8 Negara yang Memindahkan Kedutaan Besarnya ke Yerusalem, Salah Satunya Negara Mayoritas Muslim
Rabu, 22 April 2026 - 12:20 WIB
loading...
A
A
A
Negara tersebut mengembalikan kedutaannya di Yerusalem pada 12 Desember 2024, di bawah Presiden Santiago Pena.
Langkah tersebut mengikuti komitmen yang dibuat berdasarkan perjanjian normalisasi yang dimediasi AS dengan Serbia yang ditandatangani pada September 2020, di mana Kosovo berjanji untuk menjalin hubungan diplomatik dengan Israel.
Uni Eropa menyatakan penyesalan atas keputusan tersebut, dengan mengatakan bahwa hal itu menyimpang dari posisi blok tersebut mengenai Yerusalem.
Langkah ini mengikuti langkah-langkah sebelumnya untuk memperdalam hubungan dengan Israel, termasuk pembukaan kantor perdagangan di Yerusalem pada tahun 2019, yang kemudian ditingkatkan statusnya menjadi kedutaan penuh.
Marape menggambarkan langkah tersebut sebagai "pilihan yang disadari," mengatakan bahwa pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel terkait dengan identitas Kristen negara tersebut, menurut media Israel.
"Bagi kita untuk menyebut diri kita sebagai orang Kristen, menghormati Tuhan tidak akan lengkap tanpa mengakui bahwa Yerusalem adalah ibu kota universal rakyat dan bangsa Israel," katanya.
4. Kosovo
Kosovo membuka kedutaannya di Yerusalem pada 14 Maret 2021, menjadi negara Eropa dan wilayah mayoritas Muslim pertama yang melakukannya.Langkah tersebut mengikuti komitmen yang dibuat berdasarkan perjanjian normalisasi yang dimediasi AS dengan Serbia yang ditandatangani pada September 2020, di mana Kosovo berjanji untuk menjalin hubungan diplomatik dengan Israel.
Uni Eropa menyatakan penyesalan atas keputusan tersebut, dengan mengatakan bahwa hal itu menyimpang dari posisi blok tersebut mengenai Yerusalem.
5. Honduras
Honduras secara resmi meresmikan kedutaannya di Yerusalem pada 24 Juni 2021, di bawah Presiden Juan Orlando Hernandez.
Langkah ini mengikuti langkah-langkah sebelumnya untuk memperdalam hubungan dengan Israel, termasuk pembukaan kantor perdagangan di Yerusalem pada tahun 2019, yang kemudian ditingkatkan statusnya menjadi kedutaan penuh.
7. Papua Nugini
Papua Nugini membuka kedutaannya di Yerusalem pada 5 September 2023, dengan Perdana Menteri James Marape menghadiri upacara peresmian.Marape menggambarkan langkah tersebut sebagai "pilihan yang disadari," mengatakan bahwa pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel terkait dengan identitas Kristen negara tersebut, menurut media Israel.
"Bagi kita untuk menyebut diri kita sebagai orang Kristen, menghormati Tuhan tidak akan lengkap tanpa mengakui bahwa Yerusalem adalah ibu kota universal rakyat dan bangsa Israel," katanya.
8. Fiji
Baru-baru ini, Perdana Menteri Fiji Sitiveni Rabuka pada 17 September 2025 membuka kedutaan baru negaranya di Yerusalem, dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Luar Negeri(ahm)
Lihat Juga :