Trump Pertimbangkan Serangan Baru ke Iran

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:04 WIB
loading...
A A A
Korps Garda Revolusi Islam Iran memperingatkan pada hari Rabu bahwa serangan lebih lanjut terhadap negara itu dari Amerika Serikat atau Israel dapat memperluas konflik di luar Timur Tengah, menjanjikan "pukulan telak… di tempat-tempat yang bahkan tidak dapat Anda bayangkan."

Teheran sedang meninjau proposal terbaru AS untuk kemungkinan kesepakatan untuk mengakhiri perang yang hampir tiga bulan yang telah mengguncang pasar energi dan mengakibatkan kenaikan harga bahan bakar. Proposal tersebut dikirimkan ke Iran pada hari Rabu, menurut sebuah sumber yang mengatakan kepada CBS News bahwa proposal itu juga disertai dengan peringatan bahwa menolak tawaran yang disebut sebagai tawaran terakhir ini akan berarti serangan militer akan berlanjut.

"Iran sangat ingin mencapai kesepakatan," kata Trump pada hari Jumat. "Kita lihat saja apa yang terjadi."

Presiden mengatakan pada hari Rabu bahwa ia siap memberi Teheran "beberapa hari" untuk menanggapi tawaran terbaru AS. Ia menambahkan bahwa timnya "cukup terkesan" oleh para negosiator Iran, tetapi memperingatkan bahwa pemerintah membutuhkan jaminan yang cukup substansial untuk mencegah konflik kembali berkobar.

Tanggapan diperkirakan akan segera dikirimkan melalui Pakistan, yang telah bertindak sebagai perantara.

Sebelum menaiki penerbangan ke India, Menteri Luar Negeri Marco Rubio mengatakan kepada wartawan bahwa AS mengharapkan untuk menerima tanggapan melalui marsekal lapangan Pakistan, yang telah bertindak sebagai saluran komunikasi utama dengan Iran atas nama pemerintahan Trump. Rubio mengklaim bahwa Trump lebih menyukai diplomasi daripada serangan dan mengatakan bahwa kemajuan telah dicapai, meskipun ia mengindikasikan masih ada pekerjaan yang harus dilakukan.

Rubio juga merujuk pada percakapan dari pertemuan di Swedia dengan anggota NATO tentang bagaimana membuka kembali Selat Hormuz melalui kekuatan militer, sebuah upaya yang ia sebut sebagai "Rencana B" jika Iran tidak setuju untuk melakukannya sendiri.

Di Washington, anggota Partai Republik di DPR pada hari Kamis menghentikan upaya untuk mengadakan pemungutan suara yang membatasi wewenang Presiden Trump untuk melakukan operasi militer terhadap Iran setelah menyimpulkan bahwa mereka kekurangan suara yang dibutuhkan untuk menghentikan resolusi tersebut.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Presiden Iran Klaim...
Presiden Iran Klaim Teheran Keluar sebagai Pemenang, Ini Alasan Utamanya
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Dunia Sambut Positif...
Dunia Sambut Positif Perdamaian AS dan Iran, Hanya Israel yang Marah
Perdamaian Segera Terwujud,...
Perdamaian Segera Terwujud, Militer Iran: Keinginan Rakyat Sudah Dipaksakan kepada Musuh
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Perang Iran: Dari Bertahan...
Perang Iran: Dari Bertahan Hidup Menjadi Pengatur Kawasan?
AS dan Iran Setujui...
AS dan Iran Setujui Kesepakatan untuk Akhiri Perang di Timur Tengah, Ini Isinya
AS-Iran Lanjutkan Negosiasi...
AS-Iran Lanjutkan Negosiasi setelah Penandatanganan MoU, Bahas Program Rudal dan Nuklir
Rekomendasi
Akui Program Pemerintah...
Akui Program Pemerintah Banyak Kekurangan, Wapres Gibran: Kita Perbaiki Bersama
Kejutan, Spanyol Ditahan...
Kejutan, Spanyol Ditahan Imbang Cape Verde di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Temui Gibran, Mahasiswa...
Temui Gibran, Mahasiswa Beri Tenggat Waktu 5 Hari ke Pemerintah untuk Realisasikan Tuntutan
Berita Terkini
4 Fakta Memalukan Keluarga...
4 Fakta Memalukan Keluarga Kerajaan Norwegia Divonis 4 Tahun Penjara karena Pemerkosaan
Pesawat Pengebom Strategis...
Pesawat Pengebom Strategis Tu-22M3 Rusia Jatuh saat Latihan Penerbangan, Apakah Ada Sabotase?
Presiden Iran Klaim...
Presiden Iran Klaim Teheran Keluar sebagai Pemenang, Ini Alasan Utamanya
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved