Pertahanan AS Makin Rapuh Akibat Perang Iran, Ini 4 Pemicunya

Kamis, 23 April 2026 - 03:30 WIB
loading...
Pertahanan AS Makin...
Pertahanan AS makin rapuh akibat perang Iran. Foto/X/CENTCOM
A A A
WASHINGTON - Militer AS secara signifikan mengurangi persediaan rudal utamanya selama perang dengan Iran dan menciptakan "risiko jangka pendek" kehabisan amunisi dalam konflik di masa depan jika terjadi dalam beberapa tahun ke depan. Itu diungkapkan para ahli dan tiga orang yang mengetahui penilaian persediaan internal Departemen Pertahanan baru-baru ini. Akibatnya, pertahanan militer AS makin rapuh.

Selama tujuh minggu terakhir perang, militer AS telah menghabiskan setidaknya 45% dari persediaan Rudal Serangan Presisi (Precision Strike Missiles); setidaknya setengah dari persediaan rudal THAAD, yang dirancang untuk mencegat rudal balistik; dan hampir 50% dari persediaan rudal pencegat pertahanan udara Patriot, menurut analisis baru yang dilakukan oleh Pusat Studi Strategis dan Internasional (Center for Strategic and International Studies). Angka-angka tersebut sangat sesuai dengan data rahasia Pentagon tentang persediaan AS, menurut sumber yang mengetahui penilaian tersebut.

Awal tahun ini Pentagon menandatangani serangkaian kontrak yang akan membantu memperluas produksi rudal, tetapi jangka waktu pengiriman untuk mengganti sistem ini adalah tiga hingga lima tahun bahkan dengan peningkatan kapasitas, kata para ahli CSIS dan sumber tersebut.

Pertahanan AS Makin Rapuh Akibat Perang Iran, Ini 4 Pemicunya

1. Butuh Waktu 4 Tahun untuk Mempersiapkan Pasokan Rudal

Dalam jangka pendek, AS kemungkinan mempertahankan cukup bom dan rudal untuk melanjutkan operasi tempur melawan Iran, dalam skenario apa pun, jika gencatan senjata yang rapuh gagal bertahan. Namun, jumlah amunisi penting yang tersisa di persediaan AS tidak lagi cukup untuk menghadapi musuh yang setara, seperti China, dan kemungkinan akan memakan waktu bertahun-tahun sebelum persediaan senjata tersebut kembali ke tingkat sebelum perang, demikian kesimpulan analisis CSIS.

“Pengeluaran amunisi yang tinggi telah menciptakan celah kerentanan yang meningkat di Pasifik barat,” kata Mark Cancian, seorang Kolonel Korps Marinir AS yang telah pensiun dan salah satu penulis laporan CSIS, kepada CNN. “Akan dibutuhkan satu hingga empat tahun untuk mengisi kembali persediaan ini dan beberapa tahun setelah itu untuk memperluasnya hingga mencapai jumlah yang dibutuhkan.”

Dalam sebuah pernyataan kepada CNN, juru bicara utama Pentagon, Sean Parnell, mengatakan bahwa militer “memiliki semua yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas pada waktu dan tempat yang dipilih Presiden.”

“Sejak Presiden Trump menjabat, kami telah melaksanakan beberapa operasi yang sukses di seluruh komando tempur sambil memastikan militer AS memiliki persenjataan yang lengkap untuk melindungi rakyat dan kepentingan kami,” katanya.


2. Pesanan Rudal Tak Bisa Direalisasikan dalam Waktu Cepat

Militer AS juga telah menghabiskan sekitar 30% dari persediaan rudal Tomahawk-nya; lebih dari 20% dari persediaan rudal jarak jauh Joint Air-to-Surface Standoff Missiles (JASSA); dan sekitar 20% dari rudal SM-3 dan SM-6, menurut analisis dan sumber-sumber tersebut. Diperlukan sekitar empat hingga lima tahun untuk mengganti sistem-sistem tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Dijadikan Ganti Rugi bagi Negara Arab, 3 Alasan Teheran Marah Besar!
Tak Ingin Kerusakan...
Tak Ingin Kerusakan Akibat Serangan Iran Diketahui Dunia, Israel Berlakukan Sensor Militer
5 Negara yang Mampu...
5 Negara yang Mampu Membuat Jet Tempur Sendiri, Ada yang Produksinya Mencapai Ratusan Unit per Tahun
Rudal Iran Guncang Israel,...
Rudal Iran Guncang Israel, Trump: Netanyahu Tak Boleh Balas Dendam
IRGC Serang 3 Pangkalan...
IRGC Serang 3 Pangkalan Militer Zionis, Israel Gempur 5 Kota Iran
AS Hendak Beli Kepulauan...
AS Hendak Beli Kepulauan Chagos, Ini Tujuannya
Dari Iran ke Indonesia,...
Dari Iran ke Indonesia, Pesepeda Arezoo Tampil Memukau Lewat Sentuhan Ade Fitri Kirana
Iran Bantah Serang Bandara...
Iran Bantah Serang Bandara Kuwait, Tuding Sistem Patriot AS Jadi Penyebab
Gempa M7,8 Filipina...
Gempa M7,8 Filipina Lumpuhkan Bandara General Santos, 17 Penerbangan Dibatalkan!
Rekomendasi
Meta Akui Chatbot AI...
Meta Akui Chatbot AI Menyebabkan Ribuan Akun Instagram Diretas
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Siap Perjuangkan Kepastian Kerja dan Upah Layak
Bank Mantap Serahkan...
Bank Mantap Serahkan Santunan kepada Ahli Waris Jenderal Purn Ryamizard Ryacudu
Berita Terkini
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Dijadikan Ganti Rugi bagi Negara Arab, 3 Alasan Teheran Marah Besar!
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
Tak Ingin Kerusakan...
Tak Ingin Kerusakan Akibat Serangan Iran Diketahui Dunia, Israel Berlakukan Sensor Militer
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved