Kena Prank, Putra Shah Terakhir Minta Eropa Gabung Perang Salib Lawan Iran

Jum'at, 06 Maret 2026 - 18:00 WIB
loading...
Kena Prank, Putra Shah...
Reza Pahlavi, putra Shah terakhir Iran yang diasingkan di AS. Foto/britannica
A A A
WASHINGTON - Reza Pahlavi, putra Shah terakhir Iran yang diasingkan, mengatakan kepada pelaku iseng asal Rusia bahwa Eropa harus bergabung dengan kampanye militer Amerika Serikat dan Israel melawan Republik Islam Iran.

Pahlavi, 65 tahun, yang telah tinggal di AS selama beberapa dekade, menyerukan para demonstran untuk menggulingkan pemerintah di Teheran selama pemberontakan kekerasan pada bulan Desember.

Dalam panggilan iseng dengan Vovan dan Lexus awal pekan ini, di mana duo Rusia tersebut berpura-pura sebagai Kanselir Jerman Friedrich Merz, Pahlavi mengatakan, "Eropa harus bergabung dalam perang salib melawan rezim [Iran]."

Ia juga menyatakan harapan bahwa serangan AS dan Israel yang sedang berlangsung terhadap Republik Islam Iran akan membantu membongkar pemerintahan yang menggulingkan kekuasaan ayahnya dalam Revolusi Islam 1979.

Dalam beberapa pekan terakhir, Pahlavi telah menyatakan ia bersedia kembali ke negara asalnya dan memimpin "pemerintahan transisi," dengan menegaskan otoritas Iran saat ini tidak memiliki legitimasi.

Berbicara kepada Newsmax pada hari Rabu, Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte mengatakan, meskipun "tidak terlibat" dalam kampanye AS-Israel melawan Iran, "sekutu Eropa pada dasarnya, dalam skala besar, mendukung apa yang dilakukan presiden [AS] dan juga memungkinkan apa yang dilakukan AS sekarang di kawasan itu."

Inggris dan Spanyol awalnya menolak mengizinkan pasukan AS yang terlibat dalam operasi melawan Iran untuk menggunakan pangkalan militer mereka masing-masing. Namun, London berbalik arah setelah teguran dari Presiden AS Donald Trump.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Ungkap 1.000 Rudal...
Trump Ungkap 1.000 Rudal Diarahkan ke Iran Jika Dia Dibunuh
Rusia Terbuka Jika Turki...
Rusia Terbuka Jika Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA
Iran Tegaskan Siap untuk...
Iran Tegaskan Siap untuk Pertahanan Skala Penuh, Trump Sebut Gencatan Senjata Berakhir
Bicara dengan Presiden...
Bicara dengan Presiden Iran, PM Pakistan Desak AS dan Iran Komitmen pada Pakta Perdamaian
Trump Klaim Iran Minta...
Trump Klaim Iran Minta Lanjutkan Pembicaraan dan AS Setuju
Setelah Warga Palestina...
Setelah Warga Palestina Diusir, Israel Robohkan Sekolah di Dusun Tepi Barat
Usai Hengkang dari OPEC,...
Usai Hengkang dari OPEC, Produksi Minyak UEA Cetak Rekor Tembus 4,1 Juta Barel per Hari
China Uji Coba Rudal...
China Uji Coba Rudal Nuklir dari Kapal Selam, AS hingga Australia Panik
Kesaksian Pilot Jet...
Kesaksian Pilot Jet Tempur F-15 AS: Drone-Drone Iran seperti Ranjau Darat
Rekomendasi
Easycash, OJK dan AFTECH...
Easycash, OJK dan AFTECH Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda di Bali
Euforia Prancis Berubah...
Euforia Prancis Berubah Duka, Suporter 17 Tahun Tewas Jatuh dari Truk
Dekopin Tegaskan Komitmen...
Dekopin Tegaskan Komitmen Modernisasi Koperasi melalui Estafet Generasi Muda
Berita Terkini
Trump Ungkap 1.000 Rudal...
Trump Ungkap 1.000 Rudal Diarahkan ke Iran Jika Dia Dibunuh
Rusia Terbuka Jika Turki...
Rusia Terbuka Jika Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA
Iran Tegaskan Siap untuk...
Iran Tegaskan Siap untuk Pertahanan Skala Penuh, Trump Sebut Gencatan Senjata Berakhir
Bicara dengan Presiden...
Bicara dengan Presiden Iran, PM Pakistan Desak AS dan Iran Komitmen pada Pakta Perdamaian
Israel Menahan Mufti...
Israel Menahan Mufti Agung Yerusalem, Melarangnya Masuk Masjid Al-Aqsa Selama 1 Pekan
Trump Klaim Iran Minta...
Trump Klaim Iran Minta Lanjutkan Pembicaraan dan AS Setuju
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved