5 Fakta Pulau Kharg yang Jadi Jantung Industri Minyak Iran
Minggu, 15 Maret 2026 - 02:20 WIB
loading...
A
A
A
Trump mengumumkan pada hari Jumat bahwa militer AS melakukan apa yang disebutnya sebagai "salah satu serangan bom paling dahsyat dalam sejarah Timur Tengah," menghancurkan aset militer di Pulau Kharg.
Video yang diunggah ke Truth Social oleh Trump dan dilokalisasi oleh CNN menunjukkan serangan AS terhadap fasilitas bandara dan landasan pacu Kharg.
Seorang pejabat militer AS mengatakan kepada CNN bahwa serangan itu "berskala besar" tetapi menghindari mengenai infrastruktur minyak pulau tersebut. Target termasuk fasilitas penyimpanan ranjau laut, bunker penyimpanan rudal, dan infrastruktur militer lainnya, tambah pejabat itu.
Iran mengatakan lebih dari 15 ledakan dilaporkan di pulau itu tetapi tidak ada infrastruktur minyak yang rusak, menurut kantor berita Fars yang berafiliasi dengan negara.
Namun, Trump mengancam akan menyerang aset minyak pulau itu jika Iran terus memblokir kapal dari Selat Hormuz.
Iran mengatakan setiap serangan terhadap infrastruktur minyak dan energinya akan menyebabkan serangan balasan terhadap fasilitas di wilayah tersebut yang dimiliki oleh perusahaan minyak yang bersahabat dengan AS, lapor media pemerintah Iran, mengutip markas komando militer Teheran.
“Awalnya hanya sekadar ‘singkirkan militer, singkirkan rezim’, tetapi sekarang kita mencoba untuk menghancurkan sumber kehidupan ekonomi negara ini, berpotensi,” kata mantan Brigadir Jenderal Angkatan Darat AS, Mark Kimmitt.
Kimmitt mengatakan AS menyandera pulau itu untuk memastikan Iran mengizinkan kapal-kapal melewati Selat Hormuz, yang penutupannya telah menyebabkan harga minyak mentah melonjak.
“Dan pada saat itu, harga minyak akan lepas kendali,” tambahnya.
Video yang diunggah ke Truth Social oleh Trump dan dilokalisasi oleh CNN menunjukkan serangan AS terhadap fasilitas bandara dan landasan pacu Kharg.
Seorang pejabat militer AS mengatakan kepada CNN bahwa serangan itu "berskala besar" tetapi menghindari mengenai infrastruktur minyak pulau tersebut. Target termasuk fasilitas penyimpanan ranjau laut, bunker penyimpanan rudal, dan infrastruktur militer lainnya, tambah pejabat itu.
Iran mengatakan lebih dari 15 ledakan dilaporkan di pulau itu tetapi tidak ada infrastruktur minyak yang rusak, menurut kantor berita Fars yang berafiliasi dengan negara.
Namun, Trump mengancam akan menyerang aset minyak pulau itu jika Iran terus memblokir kapal dari Selat Hormuz.
Iran mengatakan setiap serangan terhadap infrastruktur minyak dan energinya akan menyebabkan serangan balasan terhadap fasilitas di wilayah tersebut yang dimiliki oleh perusahaan minyak yang bersahabat dengan AS, lapor media pemerintah Iran, mengutip markas komando militer Teheran.
4. Menghancurkan Sistem Ekonomi Iran
Serangan AS telah meningkatkan taruhan dalam perang, kata seorang pensiunan pejabat militer kepada CNN.“Awalnya hanya sekadar ‘singkirkan militer, singkirkan rezim’, tetapi sekarang kita mencoba untuk menghancurkan sumber kehidupan ekonomi negara ini, berpotensi,” kata mantan Brigadir Jenderal Angkatan Darat AS, Mark Kimmitt.
Kimmitt mengatakan AS menyandera pulau itu untuk memastikan Iran mengizinkan kapal-kapal melewati Selat Hormuz, yang penutupannya telah menyebabkan harga minyak mentah melonjak.
“Dan pada saat itu, harga minyak akan lepas kendali,” tambahnya.
Lihat Juga :