Dunia Sambut Gencatan Senjata AS-Iran, Dorong Perdamaian Abadi Timur Tengah

Rabu, 08 April 2026 - 15:17 WIB
loading...
Dunia Sambut Gencatan...
Bendera Iran berkibar di lokasi serangan rudal AS dan Israel. Foto/anadolu
A A A
JAKARTA - Amerika Serikat (AS) dan Iran telah menyepakati gencatan senjata selama dua minggu, dengan pembicaraan untuk menyelesaikan kesepakatan damai yang akan dimulai di Islamabad, Pakistan, pada hari Jumat. Gencatan senjata, yang diumumkan Presiden AS Donald Trump pada hari Selasa, juga akan memungkinkan Iran membuka kembali Selat Hormuz, koridor maritim vital yang dilalui seperlima pasokan minyak dunia.

Indonesia termasuk di antara negara-negara terbaru yang menyambut gencatan senjata antara AS dan Iran, dengan juru bicara Kementerian Luar Negeri Yvonne Mewengkang menyerukan kepada semua pihak dalam konflik untuk menghormati kedaulatan, integritas teritorial, dan diplomasi.

Mewengkang juga menyerukan penyelidikan menyeluruh. Investigasi besar-besaran atas kematian tiga pasukan penjaga perdamaian PBB asal Indonesia yang tewas akibat ledakan di Lebanon pada akhir Maret di tengah pertempuran antara pasukan Israel dan pejuang Hizbullah.

Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Minoru Kihara mengatakan kepada wartawan bahwa Tokyo menyambut berita gencatan senjata dua minggu antara AS dan Iran sebagai "langkah positif" sambil menunggu "kesepakatan akhir".

Kementerian Luar Negeri Oman dalam pernyataan yang diterbitkan pada tanggal X mengatakan mereka menyambut baik pengumuman gencatan senjata antara Iran dan AS dan menghargai “upaya Pakistan dan semua pihak yang menyerukan diakhirinya perang”.

“Kami menegaskan pentingnya mengintensifkan upaya sekarang untuk menemukan solusi yang dapat mengakhiri krisis dari akarnya dan mencapai penghentian permanen keadaan perang dan permusuhan di kawasan ini,” kata kementerian tersebut.

Kanselir Jerman Friedrich Merz mengatakan pemerintahnya menyambut baik gencatan senjata selama dua minggu antara Iran dan Amerika Serikat.

Merz juga berterima kasih kepada Pakistan atas perannya dalam memediasi gencatan senjata dan menekankan tujuan dalam beberapa hari mendatang adalah untuk menegosiasikan “pengakhiran perang yang langgeng” melalui jalur diplomatik.

Ukraina menyambut baik gencatan senjata yang disepakati antara AS dan Iran dan pembukaan blokade Selat Hormuz, menurut Menteri Luar Negeri Andrii Sybiha di X, dan menyerukan “ketegasan” serupa dari Washington dalam menghentikan perang Rusia di Ukraina.

“Ketegasan Amerika membuahkan hasil. Kami percaya sudah saatnya Amerika mengambil ketegasan yang cukup untuk memaksa Moskow menghentikan tembakan dan mengakhiri perangnya melawan Ukraina,” tulis Sybiha.

Kementerian Luar Negeri Irak menyambut baik berita gencatan senjata tersebut tetapi mengatakan baik AS maupun Iran harus berkomitmen pada kesepakatan tersebut untuk mencapai resolusi yang langgeng.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Pesawat Pengebom Su-24...
Pesawat Pengebom Su-24 Ukraina Jatuh saat Misi Tempur, 2 Pilot Tewas
Rekomendasi
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Berita Terkini
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved