Daftar Negara Asia Tenggara yang Jadi Koridor Udara Militer AS, Indonesia Kini Jadi Sorotan

Rabu, 15 April 2026 - 13:05 WIB
loading...
A A A
Malaysia menekankan bahwa setiap izin bersifat kasus-per-kasus, bukan akses permanen.

5. Indonesia, Negara yang Paling Ketat soal Kedaulatan Udara

Selama ini, Indonesia dikenal sebagai salah satu negara paling ketat di kawasan dalam urusan ruang udara militer asing. Semua penerbangan militer wajib melalui izin diplomatik spesifik.

Namun, belakangan muncul perbincangan publik mengenai draf kerja sama pertahanan Indonesia–AS yang disebut memuat skema overflight access. Meski pemerintah menegaskan belum ada kesepakatan final, isu ini memantik perdebatan besar soal, kedaulatan ruang udara, posisi netral Indonesia di tengah rivalitas AS–China, dan risiko terseret dinamika konflik Laut China Selatan.

Isu ini menjadi sensitif karena Indonesia selama ini memegang prinsip non-blok dan keseimbangan geopolitik.

6. Vietnam, Sangat Hati-Hati

Hubungan Vietnam dan AS membaik, tetapi Hanoi tetap sangat berhati-hati dalam urusan militer asing. Izin overflight sangat jarang dan sangat politis.

Vietnam fokus menjaga kedaulatan di tengah sengketa Laut China Selatan.

7. Kamboja dan Laos, Akses Sangat Terbatas

Baik Kambodia maupun Laos dikenal sangat membatasi aktivitas militer asing, termasuk akses udara.

Kedekatan politik kedua negara ini dengan kekuatan di luar AS turut memengaruhi kebijakan tersebut.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Wapres JD Vance: Israel...
Wapres JD Vance: Israel Berusaha Pengaruhi Kebijakan Politik AS
Rekomendasi
Bidik Penguatan Basis...
Bidik Penguatan Basis Distrik, Wakil Bupati Yan Kiraklak Resmi Pimpin DPD Partai Perindo Yalimo
Ketika Kebaikan Menjadi...
Ketika Kebaikan Menjadi Strategi: Akhir Dominasi Reward dan Punishment?
Terungkap 2 Alasan di...
Terungkap 2 Alasan di Balik Pemadaman Bergilir Pulau Jawa, Dirut PLN Minta Maaf
Berita Terkini
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved