Trump Sebut Iran Sampah, Ini Respons Teheran
Kamis, 09 Juli 2026 - 09:23 WIB
loading...
Presiden AS Donald Trump menyebut Iran sebagai sampah dan menganggap gencatan senjata telah berakhir. Foto/Anadolu/via Turkiye Today
A
A
A
TEHERAN - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara terbuka menyebut Iran dan para negosiatornya sebagai "sampah" dan "orang-orang yang kejam". Umpatan kasar itu disampaikan selama pertemuan dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte, di mana Trump juga menganggap gencatan senjata antara kedua negara telah berakhir.
“Saya tidak ingin berurusan dengan mereka lagi. Mereka sampah,” kata Trump pada hari Rabu.
Baca Juga: AS Bombardir Iran 2 Hari Beruntun, Ledakan Terjadi di Mana-mana
“Mereka dipimpin oleh orang-orang sakit jiwa dan mereka adalah orang-orang yang kejam dan brutal. Dan jika mereka memiliki senjata nuklir, mereka akan menggunakannya. Sejauh yang saya ketahui, semuanya sudah berakhir,” paparnya.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi langsung merespons umpatan kasar Trump. “Mengucapkan kata-kata yang merendahkan kepada bangsa Iran yang beradab dan berani tidak mengurangi kebesarannya,” tulis Araghchi di X pada Rabu malam.
“Rakyat Iran dikenal karena kesopanan, budaya, dan nilai-nilai moral yang kuat. Kami tidak membalas kekasaran dengan kekasaran, tetapi dengan tindakan: tanpa rasa takut dan dengan keberanian yang besar,” imbuh dia.
Meskipun Araghchi tidak menyebut nama Trump, stasiun televisi pemerintah Iran, Press TV, mengatakan bahwa dia menanggapi komentar yang dibuat presiden AS sebelumnya pada hari itu selama KTT NATO di Turki.
Sementara itu, AS telah menyerang target di Iran untuk hari kedua berturut-turut pada Kamis (9/7/2026) dini hari dalam apa yang disebut Trump sebagai “pembalasan” atas serangan Teheran terhadap kapal-kapal komersial yang mencoba melewati Selat Hormuz.
Iran mengatakan serangan terbaru AS melanggar nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani pada 17 Juni dan bersumpah akan membalas.
Meskipun Teheran belum secara resmi mengakui tanggung jawab atas serangan terhadap tiga kapal tanker awal pekan ini, media Iran mengutip pejabat yang mengatakan bahwa kapal-kapal yang menjadi sasaran mencoba menyeberangi Selat Hormuz tanpa izin.
AS dan Iran telah berselisih mengenai interpretasi MoU tersebut. Berdasarkan kesepakatan itu, Teheran setuju untuk membuat pengaturan dengan upaya terbaiknya untuk jalur aman kapal-kapal komersial melewati Selat Hormuz.
Pada saat yang sama, Iran dan Oman akan memulai negosiasi untuk menentukan administrasi dan layanan maritim di masa depan di jalur perairan tersebut. Teheran berulang kali menegaskan bahwa mereka memiliki hak untuk mengatur lalu lintas dan memungut biaya.
“Saya tidak ingin berurusan dengan mereka lagi. Mereka sampah,” kata Trump pada hari Rabu.
Baca Juga: AS Bombardir Iran 2 Hari Beruntun, Ledakan Terjadi di Mana-mana
“Mereka dipimpin oleh orang-orang sakit jiwa dan mereka adalah orang-orang yang kejam dan brutal. Dan jika mereka memiliki senjata nuklir, mereka akan menggunakannya. Sejauh yang saya ketahui, semuanya sudah berakhir,” paparnya.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi langsung merespons umpatan kasar Trump. “Mengucapkan kata-kata yang merendahkan kepada bangsa Iran yang beradab dan berani tidak mengurangi kebesarannya,” tulis Araghchi di X pada Rabu malam.
“Rakyat Iran dikenal karena kesopanan, budaya, dan nilai-nilai moral yang kuat. Kami tidak membalas kekasaran dengan kekasaran, tetapi dengan tindakan: tanpa rasa takut dan dengan keberanian yang besar,” imbuh dia.
Meskipun Araghchi tidak menyebut nama Trump, stasiun televisi pemerintah Iran, Press TV, mengatakan bahwa dia menanggapi komentar yang dibuat presiden AS sebelumnya pada hari itu selama KTT NATO di Turki.
Sementara itu, AS telah menyerang target di Iran untuk hari kedua berturut-turut pada Kamis (9/7/2026) dini hari dalam apa yang disebut Trump sebagai “pembalasan” atas serangan Teheran terhadap kapal-kapal komersial yang mencoba melewati Selat Hormuz.
Iran mengatakan serangan terbaru AS melanggar nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani pada 17 Juni dan bersumpah akan membalas.
Meskipun Teheran belum secara resmi mengakui tanggung jawab atas serangan terhadap tiga kapal tanker awal pekan ini, media Iran mengutip pejabat yang mengatakan bahwa kapal-kapal yang menjadi sasaran mencoba menyeberangi Selat Hormuz tanpa izin.
AS dan Iran telah berselisih mengenai interpretasi MoU tersebut. Berdasarkan kesepakatan itu, Teheran setuju untuk membuat pengaturan dengan upaya terbaiknya untuk jalur aman kapal-kapal komersial melewati Selat Hormuz.
Pada saat yang sama, Iran dan Oman akan memulai negosiasi untuk menentukan administrasi dan layanan maritim di masa depan di jalur perairan tersebut. Teheran berulang kali menegaskan bahwa mereka memiliki hak untuk mengatur lalu lintas dan memungut biaya.
(mas)
Lihat Juga :