Jerman Sebut Penarikan 5.000 Tentara AS Dapat Diprediksi, NATO Minta Klarifikasi Amerika

Minggu, 03 Mei 2026 - 09:47 WIB
loading...
A A A
Perselisihan terbaru antara Trump dan Merz dipicu oleh komentar kanselir Jerman pada hari Senin lalu. Merz mengatakan kepada mahasiswa: "Amerika jelas tidak memiliki strategi."

"Orang Iran jelas sangat terampil dalam bernegosiasi, atau lebih tepatnya, sangat terampil dalam tidak bernegosiasi, membiarkan Amerika pergi ke Islamabad dan kemudian pergi lagi tanpa hasil apa pun," katanya.

"Seluruh bangsa sedang dipermalukan oleh kepemimpinan Iran," lanjut dia.

Sebagai tanggapan, Trump menggunakan platform Truth Social miliknya, mengatakan: "Merz menganggap tidak apa-apa bagi Iran untuk memiliki senjata nuklir dan tidak tahu apa yang dia bicarakan."

Hal ini segera diikuti oleh pengumuman penarikan pasukan AS dari Jerman.

Juru bicara Pentagon, Sean Parnell, mengatakan perintah penarikan 5.000 tentara AS tersebut berasal dari Menteri Perang Pete Hegseth. "Kami memperkirakan penarikan akan selesai dalam enam hingga dua belas bulan ke depan," katanya.

Trump, seorang kritikus lama aliansi NATO, telah mengecam sekutu atas penolakan mereka untuk berpartisipasi dalam operasi untuk membuka kembali Selat Hormuz, jalur penting untuk rute pengiriman minyak global yang sedang ditutup Iran.

Iran telah membatasi lalu lintas melalui jalur air tersebut secara ketat, sebagai respons terhadap serangan AS dan Israel yang dimulai pada 28 Februari.

AS juga telah memberlakukan blokade Angkatan Laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran di Selat Hormuz.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Harga Minyak Dunia Naik,...
Harga Minyak Dunia Naik, Aktivitas Pelayaran di Selat Hormuz Belum Pulih
Rekomendasi
Momen Tahun Baru Islam...
Momen Tahun Baru Islam 1448 H, Dompet Dhuafa Perkuat Program Anak Yatim melalui BesTeam
BPDP Dorong UMKM Perkebunan...
BPDP Dorong UMKM Perkebunan Naik Kelas lewat Inovasi Produk
Jangan Sampai Lolos!...
Jangan Sampai Lolos! BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Promo Gila-gilaan dari Rumah, Mobil, sampai Tiket Liburan
Berita Terkini
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
Infografis
15 Perang yang Melibatkan...
15 Perang yang Melibatkan Tentara AS, Pernah Kalah karena 60.000 Pasukan Tewas Sia-sia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved