Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Sabtu, 20 Juni 2026 - 08:28 WIB
loading...
A
A
A
Satu ambulans yang dikirim untuk menyelamatkannya tidak pernah sampai ke tujuannya. Dua paramedis di dalamnya juga tewas.
Ketika para penyelidik akhirnya mencapai daerah tersebut, mereka menemukan Hind tewas bersama anggota keluarganya dan kru ambulans.
Kasus ini memicu kemarahan internasional dan menjadi salah satu simbol genosida Gaza yang paling dikenal luas.
Investigasi selanjutnya yang dilakukan Yayasan Hind Rajab, bersama dengan analis forensik, penyelidik sumber terbuka, dan organisasi media internasional, berupaya merekonstruksi peristiwa seputar pembunuhan tersebut.
Menurut investigasi tersebut, unit-unit dari Batalyon ke-52 dan Brigade Lapis Baja ke-401 beroperasi di daerah Tel al-Hawa pada saat Hind dan keluarganya dibunuh.
Perhatian khusus difokuskan pada satu kompi di dalam Batalyon 52 yang dilaporkan dikenal sebagai "Kekaisaran Vampir."
Kelompok hak asasi manusia kemudian mengajukan pengaduan hukum ke Mahkamah Pidana Internasional yang menyebutkan nama komandan dan personel dari Batalyon 52 dan Brigade ke-401, dengan mengandalkan citra satelit, bukti digital, dan analisis forensik yang disajikan sebagai bagian dari investigasi mereka.
Bukti dan tuduhan tersebut telah menjadi pusat upaya internasional yang sedang berlangsung untuk mencari pertanggungjawaban atas kejahatan yang dilakukan selama genosida Gaza.
Ketika para penyelidik akhirnya mencapai daerah tersebut, mereka menemukan Hind tewas bersama anggota keluarganya dan kru ambulans.
Kasus ini memicu kemarahan internasional dan menjadi salah satu simbol genosida Gaza yang paling dikenal luas.
Investigasi Menunjuk pada Batalyon 52
Investigasi selanjutnya yang dilakukan Yayasan Hind Rajab, bersama dengan analis forensik, penyelidik sumber terbuka, dan organisasi media internasional, berupaya merekonstruksi peristiwa seputar pembunuhan tersebut.
Menurut investigasi tersebut, unit-unit dari Batalyon ke-52 dan Brigade Lapis Baja ke-401 beroperasi di daerah Tel al-Hawa pada saat Hind dan keluarganya dibunuh.
Perhatian khusus difokuskan pada satu kompi di dalam Batalyon 52 yang dilaporkan dikenal sebagai "Kekaisaran Vampir."
Kelompok hak asasi manusia kemudian mengajukan pengaduan hukum ke Mahkamah Pidana Internasional yang menyebutkan nama komandan dan personel dari Batalyon 52 dan Brigade ke-401, dengan mengandalkan citra satelit, bukti digital, dan analisis forensik yang disajikan sebagai bagian dari investigasi mereka.
Bukti dan tuduhan tersebut telah menjadi pusat upaya internasional yang sedang berlangsung untuk mencari pertanggungjawaban atas kejahatan yang dilakukan selama genosida Gaza.
Lihat Juga :