Didukung AS dan Kaya Minyak, Wilayah Alberta Tuntut Merdeka dari Kanada
Selasa, 05 Mei 2026 - 09:39 WIB
loading...
A
A
A
“Para separatis bukanlah anggota terpilih. Mereka hanyalah warga negara Kanada yang tinggal di Alberta, dan mereka benar-benar membentuk delegasi dan diterima oleh tingkat tertinggi pemerintahan AS. Itu pasti sangat memberdayakan mereka,” katanya kepada AFP, Selasa (5/5/2026).
Menteri Keuangan AS Scott Bessent juga menuai kemarahan dari Kanada pada bulan Januari ketika dia mengatakan Alberta dan Amerika Serikat akan menjadi “mitra alami”.
Kelompok yang mengoordinasikan upaya separatis, Stay Free Alberta, memiliki waktu hingga awal Mei untuk mengumpulkan 178.000 tanda tangan.
Pemimpin mereka, Mitch Sylvestre, mengatakan kepada AFP pekan lalu bahwa mereka telah dengan mudah melewati ambang batas tersebut.
Para separatis memasuki Edmonton dalam konvoi pada hari Senin sebelum Sylvestre mencoba menyampaikan petisinya kepada pejabat provinsi.
Suku Bangsa Pertama Alberta—kelompok masyarakat adat yang menandatangani perjanjian dengan Inggris sebelum Kanada merdeka—telah mengajukan gugatan ke pengadilan, dengan alasan bahwa pemisahan Alberta akan melanggar hak-hak perjanjian mereka, sebuah kasus yang dapat membuat seluruh proses menjadi tidak berarti.
Namun Michael Wagner, seorang sejarawan independen dan pendukung lama kemerdekaan Alberta, mengatakan pekan lalu bahwa dampak dari upaya separatis akan bertahan lama.
“Bahkan jika kita kalah dalam referendum, (ini) tidak akan hilang begitu saja,” katanya kepada AFP. “Saya pikir ini akan menjadi perubahan permanen dalam budaya politik kita.”
Lukaszuk mengatakan dia telah tinggal di Alberta selama 46 tahun. "Dan belum pernah melihat provinsi ini terpecah belah seperti sekarang ini," katanya.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent juga menuai kemarahan dari Kanada pada bulan Januari ketika dia mengatakan Alberta dan Amerika Serikat akan menjadi “mitra alami”.
Kelompok yang mengoordinasikan upaya separatis, Stay Free Alberta, memiliki waktu hingga awal Mei untuk mengumpulkan 178.000 tanda tangan.
Pemimpin mereka, Mitch Sylvestre, mengatakan kepada AFP pekan lalu bahwa mereka telah dengan mudah melewati ambang batas tersebut.
Para separatis memasuki Edmonton dalam konvoi pada hari Senin sebelum Sylvestre mencoba menyampaikan petisinya kepada pejabat provinsi.
Suku Bangsa Pertama Alberta—kelompok masyarakat adat yang menandatangani perjanjian dengan Inggris sebelum Kanada merdeka—telah mengajukan gugatan ke pengadilan, dengan alasan bahwa pemisahan Alberta akan melanggar hak-hak perjanjian mereka, sebuah kasus yang dapat membuat seluruh proses menjadi tidak berarti.
Namun Michael Wagner, seorang sejarawan independen dan pendukung lama kemerdekaan Alberta, mengatakan pekan lalu bahwa dampak dari upaya separatis akan bertahan lama.
“Bahkan jika kita kalah dalam referendum, (ini) tidak akan hilang begitu saja,” katanya kepada AFP. “Saya pikir ini akan menjadi perubahan permanen dalam budaya politik kita.”
Lukaszuk mengatakan dia telah tinggal di Alberta selama 46 tahun. "Dan belum pernah melihat provinsi ini terpecah belah seperti sekarang ini," katanya.
Lihat Juga :