
loading...
Iran Tegaskan Siap untuk...
Negosiator utama Iran dan Ketua Parlemen Mohammad Ghalibaf. Foto/anadolu
A A A
TEHERAN - Negosiator utama Iran dan Ketua Parlemen Mohammad Ghalibaf mengatakan Teheran tidak akan pernah menyerah kepada Amerika Serikat dan selalu siap membela diri jika Washington menarik diri dari MoU mereka. Pernyataan itu muncul seiring saling serang yang kembali terjadi antara AS dan Iran.

“Kami tidak pernah berhenti mempersiapkan diri untuk membela negara kami, dan kapan pun Amerika mengkhianati kesepahaman tersebut, kami siap untuk pertahanan skala penuh,” katanya.

“Mengakhiri perang adalah prioritas bagi negara-negara di dunia, tetapi semua orang harus tahu bahwa konflik ini tidak akan pernah berakhir dengan penyerahan diri Iran,” tambahnya.

Pernyataan tersebut menyusul unggahan media sosial dari Presiden AS Donald Trump yang mengklaim Teheran dan Washington telah sepakat melanjutkan pembicaraan tetapi gencatan senjata telah “berakhir”.

Telah terjadi serangkaian aktivitas diplomatik untuk menyelamatkan pembicaraan yang terhenti antara Iran dan Amerika Serikat setelah putaran de-eskalasi terbaru.

Negosiator Qatar berada di Teheran untuk bertemu dengan pejabat Iran untuk meredakan ketegangan dan menciptakan kondisi untuk pembicaraan yang lebih luas antara Iran dan Amerika Serikat.

Para pejabat Iran tampaknya masih skeptis terhadap niat Amerika terkait implementasi nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan, terutama setelah serangkaian serangan terbaru; serangan udara AS yang menargetkan beberapa infrastruktur sipil dan militer di lima provinsi Iran dan menewaskan serta melukai puluhan warga Iran, dan juga, terutama setelah pernyataan terbaru Presiden AS Donald Trump, yang secara sepihak mengakhiri nota kesepahaman tersebut.

Publik baru saja mendengar dari Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Parlemen Iran dan kepala negosiator; ia baru saja menyatakan bahwa selama konflik baru-baru ini, Iran tidak akan pernah menyerah. Bahkan, menurutnya, Iran siap untuk perang skala penuh.

Tak hanya itu, para pejabat Iran menegaskan Iran tidak dapat menyerah di bawah diplomasi paksa.

Faktanya, mereka mengatakan agar pembicaraan dengan Amerika Serikat dapat dilanjutkan, AS harus menerapkan pasal-pasal MoU, terutama pasal nomor satu, yang berkaitan dengan gencatan senjata di semua front, termasuk Lebanon, dan pasal nomor lima yang berkaitan dengan hak kedaulatan Iran dalam mengelola Selat Hormuz, dan pasal nomor 10 yang berkaitan dengan hak Iran untuk mengekspor minyaknya.

Sementara itu, lalu lintas komersial melalui Selat Hormuz menurun untuk malam ketiga berturut-turut antara tanggal 9 dan 10 Juli, menurut data terbaru dari perusahaan pelacak kapal Windward.

Disebutkan bahwa hanya enam kapal yang melintasi jalur air tersebut dalam rentang waktu 12 jam, dibandingkan dengan 18 hingga 22 kapal yang biasanya melintasi jalur tersebut beberapa hari yang lalu.

Pada saat yang sama, Windward mengatakan "transit gelap", di mana kapal mematikan transponder mereka untuk menyembunyikan lokasi mereka, meningkat dan sekarang mencapai hampir 40% dari seluruh lalu lintas, tertinggi dalam enam hari terakhir.

Baca juga: Bicara dengan Presiden Iran, PM Pakistan Desak AS dan Iran Komitmen pada Pakta Perdamaian
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Terbuka Jika Turki...
Rusia Terbuka Jika Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA
Bicara dengan Presiden...
Bicara dengan Presiden Iran, PM Pakistan Desak AS dan Iran Komitmen pada Pakta Perdamaian
Trump Klaim Iran Minta...
Trump Klaim Iran Minta Lanjutkan Pembicaraan dan AS Setuju
Setelah Warga Palestina...
Setelah Warga Palestina Diusir, Israel Robohkan Sekolah di Dusun Tepi Barat
AS Serang Jembatan Kereta...
AS Serang Jembatan Kereta Api Strategis yang Hubungkan Iran ke China dan Rusia
Israel Minta Lampu Hijau...
Israel Minta Lampu Hijau AS untuk Serang Iran
Sugiono Bertemu Menlu...
Sugiono Bertemu Menlu Iran saat Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
Hilang dari Radar, Pesawat...
Hilang dari Radar, Pesawat Boeing 737 Ditemukan Hancur di Laut Arab
Israel Tangkap Mufti...
Israel Tangkap Mufti Agung Yerusalem Sheikh Hussein, Larang Masuk Masjid Al Aqsa
Rekomendasi
Norwegia vs Inggris:...
Norwegia vs Inggris: Haaland Tagih Janji Rooney Mendayung di Sungai Mersey
Spanyol Lolos ke Semifinal...
Spanyol Lolos ke Semifinal Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Belgia 2-1
Unesa Buka Jalur TMUBK...
Unesa Buka Jalur TMUBK Gelombang 2 2026, Cek Persyaratannya
Berita Terkini
Rusia Terbuka Jika Turki...
Rusia Terbuka Jika Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA
Iran Tegaskan Siap untuk...
Iran Tegaskan Siap untuk Pertahanan Skala Penuh, Trump Sebut Gencatan Senjata Berakhir
Bicara dengan Presiden...
Bicara dengan Presiden Iran, PM Pakistan Desak AS dan Iran Komitmen pada Pakta Perdamaian
Israel Menahan Mufti...
Israel Menahan Mufti Agung Yerusalem, Melarangnya Masuk Masjid Al-Aqsa Selama 1 Pekan
Trump Klaim Iran Minta...
Trump Klaim Iran Minta Lanjutkan Pembicaraan dan AS Setuju
Setelah Warga Palestina...
Setelah Warga Palestina Diusir, Israel Robohkan Sekolah di Dusun Tepi Barat
Infografis
Trump Bela Putin, Tepis...
Trump Bela Putin, Tepis Klaim Rusia Tolak Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved