Perundingan Gagal, AS-Israel dan Iran Akan Perang Lagi?

Minggu, 12 April 2026 - 12:17 WIB
loading...
Perundingan Gagal, AS-Israel...
Perundingan damai AS dan Iran gagal mencapai kesepakatan. Ini bisa mengancam perang antara AS-Israel dengan Iran berkobar lagi. Foto/Doha Institute
A A A
TEHERAN - Perundingan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang berlangsung 21 jam di Islamabad, Pakistan, berakhir pada Minggu (12/4/2026) tanpa mencapai kesepakatan. Kegagalan ini mengancam perang Amerika-Israel melawan Iran—yang ditangguhkan dua pekan—bisa berkobar lagi.

Sesuai kesepakatan gencatan senjata, pertempuran dihentikan mulai Rabu, 8 April, hingga dua pekan atau setidaknya hingga 22 April.

Baca Juga: Mengapa Perundingan 21 Jam AS-Iran Gagal? Ini Jawaban Versi Kedua Kubu

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengeklaim perang melawan Iran telah berhasil menghancurkan program nuklir dan rudal balistik republik Islam tersebut, menambahkan bahwa Washington dan Tel Aviv telah "mencekik" Teheran.

"Kampanye ini belum berakhir, tetapi sudah jelas bahwa kita telah mencapai prestasi bersejarah. Iran mencoba mengepung kita dengan cekikan—Hamas di Gaza, Hizbullah di Lebanon, rezim Assad di Suriah, milisi di Irak, Houthi di Yaman. Iran sendiri ingin mencekik kita, tetapi kita mencekik mereka. Mereka mengancam kita dengan pemusnahan dan sekarang mereka berjuang untuk bertahan hidup," katanya, berbicara tentang perang yang dimulai pada 28 Februari dengan serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran.

Pernyataan Netanyahu disampaikan sesaat setelah perundingan damai AS dan Iran gagal mencapai kesepakatan.

Pada Minggu pagi, Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan tidak ada kemajuan yang dicapai meskipun telah dilakukan pembicaraan selama 21 jam antara kedua pihak. Dia mengatakan berita ini buruk, tetapi lebih buruk bagi Iran daripada AS.

Vance mengatakan AS memasuki pembicaraan dengan itikad baik dan fleksibel, tetapi tidak dapat memperoleh komitmen yang jelas dan tegas dari Iran bahwa mereka tidak akan mencari atau mengembangkan senjata nuklir di masa depan, yang ia gambarkan sebagai tuntutan inti AS.

Teheran menyalahkan kegagalan perundingan tersebut pada tuntutan AS yang "tidak masuk akal". Stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB, mengatakan delegasi Iran mengajukan berbagai inisiatif tetapi kemajuan terhambat oleh pihak AS, memaksa pembicaraan berakhir tanpa hasil.

Menjadi tuan rumah pembicaraan yang berlangsung di tengah gencatan senjata yang rapuh di wilayah Teluk, Pakistan menegaskan bahwa kedua belah pihak harus menjunjung tinggi perjanjian gencatan senjata.

Menteri Luar Negeri Ishaq Dar mengatakan, "Pakistan telah dan akan terus memainkan perannya untuk memfasilitasi keterlibatan dan dialog antara Republik Islam Iran dan Amerika Serikat di hari-hari mendatang."

Presiden AS Donald Trump mengatakan AS telah menang "secara militer", dengan pasukan Iran yang telah dihancurkan. Dia juga memperingatkan bahwa dukungan China untuk Iran dalam perang akan menimbulkan masalah bagi Beijing.

Perkembangan ini terjadi bahkan ketika AS mengeklaim dua kapal perangnya memasuki Selat Hormuz yang kritis untuk membersihkan ranjau yang dipasang oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran. Namun, Iran membantah klaim tersebut.

Iran menegaskan kembali bahwa kapal militer apa pun yang memasuki selat tersebut akan "dihukum dengan kejam".
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran akan Bangun PLTN...
Iran akan Bangun PLTN di 5 Lokasi Pesisir
Iran Ungkap Sabuk Keamanan...
Iran Ungkap Sabuk Keamanan Perlawanan Baru Membentang dari Selat Hormuz hingga Bab al-Mandab
AS Tidak Cegat Rudal...
AS Tidak Cegat Rudal Iran yang Ditembakkan ke Israel
Trump: 2 Minggu Lagi,...
Trump: 2 Minggu Lagi, AS Nyatakan Kemenangan Total atas Iran!
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz, Ditembak Iran?
Bela Iran, Houthi Larang...
Bela Iran, Houthi Larang Seluruh Kapal Israel Lewat Laut Merah
Timnas Iran Pakai Pin...
Timnas Iran Pakai Pin 168 di Piala Dunia 2026, Simbol Korban Tewas Serangan Udara di Minab
Iran Tembakkan 7 Rudal...
Iran Tembakkan 7 Rudal Balistik ke Kuwait, Balas Serangan AS di Pulau Qeshm dan Goruk
Aturan Baru, Israel...
Aturan Baru, Israel Larang Wartawan Publikasikan Serangan Rudal Iran Hantam Fasilitas Militer
Rekomendasi
Bea Cukai Gagalkan 8,9...
Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal, Selamatkan Rp8,6 Miliar
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus POME ke Kejaksaan
Ajukan JC di Kasus Korupsi...
Ajukan JC di Kasus Korupsi MBG, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Sebut 26 Nama di BAP
Berita Terkini
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Diskors karena Tuduhan Pelanggaran Etika
Iran akan Bangun PLTN...
Iran akan Bangun PLTN di 5 Lokasi Pesisir
Iran Ungkap Sabuk Keamanan...
Iran Ungkap Sabuk Keamanan Perlawanan Baru Membentang dari Selat Hormuz hingga Bab al-Mandab
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
AS Tidak Cegat Rudal...
AS Tidak Cegat Rudal Iran yang Ditembakkan ke Israel
Horor! Penyerang Berpisau...
Horor! Penyerang Berpisau Mencoba Memenggal Seorang Pria di Tempat Umum
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved