Ketika AS dan Israel Membingkai Konflik dengan Iran sebagai Perang Agama

Kamis, 05 Maret 2026 - 10:01 WIB
loading...
A A A
Pada hari Minggu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu merujuk pada Taurat, membandingkan Iran dengan musuh kuno dalam Alkitab, yaitu bangsa Amalek. Amalek dikenal dalam tradisi Yahudi sebagai representasi “kejahatan murni”.

“Kita membaca dalam bagian Taurat minggu ini, ‘Ingatlah apa yang dilakukan Amalek kepadamu'. Kita ingat—dan kita bertindak," katanya.

CAIR mengatakan: “Kami tidak terkejut melihat Benjamin Netanyahu sekali lagi menggunakan kisah Alkitab tentang Amalek—yang menyatakan bahwa Tuhan memerintahkan bangsa Israel untuk membunuh setiap pria, wanita, anak-anak, dan hewan di bangsa kafir yang menyerang mereka—untuk membenarkan pembunuhan massal warga sipil di Iran oleh Israel, seperti yang terjadi di Gaza.”

Pernyataan itu menambahkan bahwa setiap warga Amerika harus sangat terganggu oleh retorika "perang suci" yang disebarkan oleh militer AS, Hegseth, dan Netanyahu untuk membenarkan perang terhadap Iran.

“Komentar meremehkan Hegseth tentang ‘khayalan kenabian Islamis’, yang tampaknya merujuk pada kepercayaan Syiah tentang tokoh-tokoh agama yang muncul menjelang akhir zaman, tidak dapat diterima. Begitu pula komandan militer AS yang mengatakan kepada pasukan bahwa perang dengan Iran adalah langkah alkitabiah menuju Armagedon," papar CAIR, seperti dikutip Al Jazeera, Kamis (5/3/2026).

Mengapa Pemimpin AS dan Israel Membingkai Konflik sebagai Perang Agama?


"Dengan mencoba membingkai konflik tersebut sebagai perang agama, konflik ini dianggap sebagai perang suci, para pemimpin menggunakan keyakinan teologis untuk membenarkan tindakan, memobilisasi opini politik, dan memanfaatkan dukungan,” kata Jolyon Mitchell, seorang profesor di Universitas Durham di Inggris, kepada Al Jazeera.

“Banyak orang di kedua sisi konflik ini percaya bahwa mereka memiliki Tuhan di pihak mereka. Tuhan dilibatkan dalam konflik ini, seperti halnya dalam banyak konflik lainnya, untuk mendukung tindakan kekerasan. Demonisasi dan dehumanisasi musuh, ‘pihak lain’, pasti akan membuat pembangunan perdamaian setelah konflik menjadi lebih sulit,” kata Mitchell.

“Ada beberapa alasan yang saling tumpang tindih, dan alasan-alasan tersebut beroperasi pada tingkat yang berbeda: mobilisasi domestik, pembingkaian peradaban, dan konstruksi narasi strategis,” kata Ibrahim Abusharif, seorang profesor di Universitas Northwestern di Qatar, kepada Al Jazeera.

Mobilisasi domestik mengacu pada penggalangan dukungan rakyat suatu negara. Para pemimpin, lanjut dia, dapat membingkai konflik sebagai konflik keagamaan dan karenanya secara moral jelas dan mendesak, sehingga menggalang dukungan publik.

Dalam sebuah video yang beredar di media sosial minggu ini, pendeta Zionis Kristen dan penginjil televisi John Hagee terlihat menyampaikan khotbah yang mempromosikan serangan AS terhadap Iran.

Hagee mengatakan bahwa Rusia, Turki, “sisa-sisa Iran” dan “kelompok-kelompok Islam” akan berbaris ke Israel. Dia mengatakan bahwa Tuhan akan “menghancurkan musuh-musuh Israel”.

“Bahasa keagamaan memobilisasi konstituen domestik,” kata Abusharif, menjelaskan bahwa di AS, hal ini sangat terkait dengan banyak kaum evangelis dan Zionis Kristen, karena mereka sudah melihat perang di Timur Tengah sebagai bagian dari kisah “akhir zaman” keagamaan.

“Referensi tentang ‘akhir zaman’, Kitab Wahyu, atau musuh-musuh alkitabiah bukanlah hal yang kebetulan; hal itu mengaktifkan skrip budaya yang sudah ada dalam teologi politik Amerika," paparnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Ungkap Sabuk Keamanan...
Iran Ungkap Sabuk Keamanan Perlawanan Baru Membentang dari Selat Hormuz hingga Bab al-Mandab
AS Tidak Cegat Rudal...
AS Tidak Cegat Rudal Iran yang Ditembakkan ke Israel
Trump: 2 Minggu Lagi,...
Trump: 2 Minggu Lagi, AS Nyatakan Kemenangan Total atas Iran!
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz, Ditembak Iran?
Bela Iran, Houthi Larang...
Bela Iran, Houthi Larang Seluruh Kapal Israel Lewat Laut Merah
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia, China dan Rusia Bersaing Ketat
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Serangan di SPBU dan...
Serangan di SPBU dan Permukiman Israel, Satu Orang Tewas
Terungkap! Israel Sudah...
Terungkap! Israel Sudah Siapkan Perang Berhari-hari Lawan Iran, Panggil Tentara Cadangan
Rekomendasi
Jaga Kredibilitas Negara,...
Jaga Kredibilitas Negara, Pengamat Dukung Kejagung Usut Korupsi MBG
Wamenkum Ungkap Alasan...
Wamenkum Ungkap Alasan Usia Pensiun Kapolri Bisa Diperpanjang
Kecewa JPU Tolak Pledoi,...
Kecewa JPU Tolak Pledoi, Nadiem Makarim: Fakta Persidangan Diabaikan
Berita Terkini
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
AS Tidak Cegat Rudal...
AS Tidak Cegat Rudal Iran yang Ditembakkan ke Israel
Horor! Penyerang Berpisau...
Horor! Penyerang Berpisau Mencoba Memenggal Seorang Pria di Tempat Umum
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
Trump: 2 Minggu Lagi,...
Trump: 2 Minggu Lagi, AS Nyatakan Kemenangan Total atas Iran!
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz, Ditembak Iran?
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved