Denmark Rogoh Rp757 Miliar untuk Beli Rudal AS, Agar Greenland Tak Dicaplok Trump

Rabu, 04 Maret 2026 - 19:25 WIB
loading...
A A A
Namun pemerintah Denmark menegaskan langkah ini bukan ditujukan untuk menghadapi Amerika Serikat, melainkan bagian dari penguatan sistem pertahanan nasional di kawasan Arktik yang semakin strategis.

Arktik Kian Memanas


Greenland memiliki posisi vital dalam percaturan geopolitik global. Letaknya di kawasan Arktik menjadikannya titik kunci jalur pelayaran baru serta potensi sumber daya alam yang melimpah.

Selain Amerika Serikat, sejumlah kekuatan besar seperti Rusia dan China juga meningkatkan aktivitas dan pengaruhnya di kawasan tersebut. Situasi inilah yang disebut-sebut mendorong Denmark untuk meningkatkan daya tangkal (deterrence) militernya.

Kopenhagen menyatakan pengadaan Hellfire bertujuan memperkuat interoperabilitas dengan aliansi NATO. Artinya, sistem persenjataan yang dibeli kompatibel dan dapat terintegrasi dalam operasi bersama negara-negara anggota NATO lainnya.

Dengan kata lain, pembelian ini lebih diarahkan pada penguatan aliansi dan kesiapan menghadapi dinamika global, bukan sebagai respons langsung terhadap ancaman spesifik dari Washington.

Strategi Deterrence Modern


Konsep deterrence atau daya tangkal menjadi kunci dalam kebijakan pertahanan Denmark. Dalam konteks Arktik yang kian kompetitif, memiliki kemampuan serangan presisi dari udara dianggap penting untuk menjaga stabilitas dan kedaulatan wilayah.

Hellfire memungkinkan respons cepat terhadap ancaman potensial, baik terhadap instalasi strategis maupun pergerakan yang dinilai mengganggu keamanan wilayah.

Secara militer, kehadiran sistem ini akan meningkatkan kapabilitas angkatan bersenjata Denmark, terutama dalam operasi pengawasan dan perlindungan kawasan Greenland yang luas serta memiliki kondisi geografis ekstrem.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Israel Bom Lebanon,...
Israel Bom Lebanon, Iran Murka Bakal Kembali Tutup Selat Hormuz
Kisah Anjing Lucu Curi...
Kisah Anjing Lucu Curi Perhatian selama Piala Dunia 2026, Punya Arti Spesial buat Pemiliknya
Rekomendasi
Anggota Polri dan TNI...
Anggota Polri dan TNI Gugur saat Selamatkan Anak Tenggelam di Pantai Maluku Tenggara
Gunakan MT Gamkonora,...
Gunakan MT Gamkonora, Pertamina Patra Niaga Tambah 450 Ribu Barel Minyak
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan,...
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan, Relawan Jokowi: Ini Bukan Akhir dari Segalanya
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved