Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia Bombardir Ukraina, Negara-negara NATO Murka
Senin, 25 Mei 2026 - 11:06 WIB
loading...
A
A
A
"Ini menunjukkan tindakan agresif nuklir yang sembrono," kata kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, dalam unggahan di X, Senin (25/5/2025).
“Rusia menemui jalan buntu di medan perang, jadi mereka meneror Ukraina dengan serangan yang disengaja ke pusat-pusat kota. Ini adalah tindakan teror yang mengerikan yang bertujuan untuk membunuh sebanyak mungkin warga sipil,” lanjut Kallas.
"Moskow dilaporkan menggunakan rudal balistik jarak menengah Oreshnik—sistem yang dirancang untuk membawa hulu ledak nuklir—adalah taktik menakut-nakuti secara politik dan permainan adu kekuatan nuklir yang sembrono,” imbuh Kallas.
Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul bergabung dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam mengecam keras serangan rudal hipersonik Oreshnik Rusia terbaru terhadap Ukraina. Mereka menyebut penggunaan senjata itu sebagai "eskalasi lainnya”.
Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper mengatakan: “Serangan Moskow yang meningkat terhadap warga sipil Ukraina menunjukkan kelemahannya.” Cooper menggambarkan pemandangan dari Kyiv sebagai “mengerikan”.
“Rusia menemui jalan buntu di medan perang, jadi mereka meneror Ukraina dengan serangan yang disengaja ke pusat-pusat kota. Ini adalah tindakan teror yang mengerikan yang bertujuan untuk membunuh sebanyak mungkin warga sipil,” lanjut Kallas.
"Moskow dilaporkan menggunakan rudal balistik jarak menengah Oreshnik—sistem yang dirancang untuk membawa hulu ledak nuklir—adalah taktik menakut-nakuti secara politik dan permainan adu kekuatan nuklir yang sembrono,” imbuh Kallas.
Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul bergabung dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam mengecam keras serangan rudal hipersonik Oreshnik Rusia terbaru terhadap Ukraina. Mereka menyebut penggunaan senjata itu sebagai "eskalasi lainnya”.
Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper mengatakan: “Serangan Moskow yang meningkat terhadap warga sipil Ukraina menunjukkan kelemahannya.” Cooper menggambarkan pemandangan dari Kyiv sebagai “mengerikan”.
Lihat Juga :