Uni Eropa Perketat Impor E-Commerce, Era Paket Murah dari China Mulai Berakhir
Kamis, 09 Juli 2026 - 10:12 WIB
loading...
Uni Eropa berlakukan aturan baru yang memperketat impor e-commerce. Ini jadi awal dari berakhirnya era paket murah asal China. Foto/PS Engage
A
A
A
JAKARTA - Belanja online dari luar Uni Eropa (UE), khususnya dari China, diperkirakan akan menjadi lebih mahal setelah otoritas pajak Yunani mengumumkan penerapan biaya tetap baru untuk paket impor bernilai rendah.
Melalui aturan baru yang mulai berlaku pada 1 Juli, pembebasan bea masuk untuk barang impor senilai hingga €150 resmi dihapus dan digantikan biaya tetap sebesar €3 untuk setiap baris deklarasi atau jenis barang dalam satu pengiriman.
Baca Juga: China Tembakkan Rudal Balistik Antarbenua Berkemampuan Nuklir, 6 Negara Protes
Dikutip dari Greek City Times, Kamis (9/7/2026), kebijakan tersebut diterapkan di seluruh wilayah Uni Eropa dan ditujukan untuk meningkatkan transparansi, menyederhanakan proses impor, serta menekan praktik penyalahgunaan dalam perdagangan elektronik lintas negara.
Otoritas pajak Yunani atau Independent Authority for Public Revenue (AADE) menyatakan biaya khusus tersebut bersifat sementara dan akan berlaku hingga 1 Juli 2028. Setelah itu, seluruh barang e-commerce diperkirakan akan dikenakan tarif impor standar tanpa memandang nilainya. Kebijakan baru ini langsung memengaruhi pola belanja konsumen.
Sejumlah pembeli dilaporkan mulai membatalkan pesanan setelah mengetahui total biaya yang harus dibayar meningkat secara signifikan. Sebagai contoh, pesanan senilai €6 yang terdiri dari tiga produk berbeda dapat dikenakan tambahan biaya sebesar €9, sehingga total biaya menjadi €15.
Akibatnya, pembelian barang murah dari negara seperti China atau Amerika Serikat dinilai tidak lagi semenarik sebelumnya. Perubahan utama terletak pada cara penghitungan biaya.
Apabila tiga produk dikirim dalam satu paket dan tercatat dalam satu deklarasi, biaya tambahan yang dikenakan hanya €3. Namun apabila ketiga produk tersebut dikirim dalam tiga paket berbeda, total biaya dapat meningkat menjadi €9.
Otoritas bea cukai menegaskan bahwa penentuan biaya tidak didasarkan pada tanggal pembelian, melainkan pada waktu paket memasuki proses kepabeanan di Uni Eropa.
Artinya, konsumen yang melakukan pemesanan sebelum 1 Juli tetap dapat dikenakan biaya tambahan apabila paket mereka baru masuk ke wilayah pabean setelah aturan baru berlaku.
Pihak yang bertanggung jawab atas pembayaran biaya tersebut adalah pihak yang mengajukan deklarasi, yang biasanya merupakan platform penjualan, penjual, atau perwakilan kepabeanan.
Namun dalam praktiknya, perusahaan kurir dapat membebankan biaya tersebut kepada konsumen akhir sebagai bagian dari proses pengiriman.
Pengecualian berlaku bagi transaksi yang menggunakan sistem Import One Stop Shop (IOSS), di mana pajak pertambahan nilai telah dipungut pada saat pembelian sehingga proses impor menjadi lebih sederhana.
Selain perubahan tarif, Uni Eropa juga memperkenalkan sistem identifikasi produk baru yang dikenal sebagai Product Identifier (PID).
Kode ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan pelacakan dan mempermudah pemeriksaan kepabeanan terhadap isi paket yang masuk dari luar kawasan.
Penggunaan PID akan bersifat sukarela selama masa transisi mulai 1 Juli hingga 31 Oktober 2026 sebelum menjadi kewajiban penuh pada 1 November 2026.
Otoritas berharap sistem tersebut dapat mengurangi praktik deklarasi palsu mengenai isi barang dan meningkatkan transparansi rantai pasok.
