Pengamat Militer Sebut Penyitaan Kapal Tanker Iran Hanya untuk Menyelamatkan Muka AS

Senin, 20 April 2026 - 21:30 WIB
loading...
Pengamat Militer Sebut...
Pengamat militer sebut penyitaan kapal tanker Iran hanya untuk menyelamatkan muka AS. Foto/X
A A A
TEHERAN - Sinyal campur aduk Iran di Selat Hormuz lebih terencana daripada membingungkan. Itu diungkapkan Mohammad Eslami, seorang peneliti di bidang studi Timur Tengah dan Afrika Utara di Universitas Teheran.

Iran menutup selat untuk membukanya kembali, ini adalah dinamika negosiasi,” katanya kepada Al Jazeera.

Mengenai penyitaan kapal kargo Iran, Eslami menolak anggapan bahwa Teheran salah perhitungan.



“Dari sudut pandang Iran, Amerika adalah pihak yang mencari tindakan penyelamatan muka, dan penyitaan kapal Iran adalah bagian dari itu,” katanya, menambahkan bahwa laporan serangan balasan IRGC terhadap kapal-kapal yang terkait dengan Amerika menunjukkan bahwa Iran tidak akan mundur.

“AS tidak memiliki strategi yang jelas ketika memulai perang ini. Saya tidak terlalu optimis tentang pembicaraan tersebut. Jika tidak ada kesepakatan, perang akan berlanjut.”

Sedangkan, Presiden China Xi Jinping menyerukan agar jalur pelayaran normal kapal melalui Selat Hormuz dipertahankan selama percakapan telepon dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, lapor kantor berita negara Xinhua.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Viral di Media Sosial,...
Viral di Media Sosial, Jet Tempur AS Diduga Jatuh di Iran pada Serangan ke-13
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
Memanas, Kuwait dan...
Memanas, Kuwait dan Bahrain Lancarkan Serangan Udara ke Iran
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Biaya Logistik Global...
Biaya Logistik Global Menggila, Ancaman Inflasi Tak Hanya dari Harga Minyak
Presiden Bangladesh...
Presiden Bangladesh Mohammed Shahabuddin Mengundurkan Diri
Ngeri! Kecelakaan Maut...
Ngeri! Kecelakaan Maut Bus Kemendagri, 35 Orang Tewas
Rekomendasi
Kapolri dan Istri Tinjau...
Kapolri dan Istri Tinjau Bazar Kreasi Bhayangkari Nusantara, Dukung Penguatan UMKM
Pemerintah Bebaskan...
Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor Komponen Pesawat dan LPG Petrokimia
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Tambah Pasokan LPG 3 Kg di Majalengka dan Subang
Berita Terkini
Setelah Ribuan Gen Z...
Setelah Ribuan Gen Z Berdemo selama Berminggu-minggu, Menteri Pendidikan India Mundur
Viral di Media Sosial,...
Viral di Media Sosial, Jet Tempur AS Diduga Jatuh di Iran pada Serangan ke-13
Siapa Yu Deng dan Hong...
Siapa Yu Deng dan Hong Wang? Matematikawan China yang Memecahkan Masalah Paling Sulit di Dunia
Selama 30 Tahun, Kakek...
Selama 30 Tahun, Kakek di Singapura Ini Perkosa 11 Gadis, Termasuk Anak, Cucu, hingga Keponakan
Ini Perceraian Termahal...
Ini Perceraian Termahal Abad Ini! Nilainya Capai Rp11 Triliun
Houthi dan Arab Saudi...
Houthi dan Arab Saudi Saling Serang, Ini 5 Pemicunya
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved