Menteri Perang AS Pete Hegseth: Blokade Amerika terhadap Iran Mendunia!
Minggu, 26 April 2026 - 07:50 WIB
loading...
A
A
A
Dia menambahkan, militer AS akan terus mencegat kapal-kapal Iran di Samudra Pasifik dan Samudra Hindia.
"Kami memberlakukan blokade secara menyeluruh terhadap kapal apa pun dari negara mana pun yang transit ke atau dari pelabuhan atau wilayah Iran," kata Caine.
"Kami melacak dengan cermat kapal-kapal yang menjadi perhatian yang menuju Iran dan kapal-kapal yang menjauh dari Iran yang berada di luar area blokade ketika blokade ini diperintahkan dan...kami siap dan siaga untuk mencegat mereka," katanya.
Blokade Angkatan Laut AS terhadap Iran dimulai pada 13 April. Hegseth juga memperingatkan bahwa setiap upaya Iran untuk memasang ranjau di Selat Hormuz akan melanggar gencatan senjata.
"Transit (Selat Hormuz) memang terjadi, jauh lebih terbatas daripada yang diinginkan siapa pun dan dengan risiko yang lebih besar daripada yang diinginkan orang, tetapi itu karena Iran melakukan hal-hal yang tidak bertanggung jawab dengan kapal-kapal kecil dan cepat ... yang membawa senjata," kata Hegseth, seperti dikutip dari The New Arab, Minggu (26/4/2026).
"Kami memberlakukan blokade secara menyeluruh terhadap kapal apa pun dari negara mana pun yang transit ke atau dari pelabuhan atau wilayah Iran," kata Caine.
"Kami melacak dengan cermat kapal-kapal yang menjadi perhatian yang menuju Iran dan kapal-kapal yang menjauh dari Iran yang berada di luar area blokade ketika blokade ini diperintahkan dan...kami siap dan siaga untuk mencegat mereka," katanya.
Blokade Angkatan Laut AS terhadap Iran dimulai pada 13 April. Hegseth juga memperingatkan bahwa setiap upaya Iran untuk memasang ranjau di Selat Hormuz akan melanggar gencatan senjata.
"Transit (Selat Hormuz) memang terjadi, jauh lebih terbatas daripada yang diinginkan siapa pun dan dengan risiko yang lebih besar daripada yang diinginkan orang, tetapi itu karena Iran melakukan hal-hal yang tidak bertanggung jawab dengan kapal-kapal kecil dan cepat ... yang membawa senjata," kata Hegseth, seperti dikutip dari The New Arab, Minggu (26/4/2026).
(mas)
Lihat Juga :