Trauma Dibombardir Drone dan Rudal, Ini 7 Alasan Negara-negara Arab Tolak Perang Iran Jilid II

Minggu, 03 Mei 2026 - 21:50 WIB
loading...
A A A
Kekhawatiran ini bukan tanpa preseden. Selama bertahun-tahun, aliansi Amerika di kawasan ini sering bergeser sebagai respons terhadap perubahan kepentingan. Mantan presiden Mesir, Hosni Mubarak, adalah sekutu lama Washington hingga Musim Semi Arab tahun 2011, ketika ia akhirnya didesak untuk mundur. Demikian pula, pasukan Kurdi di Suriah, yang memainkan peran kunci dalam perang melawan ISIS bersama Amerika Serikat, kemudian mendapati diri mereka terekspos setelah penarikan AS.


4. Takut dengan Milisi yang Jadi Proksi Iran

Bagi negara-negara Teluk, contoh-contoh ini memperkuat risiko terlalu bergantung pada jaminan eksternal. Terlibat dalam perang bisa berarti dibiarkan sendirian dalam konfrontasi berkepanjangan dengan Iran.

Al Shelemy percaya pendekatan saat ini telah terbukti efektif dan "kurang merusak."

"Hal itu menghasilkan lebih sedikit korban dan mencegah perang skala penuh, terutama mengingat fakta bahwa kita memiliki milisi yang mendukung Iran yang hanya berjarak kurang dari 20 kilometer dari kota-kota kita."

Kedekatan itu merupakan faktor penting. Milisi yang didukung Iran yang beroperasi di seluruh wilayah tersebut menghadirkan ancaman langsung, yang dapat dengan cepat meningkat jika negara-negara Teluk mengambil tindakan ofensif. Kehadiran Muslim Syiah di beberapa negara Teluk, seperti Bahrain, Kuwait, dan Arab Saudi, juga dapat berkontribusi pada ketidakstabilan mengingat hubungan mereka, dan terkadang loyalitas mereka, kepada Iran.

5. Mengutamakan Perdamaian

Salam Abdel Samed, seorang ahli hukum internasional yang berbasis di Dubai, menggemakan perspektif Al Shelemy, memuji pemerintah UEA karena tidak terlibat dalam konflik terbuka dengan Iran.

“Negara-negara Teluk tidak pernah agresif atau militer. Mereka tidak. Telah menjadi pusat stabilitas ekonomi dan perdamaian, jadi melibatkan diri dalam perang sama sekali tidak masuk akal,” ujarnya.

“Inilah mengapa pendekatan yang dipilih adalah untuk membela diri secara efektif terhadap agresi apa pun. Para pemimpin cukup bijaksana untuk tidak melibatkan diri dalam reaksi yang tidak terukur.”

6. Stabilitas Ekonomi Jadi Segalanya

Pertimbangan ekonomi juga sangat berpengaruh. Ekonomi negara-negara Teluk sangat terkait dengan pasar global, dan stabilitas sangat penting bagi kemakmuran mereka. Perang, sebaliknya, mengancam infrastruktur, perdagangan, dan kepercayaan investor.

Namun demikian, Abdel Samed memperingatkan bahwa setelah konflik berakhir, hubungan dengan Iran tidak akan sama lagi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Imbas AS Serang Iran:...
Imbas AS Serang Iran: Qatar, Bahrain, dan Kuwait Panik
Trump Sebut Iran Sampah,...
Trump Sebut Iran Sampah, Ini Respons Teheran
Ayatollah Ali Khamenei...
Ayatollah Ali Khamenei Akan Dikuburkan Hari Ini di Tengah Serangan AS terhadap Iran
Jenderal Iran Incar...
Jenderal Iran Incar Trump dan Netanyahu, Balas Dendam untuk Khamenei
Trump Ketar-ketir Nyawanya...
Trump Ketar-ketir Nyawanya Terancam, Sebut Iran Berencana Membunuhnya
AS Bombardir Iran 2...
AS Bombardir Iran 2 Hari Beruntun, Ledakan Terjadi di Mana-mana
Kesepakatan Damai Batal!...
Kesepakatan Damai Batal! AS Gempur Balik Iran, Harga Minyak Ngamuk Lagi
Dibombardir AS, Asap...
Dibombardir AS, Asap Membubung di Pelabuhan Iran
Harga Minyak Dunia Mendidih...
Harga Minyak Dunia Mendidih usai Trump Sebut MoU Perjanjian Damai dengan Iran Berakhir
Rekomendasi
Rahasia Industri Logam...
Rahasia Industri Logam Tanah Jarang China Dibongkar Ilmuwan, AS-Jepang Pegang Kunci Mineral Langka!
Perencanaan Matang dan...
Perencanaan Matang dan Value for Money Kunci Keberhasilan Modernisasi Alutsista
Fangfang Ungkap Bukti...
Fangfang Ungkap Bukti Pernikahan Siri dengan Vicky Prasetyo, Dihadiri Keluarga
Berita Terkini
Venezuela Memohon kepada...
Venezuela Memohon kepada Raja Charles: Serahkan 31 Ton Emas yang Ditahan Inggris
Uni Eropa Perketat Impor...
Uni Eropa Perketat Impor E-Commerce, Era Paket Murah dari China Mulai Berakhir
Imbas AS Serang Iran:...
Imbas AS Serang Iran: Qatar, Bahrain, dan Kuwait Panik
Trump Sebut Iran Sampah,...
Trump Sebut Iran Sampah, Ini Respons Teheran
Ayatollah Ali Khamenei...
Ayatollah Ali Khamenei Akan Dikuburkan Hari Ini di Tengah Serangan AS terhadap Iran
AS Diperkirakan Akan...
AS Diperkirakan Akan Pasok 6 Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved