Israel Serang Markas UNIFIL yang Berisi Tentara Indonesia, 1 Personel Gugur
Senin, 30 Maret 2026 - 10:09 WIB
loading...
Israel serang markas UNIFIL yang berisi para tentara Indonesia, satu personel gugur. Foto/United Nations Peacekeeping
A
A
A
BEIRUT - Misi penjaga perdamaian PBB di Lebanon atau UNIFIL yang berisi para tentara Indonesia mengatakan pada Senin (30/3/2026) pagi bahwa salah satu personel meninggal dan seorang lainnya luka parah akibat ledakan proyektil. National News Agency (NNA) Lebanon melaporkan bahwa ledakan itu merupakan serangan militer Israel pada hari Minggu.
Menurut UNIFIL, ledakan terjadi di dekat Adshit al-Qusayr di distrik Marjayoun. “Kami tidak mengetahui asal proyektil tersebut. Kami telah meluncurkan penyelidikan untuk menentukan semua keadaan,” katanya di X.
Baca Juga: Diserang Rudal Iran, Zoba Pabrik Kimia Israel Terbakar Hebat
"Seorang penjaga perdamaian meninggal secara tragis tadi malam ketika sebuah proyektil meledak di posisi UNIFIL dekat Adchit Al Qusayr. Seorang lainnya mengalami luka kritis. Tidak seorang pun boleh kehilangan nyawanya dalam menjalankan tugas demi perdamaian," lanjut pernyataan UNIFIL.
"UNIFIL menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga, teman, dan kolega penjaga perdamaian yang kehilangan nyawanya saat dengan berani menjalankan tugasnya. Doa dan harapan kami juga bersama penjaga perdamaian yang terluka, yang saat ini dirawat di rumah sakit dengan luka serius," imbuh misi tersebut.
Menurut UNIFIL, serangan yang disengaja terhadap penjaga perdamaian merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional dan Resolusi Dewan Keamanan 1701 dan dapat dianggap sebagai kejahatan perang.
Menurut UNIFIL, ledakan terjadi di dekat Adshit al-Qusayr di distrik Marjayoun. “Kami tidak mengetahui asal proyektil tersebut. Kami telah meluncurkan penyelidikan untuk menentukan semua keadaan,” katanya di X.
Baca Juga: Diserang Rudal Iran, Zoba Pabrik Kimia Israel Terbakar Hebat
"Seorang penjaga perdamaian meninggal secara tragis tadi malam ketika sebuah proyektil meledak di posisi UNIFIL dekat Adchit Al Qusayr. Seorang lainnya mengalami luka kritis. Tidak seorang pun boleh kehilangan nyawanya dalam menjalankan tugas demi perdamaian," lanjut pernyataan UNIFIL.
"UNIFIL menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga, teman, dan kolega penjaga perdamaian yang kehilangan nyawanya saat dengan berani menjalankan tugasnya. Doa dan harapan kami juga bersama penjaga perdamaian yang terluka, yang saat ini dirawat di rumah sakit dengan luka serius," imbuh misi tersebut.
Menurut UNIFIL, serangan yang disengaja terhadap penjaga perdamaian merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional dan Resolusi Dewan Keamanan 1701 dan dapat dianggap sebagai kejahatan perang.
Lihat Juga :