AS Serang 80 Target di Iran, Teheran Ancam Pembalasan yang Menghancurkan
Rabu, 08 Juli 2026 - 09:36 WIB
loading...
Kapal perang Iran meluncurkan rudal. Foto/anadolu
A
A
A
TEHERAN - Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM )mengatakan pasukannya telah menyelesaikan serangan terbaru terhadap Iran setelah menghantam lebih dari “80 target dengan amunisi presisi”. Iran menegaskan akan membalas serangan AS tersebut.
Dikatakan pasukan AS menyerang sistem pertahanan udara Iran, jaringan komando dan kendali, situs radar pantai, serta kemampuan rudal anti-kapal.
Menurut militer AS, “Lebih dari 60 kapal kecil Korps Garda Revolusi Islam di dalam dan di dekat selat juga dihantam untuk melemahkan kemampuan Iran untuk terus menyerang perdagangan internasional yang mengalir melalui koridor perdagangan internasional.”
CENTCOM kembali mengatakan serangan itu sebagai tanggapan atas serangan Iran terhadap tiga kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz pada hari Selasa.
Namun, Iran belum membantah atau mengkonfirmasi melakukan serangan tersebut.
Iran mengidentifikasi tiga kapal yang diserang pada hari Selasa sebagai “M/T Al Rekayyat berbendera Kepulauan Marshall, M/T Wedyan berbendera Arab Saudi, dan M/T Cyprus Prosperity berbendera Liberia”.
Pernyataan CENTCOM itu menggambarkan serangan tersebut sebagai “agresi yang tidak beralasan oleh pasukan Iran”.
CENTCOM mengatakan, “Serangan itu merupakan pelanggaran yang jelas dan berbahaya terhadap gencatan senjata dan merusak kebebasan navigasi.”
Ditambahkan pula, “Pasukan CENTCOM tetap siaga dan siap untuk meminta pertanggungjawaban Iran jika perjanjian tersebut tidak dipatuhi atau ditaati.”
Markas Besar Pusat Khatam-al-Anbiya mengutuk keras serangan militer AS baru-baru ini di Iran selatan, menyebutnya sebagai “tindakan agresi yang terang-terangan” yang terjadi saat jenazah mendiang pemimpin tertinggi sedang disemayamkan untuk prosesi pemakaman di Irak.
Dalam pernyataan resmi, militer memperingatkan Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran akan memberikan “tanggapan yang menghancurkan” terhadap tindakan AS.
Militer mengatakan Iran tidak akan mengizinkan campur tangan pihak luar dalam pengelolaan Selat Hormuz.
Militer menyatakan satu-satunya jalur aman bagi kapal komersial dan kapal tanker minyak melalui jalur air strategis tersebut adalah rute yang ditetapkan oleh Iran.
Baca juga: Apa itu Administrasi Gaza yang Baru setelah Pemerintahan Hamas Bubar?
Dikatakan pasukan AS menyerang sistem pertahanan udara Iran, jaringan komando dan kendali, situs radar pantai, serta kemampuan rudal anti-kapal.
Menurut militer AS, “Lebih dari 60 kapal kecil Korps Garda Revolusi Islam di dalam dan di dekat selat juga dihantam untuk melemahkan kemampuan Iran untuk terus menyerang perdagangan internasional yang mengalir melalui koridor perdagangan internasional.”
CENTCOM kembali mengatakan serangan itu sebagai tanggapan atas serangan Iran terhadap tiga kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz pada hari Selasa.
Namun, Iran belum membantah atau mengkonfirmasi melakukan serangan tersebut.
Iran mengidentifikasi tiga kapal yang diserang pada hari Selasa sebagai “M/T Al Rekayyat berbendera Kepulauan Marshall, M/T Wedyan berbendera Arab Saudi, dan M/T Cyprus Prosperity berbendera Liberia”.
Pernyataan CENTCOM itu menggambarkan serangan tersebut sebagai “agresi yang tidak beralasan oleh pasukan Iran”.
CENTCOM mengatakan, “Serangan itu merupakan pelanggaran yang jelas dan berbahaya terhadap gencatan senjata dan merusak kebebasan navigasi.”
Ditambahkan pula, “Pasukan CENTCOM tetap siaga dan siap untuk meminta pertanggungjawaban Iran jika perjanjian tersebut tidak dipatuhi atau ditaati.”
Markas Besar Pusat Khatam-al-Anbiya mengutuk keras serangan militer AS baru-baru ini di Iran selatan, menyebutnya sebagai “tindakan agresi yang terang-terangan” yang terjadi saat jenazah mendiang pemimpin tertinggi sedang disemayamkan untuk prosesi pemakaman di Irak.
Dalam pernyataan resmi, militer memperingatkan Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran akan memberikan “tanggapan yang menghancurkan” terhadap tindakan AS.
Militer mengatakan Iran tidak akan mengizinkan campur tangan pihak luar dalam pengelolaan Selat Hormuz.
Militer menyatakan satu-satunya jalur aman bagi kapal komersial dan kapal tanker minyak melalui jalur air strategis tersebut adalah rute yang ditetapkan oleh Iran.
Baca juga: Apa itu Administrasi Gaza yang Baru setelah Pemerintahan Hamas Bubar?
(sya)
Lihat Juga :