AS Sudah Bombardir Iran 40 Hari, tapi Trump Menolak Menyebutnya sebagai Perang

Jum'at, 01 Mei 2026 - 07:51 WIB
loading...
A A A
Trump juga menggambarkan dugaan penindasan yang lebih luas di Iran, termasuk eksekusi seorang pegulat dan rekan-rekannya karena pidato politik. "Mereka membunuhnya karena dia memprotes. Mereka mengeksekusinya bersama teman-temannya," ujarnya.

Dia mengeklaim jumlah korban tewas akibat tindakan keras rezim Iran secara keseluruhan jauh lebih tinggi daripada angka yang dilaporkan. "Mereka membunuh 42.000 orang tak bersalah, bukan orang yang membawa senjata, karena memprotes, dan angka yang mereka katakan jauh lebih tinggi dari itu," klaim Trump.

Lebih lanjut, Trump mengaitkan situasi tersebut dengan kinerja ekonomi domestik, menunjuk pada kenaikan pasar saham. "Kita baru saja mencapai titik tertinggi baru hari ini di pasar saham. Indeks S&P (Standard & Poor's) meroket, ketika Dow mencapai 50.000 dan S&P 7.000, saya berkata pada diri sendiri, kita harus melakukan sesuatu tentang Iran," katanya.

Dia mengulangi pendiriannya yang sudah lama tentang ambisi nuklir Iran, dengan mengatakan: "Mereka ingin memiliki senjata nuklir. Anda tidak bisa membiarkan mereka memiliki senjata nuklir."

Sebelumnya, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan bahwa Teheran akan memastikan keamanan Teluk Persia dan mengakhiri apa yang dia sebut sebagai "kehadiran dan campur tangan" AS dengan mengendalikan Selat Hormuz di tengah ketegangan geopolitik akibat konfrontasi baru-baru ini antara Republik Islam dengan Washington dan perebutan kekuasaan antara kedua pihak atas kendali virtual jalur air strategis tersebut.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Apakah Strategi Panas...
Apakah Strategi Panas dan Dingin yang dilakukan Trump untuk Menekan Iran Bisa Sukses?
Pasukan Khusus AS Siapkan...
Pasukan Khusus AS Siapkan Operasi Perebutan Bom Nuklir Iran, Ini 7 Strateginya
Viral di Media Sosial,...
Viral di Media Sosial, Jet Tempur AS Diduga Jatuh di Iran pada Serangan ke-13
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
Memanas, Kuwait dan...
Memanas, Kuwait dan Bahrain Lancarkan Serangan Udara ke Iran
Biaya Logistik Global...
Biaya Logistik Global Menggila, Ancaman Inflasi Tak Hanya dari Harga Minyak
Blokade Laut Memanas,...
Blokade Laut Memanas, Houthi Gempur 2 Kapal Tanker Arab Saudi di Laut Merah
Nah, Diam-Diam Bahrain...
Nah, Diam-Diam Bahrain dan Kuwait Ikut Serang Iran
Rekomendasi
Hasil Piala AFF 2026:...
Hasil Piala AFF 2026: Malaysia Comeback, Tundukkan Myanmar 2-1
PT Astra International...
PT Astra International Tbk: Dari Rumah Koran di Desa Sejahtera Astra Kanreapia Menjadi Sentra Sayuran di Sulawesi Selatan
Perhitungan Kerugian...
Perhitungan Kerugian Negara Dipertanyakan, Pengamat Dorong Reformasi Audit BPKP
Berita Terkini
Apakah Strategi Panas...
Apakah Strategi Panas dan Dingin yang dilakukan Trump untuk Menekan Iran Bisa Sukses?
Pasukan Khusus AS Siapkan...
Pasukan Khusus AS Siapkan Operasi Perebutan Bom Nuklir Iran, Ini 7 Strateginya
Setelah Ribuan Gen Z...
Setelah Ribuan Gen Z Berdemo selama Berminggu-minggu, Menteri Pendidikan India Mundur
Viral di Media Sosial,...
Viral di Media Sosial, Jet Tempur AS Diduga Jatuh di Iran pada Serangan ke-13
Siapa Yu Deng dan Hong...
Siapa Yu Deng dan Hong Wang? Matematikawan China yang Memecahkan Masalah Paling Sulit di Dunia
Selama 30 Tahun, Kakek...
Selama 30 Tahun, Kakek di Singapura Ini Perkosa 11 Gadis, Termasuk Anak, Cucu, hingga Keponakan
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved