Gencatan Senjata Diperpanjang, Kenapa Militer Iran Justru Siaga 100 Persen?

Rabu, 22 April 2026 - 07:50 WIB
loading...
Gencatan Senjata Diperpanjang,...
Gencatan senjata diperpanjang, militer Iran justru siaga 100 persen. Foto/X
A A A
TEHERAN - Militer Iran mengatakan akan segera menyerang “target yang telah ditentukan sebelumnya” jika AS melancarkan serangan baru. Itu dilakukan setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata.

Gencatan Senjata Diperpanjang, Kenapa Militer Iran Justru Siaga 100 Persen?

1. AS Kerap Melakukan Ancaman Berulang

Peringatan tersebut disampaikan oleh Ebrahim Zolfaghari, juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran, menyusul apa yang ia sebut sebagai ancaman berulang dari Presiden AS Trump dan komandan militer Amerika.

“Pasukan kami yang cakap dan kuat telah lama berada dalam keadaan siaga 100 persen dan siap serta siap beraksi,” kata Zolfaghari.

Jika terjadi “agresi dan tindakan apa pun terhadap Republik Islam Iran,” pasukan Iran akan “segera dan dengan kuat menyerang target yang telah ditentukan sebelumnya”.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Trump mengatakan Amerika Serikat akan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran menyusul permintaan dari pejabat Pakistan, dan blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan Iran akan tetap berlaku.


2. Iran Sebut Blokade Selat Hormuz oleh AS sebagai Pembajakan

Kedutaan Besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa telah mengecam AS atas tindakan yang memiliki "ciri khas pembajakan" setelah pasukan militer AS menyerang kapal dagang Iran di Laut Oman.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Posisi Iran Jadi Pemenang,...
Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
AS dan Iran Setujui...
AS dan Iran Setujui Kesepakatan untuk Akhiri Perang di Timur Tengah, Ini Isinya
Bukan Akhir dari Konflik,...
Bukan Akhir dari Konflik, MoU Perjanjian Damai AS-Iran Hanya Redakan Ketegangan
Rekomendasi
Sudewo Klaim Namanya...
Sudewo Klaim Namanya Dicatut Soal Pemerasan Jabatan Perangkat Desa, KPK: Publik Bisa Cermati Dakwaan
Mengapa iPhone 11 Masih...
Mengapa iPhone 11 Masih Didukung iOS 27? Ini Jawabannya
Elza Syarief Mendadak...
Elza Syarief Mendadak Mundur sebagai Pengacara Sony Sonjaya, Alasannya Merasa Dibohongi
Berita Terkini
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved