Delegasi Hamas Kembali ke Kairo, Pembicaraan Fokus Fase Kedua Gencatan Senjata
Kamis, 09 Juli 2026 - 20:31 WIB
loading...
Pejabat tinggi Hamas Khalil al-Hayya. Foto/x
A
A
A
KAIRO - Delegasi Hamas yang dipimpin Khalil al-Hayya tiba di Mesir pada hari Rabu (8/7/2026). Mereka akan melanjutkan negosiasi dengan para mediator yang bertujuan mengkonsolidasikan gencatan senjata Gaza dan memajukan diskusi tentang fase kedua perjanjian tersebut.
Taher al-Nounou, penasihat media Biro Politik Hamas, mengatakan gerakan tersebut fokus pada memastikan implementasi penuh perjanjian gencatan senjata sambil berupaya menuju tahap negosiasi selanjutnya.
Ia mengatakan Hamas juga mendesak peningkatan signifikan bantuan kemanusiaan yang masuk ke Jalur Gaza dan pengerahan cepat Komite Nasional untuk Administrasi Gaza, yang diharapkan akan mengambil alih tanggung jawab untuk memerintah wilayah tersebut.
Delegasi tersebut kembali ke Kairo kurang dari dua hari setelah menyelesaikan putaran pembicaraan sebelumnya di ibu kota Mesir.
Ini menunjukkan upaya mediasi telah meningkat di tengah negosiasi yang sedang berlangsung.
Al-Nounou mengatakan persiapan nasional dan pemerintahan yang diperlukan di dalam Gaza telah selesai untuk memfasilitasi transfer tanggung jawab administratif kepada Komite Nasional.
Awal pekan ini, Hamas menegaskan kembali komitmennya untuk melaksanakan setiap ketentuan perjanjian gencatan senjata hingga pemerintahan secara resmi diserahkan kepada badan yang disepakati secara nasional.
Gerakan tersebut mengatakan pembubaran Komite Darurat Pemerintah, bersamaan dengan pengunduran diri kepala dan Pelaksana Tugas Kepala Pengawasan Pemerintah, Mohammad Abdel Khaleq al-Farra, merupakan bagian dari langkah-langkah administratif dan hukum yang diperlukan untuk menyelesaikan transisi.
Hamas menggambarkan langkah tersebut sebagai langkah bertanggung jawab yang bertujuan memfasilitasi pelaksanaan perjanjian dan memastikan transfer tanggung jawab pemerintahan yang tertib.
Hamas mendesak para mediator dan negara-negara penjamin meningkatkan upaya guna memastikan perjanjian gencatan senjata dilaksanakan sepenuhnya.
Gerakan tersebut menuduh Israel berupaya menghalangi perjanjian tersebut dan menyerukan tekanan internasional untuk mengizinkan Komite Nasional memasuki Jalur Gaza dan mulai melaksanakan tanggung jawabnya tanpa penundaan.
Menurut Hamas, penempatan komite tersebut sangat penting untuk menyelesaikan proses transisi yang disepakati dan memajukan pelaksanaan fase selanjutnya dari perjanjian gencatan senjata.
Baca juga: Trump Tolak Seruan Netanyahu agar AS Tak Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Taher al-Nounou, penasihat media Biro Politik Hamas, mengatakan gerakan tersebut fokus pada memastikan implementasi penuh perjanjian gencatan senjata sambil berupaya menuju tahap negosiasi selanjutnya.
Ia mengatakan Hamas juga mendesak peningkatan signifikan bantuan kemanusiaan yang masuk ke Jalur Gaza dan pengerahan cepat Komite Nasional untuk Administrasi Gaza, yang diharapkan akan mengambil alih tanggung jawab untuk memerintah wilayah tersebut.
Delegasi tersebut kembali ke Kairo kurang dari dua hari setelah menyelesaikan putaran pembicaraan sebelumnya di ibu kota Mesir.
Ini menunjukkan upaya mediasi telah meningkat di tengah negosiasi yang sedang berlangsung.
Transisi Administratif Sedang Berlangsung
Al-Nounou mengatakan persiapan nasional dan pemerintahan yang diperlukan di dalam Gaza telah selesai untuk memfasilitasi transfer tanggung jawab administratif kepada Komite Nasional.
Awal pekan ini, Hamas menegaskan kembali komitmennya untuk melaksanakan setiap ketentuan perjanjian gencatan senjata hingga pemerintahan secara resmi diserahkan kepada badan yang disepakati secara nasional.
Gerakan tersebut mengatakan pembubaran Komite Darurat Pemerintah, bersamaan dengan pengunduran diri kepala dan Pelaksana Tugas Kepala Pengawasan Pemerintah, Mohammad Abdel Khaleq al-Farra, merupakan bagian dari langkah-langkah administratif dan hukum yang diperlukan untuk menyelesaikan transisi.
Hamas menggambarkan langkah tersebut sebagai langkah bertanggung jawab yang bertujuan memfasilitasi pelaksanaan perjanjian dan memastikan transfer tanggung jawab pemerintahan yang tertib.
Seruan untuk Tekanan pada Israel
Hamas mendesak para mediator dan negara-negara penjamin meningkatkan upaya guna memastikan perjanjian gencatan senjata dilaksanakan sepenuhnya.
Gerakan tersebut menuduh Israel berupaya menghalangi perjanjian tersebut dan menyerukan tekanan internasional untuk mengizinkan Komite Nasional memasuki Jalur Gaza dan mulai melaksanakan tanggung jawabnya tanpa penundaan.
Menurut Hamas, penempatan komite tersebut sangat penting untuk menyelesaikan proses transisi yang disepakati dan memajukan pelaksanaan fase selanjutnya dari perjanjian gencatan senjata.
Baca juga: Trump Tolak Seruan Netanyahu agar AS Tak Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
(sya)
Lihat Juga :