Perubahan aturan ini diperkirakan akan mendorong perusahaan e-commerce besar untuk memperluas penggunaan gudang di dalam wilayah Uni Eropa.
Dengan mengirim barang dalam jumlah besar ke pusat distribusi di negara anggota terlebih dahulu, perusahaan dapat menyelesaikan proses kepabeanan sekaligus sebelum mendistribusikan produk kepada konsumen di berbagai negara Eropa.
Dengan model tersebut, pengiriman akhir kepada pelanggan tidak lagi dianggap sebagai impor dari negara ketiga.
Langkah itu berpotensi mempercepat waktu pengiriman sekaligus mengurangi biaya administratif bagi konsumen.
Meski harga produk diperkirakan naik untuk menutupi biaya penyimpanan dan kepabeanan, persaingan di pasar e-commerce Eropa diperkirakan tetap tinggi.
Platform besar seperti Amazon telah menerapkan mekanisme pra-perhitungan biaya sehingga konsumen dapat mengetahui total harga sejak tahap pembayaran.
Sebaliknya, pembelian melalui penjual individu atau pelaku usaha kecil di platform seperti eBay yang mengirim langsung dari luar Uni Eropa diperkirakan akan lebih terdampak oleh aturan baru tersebut.
Uni Eropa juga memperketat pengawasan terhadap praktik penghindaran bea masuk melalui pengiriman terpisah atau jalur distribusi tidak langsung.
Melalui pelacakan elektronik dan penggunaan PID, otoritas kini memiliki kemampuan lebih besar untuk menelusuri perjalanan setiap paket dari titik asal hingga ke tangan konsumen.
AADE mengingatkan bahwa apabila penerima menolak paket karena biaya tambahan yang tidak terduga, pengembalian barang tidak selalu menjamin pengembalian dana secara penuh karena biaya penyimpanan, penanganan, dan kepabeanan dapat tetap dibebankan sesuai kontrak perusahaan pengiriman.
Otoritas juga menegaskan bahwa selain biaya tetap €3 per deklarasi, pungutan lain yang mungkin muncul bukan merupakan bea resmi pemerintah, melainkan biaya tambahan yang ditetapkan oleh perusahaan logistik atau penyedia jasa pengiriman.
Dengan berakhirnya era pembebasan bea untuk paket murah, konsumen di Eropa kini dituntut lebih cermat menghitung biaya akhir sebelum melakukan pembelian dari luar kawasan.
Melalui aturan baru yang mulai berlaku pada 1 Juli, pembebasan bea masuk untuk barang impor senilai hingga €150 resmi dihapus dan digantikan biaya tetap sebesar €3 untuk setiap baris deklarasi atau jenis barang dalam satu pengiriman.
Baca Juga: China Tembakkan Rudal Balistik Antarbenua Berkemampuan Nuklir, 6 Negara Protes
Dikutip dari Greek City Times, Kamis (9/7/2026), kebijakan tersebut diterapkan di seluruh wilayah Uni Eropa dan ditujukan untuk meningkatkan transparansi, menyederhanakan proses impor, serta menekan praktik penyalahgunaan dalam perdagangan elektronik lintas negara.
Otoritas pajak Yunani atau Independent Authority for Public Revenue (AADE) menyatakan biaya khusus tersebut bersifat sementara dan akan berlaku hingga 1 Juli 2028. Setelah itu, seluruh barang e-commerce diperkirakan akan dikenakan tarif impor standar tanpa memandang nilainya. Kebijakan baru ini langsung memengaruhi pola belanja konsumen.
Sejumlah pembeli dilaporkan mulai membatalkan pesanan setelah mengetahui total biaya yang harus dibayar meningkat secara signifikan. Sebagai contoh, pesanan senilai €6 yang terdiri dari tiga produk berbeda dapat dikenakan tambahan biaya sebesar €9, sehingga total biaya menjadi €15.
Akibatnya, pembelian barang murah dari negara seperti China atau Amerika Serikat dinilai tidak lagi semenarik sebelumnya. Perubahan utama terletak pada cara penghitungan biaya.
Apabila tiga produk dikirim dalam satu paket dan tercatat dalam satu deklarasi, biaya tambahan yang dikenakan hanya €3. Namun apabila ketiga produk tersebut dikirim dalam tiga paket berbeda, total biaya dapat meningkat menjadi €9.
