Inggris Ikut Gempur Iran, Teheran: Membahayakan Nyawa Warganya

Sabtu, 21 Maret 2026 - 06:15 WIB
loading...
A A A
Penting juga untuk digarisbawahi bahwa ini tidak berarti Inggris akan mengambil bagian dalam tindakan ofensif apa pun. Pada dasarnya, pasukan Inggris tidak akan menyerang target di Iran yang melampaui cakupan melemahkan kemampuan militer Iran, misalnya, menargetkan kapal atau mungkin sekutu negara-negara Teluk.

Kemudian, Heino Klinck, mantan direktur Urusan Internasional Angkatan Darat AS, mengatakan sekutu AS di Eropa dan Asia harus memberikan lebih banyak "dukungan retorika" untuk perang AS melawan Iran, menunjukkan bahwa Republik Islam tersebut menimbulkan ancaman bagi "demokrasi dan nilai-nilai liberal" Eropa dan Asia serta "kepentingan" mereka.

"Secara retorika, AS dan sekutunya perlu lebih sejalan," kata Klinck kepada Al Jazeera. "Secara militer, ada hal-hal tertentu yang dapat dilakukan," tambahnya, seperti "pangkalan dan akses untuk pasukan AS".

"Secara militer, kenyataannya adalah AS memiliki kemampuan yang tidak dimiliki negara lain, bahkan dalam aliansi NATO," kata Klinck.

“Jika sekutu NATO dapat membantu, itu bagus… tetapi saya tahu AS tidak bergantung pada bantuan militer dari mitra NATO kami.”
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Viral di Media Sosial,...
Viral di Media Sosial, Jet Tempur AS Diduga Jatuh di Iran pada Serangan ke-13
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
Memanas, Kuwait dan...
Memanas, Kuwait dan Bahrain Lancarkan Serangan Udara ke Iran
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Biaya Logistik Global...
Biaya Logistik Global Menggila, Ancaman Inflasi Tak Hanya dari Harga Minyak
Angkat Bicara Soal Deportasi...
Angkat Bicara Soal Deportasi Abdul Karim, Kemlu: Tak Pengaruhi Dukungan untuk Palestina
Nah, Diam-Diam Bahrain...
Nah, Diam-Diam Bahrain dan Kuwait Ikut Serang Iran
Rekomendasi
IBEM Jadi Marketplace...
IBEM Jadi Marketplace Perdana Industri MICE, Pertemukan 200 Buyers dan 200 Sellers
Beli Samsung Galaxy...
Beli Samsung Galaxy Foldable 8 Lebih Hemat! Nikmati Promo Spesial Kartu Kredit BRI
Mengapa Al-Quran Tidak...
Mengapa Al-Qur'an Tidak Menyebut Dajjal? Ini Penjelasan dan Hikmah di Baliknya
Berita Terkini
Setelah Ribuan Gen Z...
Setelah Ribuan Gen Z Berdemo selama Berminggu-minggu, Menteri Pendidikan India Mundur
Viral di Media Sosial,...
Viral di Media Sosial, Jet Tempur AS Diduga Jatuh di Iran pada Serangan ke-13
Siapa Yu Deng dan Hong...
Siapa Yu Deng dan Hong Wang? Matematikawan China yang Memecahkan Masalah Paling Sulit di Dunia
Selama 30 Tahun, Kakek...
Selama 30 Tahun, Kakek di Singapura Ini Perkosa 11 Gadis, Termasuk Anak, Cucu, hingga Keponakan
Ini Perceraian Termahal...
Ini Perceraian Termahal Abad Ini! Nilainya Capai Rp11 Triliun
Houthi dan Arab Saudi...
Houthi dan Arab Saudi Saling Serang, Ini 5 Pemicunya
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved