Imbas AS Serang Iran: Qatar, Bahrain, dan Kuwait Panik
Kamis, 09 Juli 2026 - 09:55 WIB
loading...
AS meluncurkan serangan baru terhadap wilayah Iran. Tiga negara Teluk; Qatar, Bahrain, dan Kuwait panik. Foto/X @CENTCOM
A
A
A
TEHERAN - Qatar telah mengeluarkan peringatan keamanan darurat, sementara sirene peringatan serangan udara meraung-raung di Bahrain dan Kuwait pada Kamis (9/7/2026). Situasi kepanikan di Teluk ini terjadi setelah Amerika Serikat (AS) meluncurkan serangan baru terhadap Iran dini hari tadi.
Langkah Qatar, Bahrain, dan Kuwait ini merupakan antisipasi dini atas kemungkinan serangan Iran sebagai pembalasan atas gempuran terbaru Amerika.
Baca Juga: AS Bombardir Iran 2 Hari Beruntun, Ledakan Terjadi di Mana-mana
Kementerian Dalam Negeri Qatar mengatakan dalam pesan darurat kepada warga dan penduduk bahwa tingkat ancaman keamanan tinggi dan mendesak masyarakat untuk tetap di rumah atau di lokasi yang aman dan mengikuti instruksi resmi.
Kementerian Dalam Negeri Bahrain mengatakan sirene peringatan telah berbunyi dan mendesak warga dan penduduk untuk tetap tenang dan menuju ke tempat aman terdekat.
Kuwait juga mengaktifkan sirene peringatan, menurut laporan kantor berita negara setempat; KUNA.
Sekadar diketahui, AS telah membombardir wilayah Iran pada Kamis dini hari atau serangan dua hari beruntun. Serangan hari kedua diluncurkan setelah Presiden Amerika Donald Trump mengatakan gencatan senjata yang rapuh pada dasarnya telah berakhir.
Permusuhan kembali pecah setelah AS dan sekutu Arabnya di kawasan itu menyalahkan Iran atas serangan terhadap kapal tanker di Selat Hormuz.
Dalam sebuah pernyataan di X, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan, "Pasukan AS melakukan serangan tambahan terhadap Iran untuk lebih melemahkan kemampuan mereka mengancam kebebasan navigasi di Selat Hormuz.”
“Amerika Serikat meminta pertanggungjawaban Iran atas agresi yang tidak beralasan baru-baru ini terhadap pelayaran komersial dan awak sipil yang bebas berlayar di jalur air internasional yang vital,” kata CENTCOM.
Media-media Iran melaporkan ledakan di sepanjang pantai selatan, termasuk di kota-kota pelabuhan Bushehr, Chabahar, dan Konarak, serta di Pulau Lavan. Setidaknya dua ledakan tercatat di dekat Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr.
Sebuah video yang diunggah di media sosial menunjukkan serangan di Chabahar, di mana media Iran melaporkan bahwa menara kontrol maritim telah menjadi sasaran.
Menurut lembaga penyiaran negara Iran, IRIB, serangan di Chabahar, pelabuhan terbesar di negara itu, juga merusak Rumah Sakit Imam Ali dan memutuskan jalur listrik utama. Namun, jaringan listrik telah dipulihkan sebagian.
Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kebakaran besar di Bushehr.
Langkah Qatar, Bahrain, dan Kuwait ini merupakan antisipasi dini atas kemungkinan serangan Iran sebagai pembalasan atas gempuran terbaru Amerika.
Baca Juga: AS Bombardir Iran 2 Hari Beruntun, Ledakan Terjadi di Mana-mana
Kementerian Dalam Negeri Qatar mengatakan dalam pesan darurat kepada warga dan penduduk bahwa tingkat ancaman keamanan tinggi dan mendesak masyarakat untuk tetap di rumah atau di lokasi yang aman dan mengikuti instruksi resmi.
Kementerian Dalam Negeri Bahrain mengatakan sirene peringatan telah berbunyi dan mendesak warga dan penduduk untuk tetap tenang dan menuju ke tempat aman terdekat.
Kuwait juga mengaktifkan sirene peringatan, menurut laporan kantor berita negara setempat; KUNA.
Sekadar diketahui, AS telah membombardir wilayah Iran pada Kamis dini hari atau serangan dua hari beruntun. Serangan hari kedua diluncurkan setelah Presiden Amerika Donald Trump mengatakan gencatan senjata yang rapuh pada dasarnya telah berakhir.
Permusuhan kembali pecah setelah AS dan sekutu Arabnya di kawasan itu menyalahkan Iran atas serangan terhadap kapal tanker di Selat Hormuz.
Dalam sebuah pernyataan di X, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan, "Pasukan AS melakukan serangan tambahan terhadap Iran untuk lebih melemahkan kemampuan mereka mengancam kebebasan navigasi di Selat Hormuz.”
“Amerika Serikat meminta pertanggungjawaban Iran atas agresi yang tidak beralasan baru-baru ini terhadap pelayaran komersial dan awak sipil yang bebas berlayar di jalur air internasional yang vital,” kata CENTCOM.
Media-media Iran melaporkan ledakan di sepanjang pantai selatan, termasuk di kota-kota pelabuhan Bushehr, Chabahar, dan Konarak, serta di Pulau Lavan. Setidaknya dua ledakan tercatat di dekat Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr.
Sebuah video yang diunggah di media sosial menunjukkan serangan di Chabahar, di mana media Iran melaporkan bahwa menara kontrol maritim telah menjadi sasaran.
Menurut lembaga penyiaran negara Iran, IRIB, serangan di Chabahar, pelabuhan terbesar di negara itu, juga merusak Rumah Sakit Imam Ali dan memutuskan jalur listrik utama. Namun, jaringan listrik telah dipulihkan sebagian.
Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kebakaran besar di Bushehr.
(mas)
Lihat Juga :