Otoritas bea cukai menegaskan bahwa penentuan biaya tidak didasarkan pada tanggal pembelian, melainkan pada waktu paket memasuki proses kepabeanan di Uni Eropa.
Artinya, konsumen yang melakukan pemesanan sebelum 1 Juli tetap dapat dikenakan biaya tambahan apabila paket mereka baru masuk ke wilayah pabean setelah aturan baru berlaku.
Pihak yang bertanggung jawab atas pembayaran biaya tersebut adalah pihak yang mengajukan deklarasi, yang biasanya merupakan platform penjualan, penjual, atau perwakilan kepabeanan.
Namun dalam praktiknya, perusahaan kurir dapat membebankan biaya tersebut kepada konsumen akhir sebagai bagian dari proses pengiriman.
Pengecualian berlaku bagi transaksi yang menggunakan sistem Import One Stop Shop (IOSS), di mana pajak pertambahan nilai telah dipungut pada saat pembelian sehingga proses impor menjadi lebih sederhana.
Transparansi Rantai Pasok
Selain perubahan tarif, Uni Eropa juga memperkenalkan sistem identifikasi produk baru yang dikenal sebagai Product Identifier (PID).
Kode ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan pelacakan dan mempermudah pemeriksaan kepabeanan terhadap isi paket yang masuk dari luar kawasan.
Penggunaan PID akan bersifat sukarela selama masa transisi mulai 1 Juli hingga 31 Oktober 2026 sebelum menjadi kewajiban penuh pada 1 November 2026.
Otoritas berharap sistem tersebut dapat mengurangi praktik deklarasi palsu mengenai isi barang dan meningkatkan transparansi rantai pasok.
Perubahan aturan ini diperkirakan akan mendorong perusahaan e-commerce besar untuk memperluas penggunaan gudang di dalam wilayah Uni Eropa.
Dengan mengirim barang dalam jumlah besar ke pusat distribusi di negara anggota terlebih dahulu, perusahaan dapat menyelesaikan proses kepabeanan sekaligus sebelum mendistribusikan produk kepada konsumen di berbagai negara Eropa.
Dengan model tersebut, pengiriman akhir kepada pelanggan tidak lagi dianggap sebagai impor dari negara ketiga.
Langkah itu berpotensi mempercepat waktu pengiriman sekaligus mengurangi biaya administratif bagi konsumen.
Meski harga produk diperkirakan naik untuk menutupi biaya penyimpanan dan kepabeanan, persaingan di pasar e-commerce Eropa diperkirakan tetap tinggi.
Praktik Penghindaran Bea Masuk
Platform besar seperti Amazon telah menerapkan mekanisme pra-perhitungan biaya sehingga konsumen dapat mengetahui total harga sejak tahap pembayaran.
Sebaliknya, pembelian melalui penjual individu atau pelaku usaha kecil di platform seperti eBay yang mengirim langsung dari luar Uni Eropa diperkirakan akan lebih terdampak oleh aturan baru tersebut.
Uni Eropa juga memperketat pengawasan terhadap praktik penghindaran bea masuk melalui pengiriman terpisah atau jalur distribusi tidak langsung.
Melalui pelacakan elektronik dan penggunaan PID, otoritas kini memiliki kemampuan lebih besar untuk menelusuri perjalanan setiap paket dari titik asal hingga ke tangan konsumen.
AADE mengingatkan bahwa apabila penerima menolak paket karena biaya tambahan yang tidak terduga, pengembalian barang tidak selalu menjamin pengembalian dana secara penuh karena biaya penyimpanan, penanganan, dan kepabeanan dapat tetap dibebankan sesuai kontrak perusahaan pengiriman.
Otoritas juga menegaskan bahwa selain biaya tetap €3 per deklarasi, pungutan lain yang mungkin muncul bukan merupakan bea resmi pemerintah, melainkan biaya tambahan yang ditetapkan oleh perusahaan logistik atau penyedia jasa pengiriman.
Dengan berakhirnya era pembebasan bea untuk paket murah, konsumen di Eropa kini dituntut lebih cermat menghitung biaya akhir sebelum melakukan pembelian dari luar kawasan.
(mas)
Lihat Juga :