Tak Mau Bantu AS Lawan Iran, Trump Ancam Hentikan Dana Triliun Dolar untuk NATO
Senin, 13 April 2026 - 15:07 WIB
loading...
A
A
A
Pernyataan tersebut digambarkan sebagai ancaman paling langsung Trump terhadap pakta pertahanan transatlantik yang berusia 77 tahun dan disampaikan beberapa jam sebelum ia dijadwalkan menyampaikan pidato nasional pada pukul 9 malam EST pada hari Rabu untuk memberikan pembaruan tentang perkembangan perang.
Mantan Direktur Pusat Kontraterorisme Nasional AS Joe Kent mengatakan bahwa meninggalkan NATO bukan tentang menghindari keterlibatan asing tetapi tentang berpihak pada Israel dalam kemungkinan bentrokan di masa depan dengan Turki di Suriah.
Pernyataannya muncul di tengah perdebatan yang berlanjut mengenai ancaman Trump untuk mempertimbangkan kembali posisi Washington dalam aliansi tersebut.
"Sayangnya, meninggalkan NATO bukan untuk menghindari keterlibatan asing, kita akan meninggalkan NATO agar kita dapat berpihak pada Israel ketika Turki dan Israel akhirnya berkonflik di Suriah," tulis Kent.
Ia menambahkan, "Ini setelah kita membantu menggulingkan pemerintahan sekuler Suriah dan menempatkan mantan pemimpin Al-Qaeda/ISIS sebagai presiden. Sudah saatnya berhenti berperan sebagai pembakar dan pemadam kebakaran di Timur Tengah, itu tidak sepadan." ISIS adalah nama lain untuk kelompok teroris Daesh.
Pernyataan terbaru Trump menambah tekanan pada NATO setelah ia mengaitkan dukungan Amerika untuk aliansi tersebut dengan reaksinya selama perang Iran.
Mantan Direktur Pusat Kontraterorisme Nasional AS Joe Kent mengatakan bahwa meninggalkan NATO bukan tentang menghindari keterlibatan asing tetapi tentang berpihak pada Israel dalam kemungkinan bentrokan di masa depan dengan Turki di Suriah.
Pernyataannya muncul di tengah perdebatan yang berlanjut mengenai ancaman Trump untuk mempertimbangkan kembali posisi Washington dalam aliansi tersebut.
"Sayangnya, meninggalkan NATO bukan untuk menghindari keterlibatan asing, kita akan meninggalkan NATO agar kita dapat berpihak pada Israel ketika Turki dan Israel akhirnya berkonflik di Suriah," tulis Kent.
Ia menambahkan, "Ini setelah kita membantu menggulingkan pemerintahan sekuler Suriah dan menempatkan mantan pemimpin Al-Qaeda/ISIS sebagai presiden. Sudah saatnya berhenti berperan sebagai pembakar dan pemadam kebakaran di Timur Tengah, itu tidak sepadan." ISIS adalah nama lain untuk kelompok teroris Daesh.
Pernyataan terbaru Trump menambah tekanan pada NATO setelah ia mengaitkan dukungan Amerika untuk aliansi tersebut dengan reaksinya selama perang Iran.
(ahm)
Lihat Juga :